Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 39


__ADS_3

Kania yang kesal mendengar jika Rafi dan Clara sudah menikah langsung meningalkan tempat itu dengan penuh amarah. Apa lagi mendengar jika Clara sedang mengandung membuat kebencian Kiara semakin bertambah. Kania terus mengumpat kesal sambil bersumpah akan menghancurkan hidup Clara.


"Sial! Ternyata aku gagal menjadi Nyonya Alexander hanya karna pelayan murahan itu. Lihat saja aku akan menghancurkanmu!" ucap Kania mengacak-acak rambutnya frustasi.


Cukup lama Kania berdiam di mobilnya sambil menunggu Rafi dan Clara keluar dari swalayan itu. Hingga akhirnya dia melihat dua pasang suami istri itu keluar dari swalayan itu dengan mesranya.


"Tersenyumlah! Karna sebentar lagi kau akan lupa bagaimana caranya tersenyum" batin Kania tersenyum sinis lalu menghidupkan mesin mobilnya.


Setelah masuk ke dalam mobil Rafi tiba-tiba Clara melihat ada penjual bakso goreng di sebrang jalan. Berlahan Clara menelan ludahnya karna tergiur dengan jajanan kaki lima itu. Ingin sekali dia menyuruh Rafi untuk membelinya tapi, dia takut Rafi akan mengoceh seperti biasanya.


"Tuan! Aku lupa harus membeli sesuatu" ucap Clara turun secara terburu buru tanpa melihat area sekitarnya.


"Ra, biar aku temenin" ucap Rafi ikut turun dari mobilnya.


Melihat Clara yang ingin menyebrang. Kania langsung melihat jalanan yang kosong itu. Dengan cepat Kania melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi lalu menabrak Clara yang menyebrang.


Brughhh....


Arghhh....


"Clara...." teriak Rafi ketika melihat Clara terpelanting karna mobil Kania yang menabraknya di depan mata kepalanya sendiri.


"Sayang, Clara" ucap Kinan langsung berlari ke arah Clara yang telah tergeletak di jalan, dengan darah yang mengalir dari kepalanya akibat benturan yang sangat keras.


"Mampus!" batin Kania tersenyum sinis ketika melihat keadaan Clara dari kaca spion mobilnya.


Karna jalanan yang sangat sepi Kania bisa kabur dengan sangat cepat. Tidak lupa selama perjalanan dia terus tersenyum puas penuh kebahagiaan. Walaupun dia tidak bisa memiliki Rafi setidaknya Clara dan Rafi juga tidak bisa hidup bahagia bersama


Rafi berlari kearah Clara dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya. Dia memeluk Clara dengan eratnya sambil berteriak histeris melihat keadaan Clara yang tidak berdaya. Darah segar mengalir dengan derasnya dari kepala Clara sehingga membuat pakaian Rafi ikut terkena noda darah Clara.


"Sayang! Jangan tingalkan aku. Aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu" teriak Rafi histeris sambil terus memeluk Clara.


Bagaikan orang linglung dia tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Yang dia tau hanya satu dia tidak akan bisa hidup tanpa Clara di sampingnya. Walaupun mereka setiap hari bertengkar tapi ada cinta yang sangat besar di antara mereka berdua.

__ADS_1


"Raf, bawa Clara ke mobil cepat!" ucap Kinan menyadarkan Rafi.


"Mobil! Aku harus menyelamatkan Clara" gumam Rafi langsung membawa tubuh Clara kedalam gendongannya.


"Ayo! Cepat, Fi" ucap Rissa membuka pintu belakang untuk Rafi.


Dengan cepat Rafi meletakkan tubuh Clara di kursi belakang. Dengan cepat Rafi meletakkan kepala Clara di atas pangkuannya. Rapi, saat ingin mengelus rambut panjang Clara tiba tiba dia melihat darah di tangannya. Sadar tangannya yang itu tadi telah memegang paha Clara denagn cepat Rafi menatap ************ Clara.


"Ris!" ucap Rafi pelan sambil menatap paha Clara yang dilumuri darah yang keluar dari bagian intinya.


"Ya Allah! Ayo cepat jalankan mobilnya" ucap Rissa panik ketika melihat darah yang mengalir di ************ Clara.


Melihat itu Kinan langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia mengelakson setiap mobil yang ada di depannya. Tidak tinggal diam Rissa juga menghibarkan sapu tangannya untuk menandakan sedang ada keadaan darurat.


Para pengemudi yang mengerti dengan tanda yang diberikan Rissa langsung memberikan jalan kepada mereka. Terlebih lagi mereka melihat plat nomor mobil Kinan, dengan cepat mereka menyingkir karna takut terkena masalah. Siapa yang tidak kenal dengan Kinan dan tidak akan ada yang berani mencari masalah dengannya.


