
Ronal dan Ria mengadakan acara syukuran untuk kelahiran pewaris keluarga mereka. Mereka mengundang para sahabat dan juga keluarga beserta rekan bisnis mereka. Acara di lakukan di mension utama keluarga Alexander dengan sangat mewah dan meriah.
Clara masih sangat sibuk untuk memilih gaun untuk dia kenakan. Dia menatap pantulan dirinya di cermin yang terlihat masih gemuk. Jujur saja Clara merasa sangat risih dengan tubuh gemuknya. Apalagi Rafi adalah sosok pria yang menjadi incaran para gadis-gadis di luar sana.
"Kau kenapa, Sayang?'' ucap Rafi mengerutkan keningnya bingung melihat Clara yang terus bergaya di depan kaca.
"Sayang, aku sangat gemuk ya?" ucap Clara terus menatap dirinya di pantulan cermin.
"Memangnya kenapa?"
"Apa kau akan mencari wanita lain?"
"Kenapa kau berkata seperti itu?" ucap Rafi melingkarkan tangan kekarnya di perut Clara.
"Aku takut kau merasa risih dengan penampilanku yang semakin gemuk." ucap Clara menunduk sedih.
"Aku mencintaimu bukan karna kecantikanmu. Jadi bagaimanapun penampilanmu tidak masalah untukku."
"Jadi kau mencintaimu karna apa?"
"Karna Allah. Aku mencintaimu karna Allah. Jadi sama seperti cinta Allah yang tidak pernah pudar kepada hambanya, cintaku kepadamu juga tidak akan pernah pudar karna apapun."
"Ish! Kau so sweet. Aku makin cinta deh." ucap Clara membalikkan tubuhnya lalu mencubit gemas kedua pipi Rafi.
"Aku juga mencintaimu, Sayang."
"Tapi, aku ingin tubuhku kembali seperti dulu lagi. Langsing dan seksi." ucap Clara manja.
"Kenapa?"
"Bias semua orang bangga kepadaku." ucap Clara dengan angkuhnya.
"Jika aku terlihat cantik pasti orang akan memujimu karna bisa membahagiakan istrimu. Aku tidak mau membuat nama suamiku buruk karna penampilanku yang jelek." ucap Clara kembali.
"Aku akan selalu mendukung keputusanmu, Sayang. Asalkan kau bisa menjaga kesehatanmu dan mengingat jika Fiona dan Filio membutuhkan asimu."
"Kalau itu kau tenang saja. Aku akan terap mencukupi nutrisi putra dan putri kita. Aku menurunkan berat badanku dengan olahraga secara teratur. Tapi, aku akan tetap makan makanan yang bernutrisi secara tepat waktu agar kebutuhan Fiona dan Filio tetap terpenuhi."
"Baiklah! Zhia akan mengajarimu bagaimana caranya diet tanpa harus mempengaruhi nutrisi air asimu."
__ADS_1
"Terima kasih, Sayang. Kau memang suamiku yang paling tampan." ucap Clara memeluk Rafi.
"Ya sudah! Sekarang kenakan gaunmu. Aku mau melihat Fiona dan Fillio dulu." ucap Rafi mencium wajah Clara lalu melangkahkan kakinya menuju kamar Ria.
Sesampainya di kamar Ria, dia sudah melihat Fiona dan Fillio sudah tampil cantik dan tampan. Mereka berdua tertidur dengan pulasnya di dalam gendongan Sinta dan Rissa.
"Apa Clara sudah selesai?" ucap Zhia masuk ke kamar Ria.
"Dia masih ada di kamar. Tolong bantu dia ya, Zhi. Sudah berapa gaun yang dia coba tapi belum ada yang sesuai seleranya." ucap Rafi melirik jam tangannya.
"Baiklah! Serahkan saja semuanya kepada Zhia Ardinata." ucap Zhia dengan sombongnya lalu berjalan menuju kamar Rafi dan Clara.
"Apa penampilan mama sudah cantik, Raf?" ucap Ria memutar tubuhnya untuk memperlihatkan penampilannya kepada Rafi.
"Sudah! Mama akan selalu terlihat cantik di mataku." ucap Rafi tersenyum.
"Kau bisa saja. Mana lebih cantik mana, mama, Clara apa Fiona?" ucap Ria melipat kedua tangannya.
"Tentu saja Fiona." ucap Rafi tersenyum lalu mencium wajah gembul putrinya yang tertidur dalam gendingan Sinta.
"Kami sudah selesai. Ayo kita turun." ucap Clara datang bersama Zhia.
"Kau selesai juga, Sayang." ucap Rafi tersenyum melihat Clara sudah terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna ungu muda.
"Ayo kita turun. Sini Fillio biar aku yang gendong." ucap Clara mengambil Fillio dari gendongan Rissa.
Mereka semua langsung turun bersama-sama menuju ke lokasi pesta. Semua mata langsung terpana melihat Rafi dan Clara yang mengendong bayi mereka bersama-sama. Dengan penuh kebahagian para tamu langsung memberikan selamat atas kehadiran kedua bayi mungil mereka.
