Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 60


__ADS_3

Setelah mengantar Clara ke kampus, Rafi melajukan mobilnya menuju kantornya. Tapi, di perjalanan Rafi melihat Zhia berdiri di depan toko. Terlihat mereka sedang menungu kedatangan seseorang. Karna penasaran Rafi memilih untuk menepikan mobilnya dan menemui mereka.


"Hai, Zhi! Kau menungu siapa?" ucap Rafi.


"Hai, Raf! Aku sedang menunggu Rissa. Tapi, aku tidak melihat kedatangannya sejak tadi."


"Mama, Lya ama Aman Afi aja." ucap Aulya memegang tangan Rafi.


Mendengar ucapan Aulya, Rafi langsung menatap Zhia.


"Begini, Raf! tiba-tiba aku harus melakukan pemotretan sebentar lagi. Aku tidak tau harus menitipkan Aulya kepada siapa. Rayyan sedang ada rapat, sedangkan Rissa sampai sekarang belum datang." jelas Zhia.


"Aulya biar ikut denganku saja. Lagian aku tidak terlalu sibuk hari ini. Nanti setelah Clara pulang kuliah biar Aulya sama Clara saja." ucap Rafi.


"Enel Aman? Lya ica ikut ke antol aman?" ucap Aulya bersorak gembira.


"Ia, Sayang. Tapi, kau jangan nakal nanti. Ingat jangan sampai kau mengoda karyawan paman nanti." ucap Rafi mengingat kelakuan centil Aulya yang suka mengoda pria dewasa.


"Ndak tok, Aman. Aling Lya engida Akek Onal aja." ucap Aulya terkekeh kecil.


"Apa kau mau di jewer Oma Ria?" ucap Zhia menoel hidung putrinya yang mengemaskan itu.


"Ndak Ma! Oma Lia ndak ungkin alah ama Lya. Dia tan angat ayang ama Lya."


Mendengar ucapan Aulya, Zhia hanya mampu tersenyum sambil mengelengkan kepalanya kecil. Sedangkan Aulya langsung naik ke gendongan Rafi lalu melambaikan tangannya kepada Zhia.


"Ada, Ma. Lya elgi ama Aman Afi ya. Ingat mama ndak oleh alan ama plia lain. Alna mama anya ilik papa." ucap Aulya menatap tajam Zhia.


"Kau ini! Memang satpamnya papamu." ucap Zhia mencium gemas pipi gembul Aulya.


"Sudah! Ingat kau jangan nakal ya. Satu lagi gak boleh genit sama pria." ucap Zhia.


"Iap, Ma!" ucap Aulya menganguk patuh.


"Ya, sudah. Kami pergi dulu ya, Zhi. Bilang kepada Rissa jika Aulya sudah bersamaku." ucap Rafi.


"Ia, Raf. Terima kasih ya. Jika nanti Aluya nakal kau hukum saja dia." ucap Zhia.


"Aman ndak ungkin ukum Lya. Lya tan acal aman." ucap Aulya dengan penuh keangkuhan.


"Mana mungkin paman sudah punya istri. Nanti kau di marahi tante cantik." ucap Rafi.


"Oh, ia! Aman tan udah unya ante antik. Alau itu Lya ali acal alu aja.Lya ndak au adi impanan." ucap Aulya.


"Kau ini ada-ada saja. Sudah ayo kita berangkat, nanti paman terlambat." ucap Rafi mendudukkan Aulya di bangku depan.

__ADS_1


Rafi duduk di bangku pengemudi dan menghidupkan mobilnya. Tidak lupa dia melambaikan tanganya terlebih dulu kepada Zhia lalu melajukan mobinya. Rafi melajukan mobilnya dengan kecrpatan sedang sambil melirik Clara yang sibuk mengotak atik musiknya.


"Kenpa musiknya kau gonta-ganti seperti itu, Sayang?"


"Uciknya ndak enak aman." ucap Lya terus mengotak-atik musik.