Selama di perjalanan Rafi tak henti hentinya menangis. Dia menatap wajah Clara yang di penuhi darah dengan penuh rasa penyesalan.


"Aku memang suami bodoh! Aku tidak bisa melakukan tugasku dengan baik" teriak Rafi menagis frustasi sehingga ait matanya jatuh tepat di wajah Clara.


"Siapa bilang aku membencimu? aku tidak membencimu, Sayang" ucap Rafi membelai wajah Clara.


"Apa tuan mencintaiku?" ucap Clara memengang tangan Rafi.


"Ia! Aku mencintaimu. Bahkan aku sangat mencintaimu. Maafkan aku yang tidak pernah menyatakan cintaku. Aku mohon jangan tingalkan aku, Sayang. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu" ucap Rafi dengan air mata yang terus mengalir.


"He..he... Ternyata tuan mencintaiku" ucap Clara terkekeh kecil lalu kembali memejamkan matanya.


"Clara! Bangun, Sayang. Kamu harus kuat demi cinta kita" ucap Rafi menepuk-nepuk pelan wajah Clara.


Mendengar ucapan Rafi, Clara berusaha membuka matanya kembali. Tapi, sayang tenanganya telah tidak ada lagi karna darah yang cukup banyak keluar dari tubuhnya.


"Kinan! lebih cepat lagi" ucap Rafi semakin panik karna Clara tidak lagi membuka matanya.

__ADS_1


"Kamu tenang dulu. Sebentar lagi kita sampai" ucap Kinan berusaha tenang.


Sedangkan Rissa tidak henti-hentinya meneteskan air matanya melihat besarnya cinta Rafi kepada Clara. Bagaimana tidak selama dia mengenal Rafi dia tidak pernah melihat Rafi meneteskan air matanya. Sedangkan saat ini kalau di tampung air mata Rafi sudah sangat banyak mengalir.


Sesampainya di rumah sakit Kinan langsung menepikan mobilnya. Dia langsung berteriak meminta pertolongan. Mendengar Kinan yang memanggil mereka para suster langsung berhamburan keluar sambil membawa bangsal dorong.


Rafi langsung meletakkan tubuh Clara di atas bangsal itu sambil terus mengengam tangan Clara. Tidak henti-hentinya Rafi terus meneteskan air matanya menatap Clara yang terbaring lemah di depannya.


"Sayang kau harus kuat! Aku tau kau adalah wanita yang kuat. Kamu pasti bisa melewati semua ini dengan mudah" batin Rafi menatap lekat wajah Clara.


"Silahkan tunggu di luar" ucap Suster menghentikan Rafi.


"Tapi, saya suaminya, Sus" ucap Rafi menatap tubuh Clara yang telah masuk kedalam ruangan untuk mendapatkan penanganan.


"Fi, biarkan dokter melakukan tugasnya. Kamu tunggu saja di luar" ucap Kinan berusaha menenangkan Rafi.


"Tapi, Nan" ucap Rafi menatap lekat wajah Kinan.


"Lebih baik kau berdoa untuk keselamatan istrimu, Fi" ucap Rissa menatap lekat wajah Kinan.


"Kau benar! Aku harus berbuat sesuatu" ucap Rafi berlari ke arah musholah rumah sakit.


"Fi! Kau tidak akan bisa menghadap Allah dalam keadaan seperti itu" teriak Kinan mengejar Rafi.


Mendengar ucapan Kinan, Rafi langsung menghentikan langkahnya lalu menatap Kinan dengan lekat.


"Kamu bersihkan saja tubuhmu. Aku punya baju koko dan juga sarung di dalam mobilku" ucap Kinan yang memang selalu menyediakan perlengkapan sholat di dalam mobilnya.


"Baiklah!" ucap Rafi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Rafi melakukan sholat dengan begitu khusyuknya sambil meneteskan air matanya. Dia menangis di dalam sujudnya untuk meminta agar kembali di berikan kepercayaan untuk menjadi imam untuk Clara. Rafi terus berdoa agar Clara di berikan keselamatan karna tidak ada yang lebih berarti dalam hidup Rafi selain hidup bersama Clara.


"Fi! Bayimu" ucap Kinan mencoba menghampiri Rafi yang masih berdiam diri di mushola.

__ADS_1


"Bayimu tidak bisa di selamatkan" sambung Kinan kembali sehingga membuat air mata Rafi kembali mengalir dengan derasnya.


Bersambung....


__ADS_2