Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 73


__ADS_3

"Semua jalan telah terbuka. Sekarang nyonya bersiap-siap ya. Ikuti intruksi dari saya." ucap Dokter.


"Tarik napas, buang pelan, tarik lagi, buang,"


Clara langsung mengikuti perintah dokter itu. Dia menarik napasnya pelan lalu membuangnya sambil terus mengengam tangan Rafi. Rafi dengan siap siaga terus memberi dukungan kepada Clara sambil terus menitikkan air matanya melihat kesakitan yang di alami Clara.


"Sekarang dorong kuat"


Arghhhhh


Oe...oe....


Suara tangisan bayi langsung mengema di ruang persalinan itu. Rafi langsung bernapas lega sambil menciumi wajah Clara. Clara berlahan mengumpulkan tenaganya kembali untuk melahirkan anak keduanya.


"Selamat ya, Tuan. Bayinya laki-laki dan terlahir sehat dan sempurna." ucap Dokter itu memperlihatkan bayi mungil mereka.


Rafi dan Clara berlahan tersenyum melihat malaikat kecil mereka telah terlahir ke dunia ini. Rafi berusaha mengapus keringat Clara yang membasahi keningnya.


"Sekarang bersiap untuk anak keduanya ya, Nyonya." ucap Dokter bersiap untuk kembali membantu Clara.


"Ulangi seperti yang saya katakan tadi ya, Nyonya." ucap Dokter itu tersenyum ramah.


Clara langsung menganguk lalu kembali menarik napasnya pelan. Berapa kali Clara mengulanginya hingga akhirnya dokter itu berkata.


Dorong...


Arghhh....


"Kita ulangi lagi ya, Nyonya. Kumpulkan tenanganya. Ingat bayimu nyonya." ucap Dokter itu melihat Clara mulai lemas.


"Sayang, kau harus kuat. Ingat mereka membutuhkanmu." bisik Rafi berusaha menguatkan Clara.

__ADS_1


"Aku kuat, Sayang. Kau jangan menangis seperti itu." ucap Clara lirih ketika melihat Rafi terus menangis tiada hentinya.


"Ayo, Nyonya. Ikuti intruksi dari saya."


"Tarik napas... Buang pelan... Tarik lagi... Sekarang dorong."


Arghhhhh.....


Oe...oe....


Suara tangisan bayi dan juga suara ucapan syukur langsung mengema di ruang persalinan itu.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih." ucap Rafi memeluk Clara lalu menangis dalam pelukannya.


Melihat itu dokter dan para suster yang membantu Clara langsung ikut meneteskan air matanya. Mereka tidak menyangka jika seorang Rafi Alexander bisa sebucin itu kepada Clara. Bahkan dia tidak hentinya menangis melihat perjuangan Clara untuk melahirkan malaikat kecil mereka.


"Selamat ya, Nyonya. Bayinya perempuan, sangat cantik sama seperti ibunya." ucap Dokter memperlihatkan bayi kedua mereka.


"Baik, Sus" ucap Rafi menerima putranya.


Rafi mengomandangkan adzan dengan begitu lantangnya di teliga putranya. Semua orang yang mendengar suara Rafi, yang begitu merdu dan tidak ada kegugupan sama sekali langsung tersenyum bahagia.


Tentu saja yang jomblo langsung berdoa agar mereka mendapatkan jodoh seperti Rafi nantinya. Sedangkan yang sudah menikah berharap suami mereka bisa seperti Rafi. Sedangkan Clara terus meneteskan air mata kebahagiaannya melihat Rafi.


Setelah selesai menjalani perawatan Clara akhirnya di pindahkan ke ruang inap. Para sahabat beserta orang tua Rafi langsung mengerumuni Clara dan memenuhi ruangan Clara. Sedangkan kedua bayi mungil Rafi terus berpindah tangan kesana kemari karna ulah para sahabat mereka.


"Kau tampan sekali. Beda dengan papamu. Lihat matamu sangat indah, hidungmu juga sangat mancung." ucap Rayyan mengendong putra Rafi.


"Masak! Apa dia beda jauh dengan Rafi?" ucap Wildan dan Kinan menatap bayi mungil itu.


"Kau benar. Dia malah mirip denganku. Tampan dan mempesona. Pasti karna aku selalu memancarkan aura ketampananku sehingga tertular kepadanya." ucap Kinan dengan pedenya.

__ADS_1


"Enak saja. Jangan sampai dia sama sepertimu. Bisa-bisa nanti Rafi dan Clara cepat ke liang lahat." ucap Wildan mengidik ngeri membayangkan kelakuan Kinan.


"Sudah! Lebih baik dia samaku saja." ucap Zhia merebut putra Rafi dari tangan Rayyan.


"Lihat! Dia sangat tampan." ucap Zhia mengendong putra Rafi dan mengajaknya bercanda.


"Adi ayinya angat antik. Lya adi unya aingan deh." ucap Aulya menatap bayi perempuan Rafi di dalam gendongan Ria.


"Apa kau sudah menyiapkan nama untuk mereka Raf?" ucap Ronal menatap kedua cucunya.


"Filio Alexander dan Fiona Alexander." ucap Rafi dengan lantang.


"Bagus sekali namanya. Aku setuju" ucap Wildan.


"Hay adik Iona. Ihat ini ada aka Lya yang antik mempesona." ucap Aulya mencium gemas wajah gembul Fiona.


"Mana adik bayinya?" ucap Sania, Erlan, Gibran dan Yuki berlari ke dalam ruangan dengan seragam sekolah yang masih melekat pada tubuh mereka.


"Mama aku mau lihat bayinya." ucap Gibran melihat Filio yang ada di gendongan Zhia.


"Kenapa adik bayinya ada dua?" ucap Sania bingung.


"Mereka kembar sayang. Yang dalam gendongan Bibi Zhia itu bayi laki-laki namanya Filio. Sedangkan yang di dalam gendongan Nenek Ria itu bayi perempuan namanya Fiona. Jadi permintaan kalian semuanya di kabulkan. Kalian mempunyai adik laki-laki dan juga perempuan." jelas Rissa dengan lembut.


"Wah, jadi kami punya adik laki-laki dan adik perempuan?" ucap Gibran tersenyum.


"Ia, Sayang." ucap Rissa tersenyum menganguk.


"Tante! Aku mau gendong Fiona dulu." ucap Wildan mengambil Fiona dalam gendongan Ria.


Rafi dan Clara hanya menatap kedua bayi mereka yang menjadi rebutan para sahabat mereka. Fiona dan Filio juga mendapatkan hadiah yang sangat mewah dari para sahabat Rafi. Bukan hanya orang dewasa para bocil juga sudah menyiapkan hadiah untuk Fiona dan Filio. Bahkan mereka telah menabung sejak Clara baru ketahuan hamil.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2