Terlebih lagi para bocil yang langsung berlari mengerumuni Clara dan Rafi. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat si gembul Fillio dan Fiona. Karna para bocil yang sangat berisik akhirnya Fillio dan Fiona terbangun dari tidurnya.
"Tan! Alian ibut, sih. Liat dedek bayi adi angun tan." ucap Aulya menyalahkan kempat bocil itu.
"Bukankah yang paling ribut itu kau, Lya?" ucap Yuki mengelengkan kepalanya pelan.
"Ia, sih. Api uala Lya tan ecil. Ama epelti ubuh Lya." ucap Aulya cengengesan tanpa dosa.
"Sudah tidak apa-apa. Ini kalian main sama adik bayinya ya." ucap Rafi meletakkan Fiona kedalam box bayi yang telah di hias begitu indahnya.
"Fillio uga alok ini ante." ucap Aulya menepuk box Fillio.
__ADS_1
"Baik, Sayang. Kalian main sama dedek Fillio dan Fiona ya. Tante dan paman mau sambut tamu dulu." ucap Clara meletakkan Fillio kedalam boxnya.
"Hay Fillio dan Fiona. Tante datang." ucap Tika datang bersama Dokter Randy.
"Wah! Om Oktel uga atang?" ucap Aulya.
"Ia, Aulya cantik. Dokter juga ingin melihat Baby Fillio dan Fiona juga." ucap Dokter Randy tersenyum.
"Dokter tampan sekali. Pasti Dokter pacarnya Tante Tika ya?" ucap Yuki menatap tangan Tika terus mengengam tangan Dokter Randy.
"Benar, Sayang. Oh, ia aku sampai lupa. Setelah acara kelulusan kita aku mau bertunangan dengan Kak Randy. Kalian datang ya." ucap Tika tersenyum.
"Wah! Kau mau tunangan dengan Dokter Randy, Tik? Selamat ya." ucap Dirga tiba-tiba datang bersama Rania.
"Ia, Ga! Soalnya Kak Randy ingin dinas ke luar kota selama setahun. Jadi kami memilih untuk bertunangan dulu." ucap Tika.
"Apa pun itu. Jika kalian memang jodoh maka, kalian akan tetap bersatu." ucap Clara tersenyum.
"Benar! Kesetiaan dan saling percaya adalah kunci dari sebuah hubungan. Kami akan mendoakan semoga kelak kalian akan di satukan oleh ikatan suci pernikahan." ucap Rania tersenyum.
"Aamiin" ucap semuanya serentak mengaminkan ucapan Rania.
"Tapi, bagaimana dengan kalian? Apa kalian akan terus seperti ini. Ingat sesuatu yang baik itu jangan di tunda-tunda. Nanti keburu di tikung orang lho." ucap Tika tersenyum.
"Aku masih sibuk mengurus restoran dan pekerjaanku di kantor papanya Dirga. Lagian Dirga juga mau menunggu sampai aku siap." ucap Rania tersenyum sambil merangkul mesra tangan Dirga.
Mendengar ucapan Rania, Dirga hanya tersenyum kecil sambil membelai lembut tangan Rania. Setelah acara di mulai mereka semua merayakan acara syukuran dengan penuh kemeriahan. Para tamu datang memberikan selamat dan hadia mereka kepada Fillio dan Fiona.
Rafi tidak henti-hentinya merangkul mesra pingang Clara. Dia terus mengamburkan kemesraannya di depan umum. Sedangkan Fillio dan Fiona selalu berpindah tangan kepada tamu undangan yang hadir.
Clara menatap haru kebahagian keluarga kecilnya. Setelah kematian kedua orang tuanya Clara tinggal sebatang kara di dunia ini. Tapi, kini Clara telah menemukan kebahagiaan yang melengkapi kehidupan yang dulu terasa hampa. Di tambah lagi dengan kehadiran Fillio dan Fiona membuat keluarga kecilnya bersama Rafi semakin lengkap.
Tidak ada jalan yang selalu mulus di dunia ini. Pasti banyak lika-liku kehidupan yang harus kita lewati untuk mendapatkan kebahagiaan kita. Intinya hanya satu, jangan pernah putus asa dan terus semangat untuk melewati hari-harimu. Percayalah akan ada pelangi setelah badai.
Tamat....
Hai semuanya🖐🖐🖐
Terima kasih sudah mengikuti kisah Clara dan Rafi sampai akhir🥰😘. Author ucapkan banyak terima kasih atas dukungan kalian semua. Karna jika bukan karna kalian semua author tidak akan ada apa-apanya🙏🙏.
__ADS_1
Untuk kisah cinta Rania dan Tika author akan buat kisah mereka sendiri ya😊. Jangan lupa mampir di karya author yang lainnya🥰😘😍.
Salam dari medan🙏🙏.