Melihat kelaluan Aulya yang tidak bisa diam, Rafi hanya bisa membuang napasnya pelan sambil terus melajukan mobilnya. Tidak lupa Rafi juga mengawasi Aulya agar tidak jatuh.


"Aman anti ante antik uga atang ke antol apam?" ucap Aulya sudah lelah mengotak-atik musik.


"Ia, Sayang. Soalnya nanti sore paman ada rapat. Jadi Aulya sama tante cantik ya."


"Holle! Api anti Lya ama ante antik alan-alan ya."


"Boleh, Sayang. Nanti Lya ajak tante cantik jalan-jalan ya. Pasti tante cantik akan senang."


"Iap, Aman!" ucap Aulya tersenyum.


Setelah sampai di perkarangan kantornya Rafi menepikan mobilnya. Dia membawa Aulya kedalam gendongannya lalu berjalan menulusuri kantor. Aulya yang merasa sangat senang langsung turun dari gendongan Rafi dan memilih untuk berlari.


"Sayang, jangan lari-lari seperti itu. Nanti kau jatuh." ucap Rafi berlari kecil mengejar Aulya.


"Ndak aman! Lya ica alan tok." ucap Aulya terus berlari.


Tapi, tiba-tiba Aulya menghentikan langkahnya ketika melihat salah satu karyawan Rafi yang berhasil menarik perhatiannya. Tidak mau membuang waktu Aulya berlari kecil ke arah pria itu dan menyapanya dengan hangat.


"Hai, kau bersama siapa di sini anak manis?" ucap pria itu langsung terpesona dengan senyuman Aulya.


"Lya ke sini ama Aman Afi. Aman alyawannya Aman Afi ya?" ucap Aulya menunjuk ke Rafi yang sedang berbicara bersama beberap staf kantor.


"Jadi kau keponakannya Tuan Rafi ya? Paman adalah karyawannya Pamanmu, Sayang." ucap Pria itu menoel gemas wajah gembul Aulya.


"Aman udah unya acal elum?"


"Em! Emangnya kenapa, Sayang?"


"Ika aman elum unya acal, aman au ndak adi acal Lya?" ucap Aulya tersenyum manis sambil mengengam tangan pria itu.


"Ya Allah, Lya! Kau ini." ucap Ronal mengelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan Aulya.


"Akek Ada i sini? Atek angu acala Lya aja." ucap Aulya memayunkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


Melihat kelakuak Aulya semua karyawan yang melihatnya langsung terkekeh kecil. Semua karyawan menatap gemas Aulya. Bahkan ada juga karyawan yang tidak tahan lagi langsung mengoda Aulya sambil menatapnya gemas.


"Dasar kau putrinya Rayyan. Apa kau tidak bisa seperti mamamu?" ucap Ronal mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Lya tan utlinya papa, Akek. Adi Lya ama epelti papalah." ucap Aulya terus menjawab.


"Terus apa kau bukan putri mamamu?"


"Utli mama uga."


"Kalau begitu kenapa hanya sifat papamu yang kau bawa?"


"Em! Napa ya? Lya uga ndak au." ucap Aulya nampak berpikir sambil mengetuk pelan dagunya mengunakan jarinya.


"Kau lucu sekali, Sayang. Ingin sekali paman menciummu." ucap Pria yang di lamar Aulya.


"Ika aman au ium Lya. Aka aman alus ikahi Lya ulu." ucap Aulya dengan bijak.


"Em! Kau melakukan kehebohan apa lagi hari ini? Apa bisa kau tidak genit sebentar saja?" ucap Rafi mendekati Aulya.


"Lya sebenalnya au aman. Tapi, aman ini angat ampan. Adi Lya ndak ahan." ucap Aulya tersenyum manis.


"Kau ini! Ayo kita ke ruangan paman." ucap Rafi membawa Aulya kedalam gendongannya.


"Pa! Apa papa melihat Bisma?" ucap Rafi mentap Ronal.


"Memangnya ada apa?"


"Jika papa melihatnya suruh dia ke ruanganku ya, Pa. Aku mau membahas rapat nanti sore dengannya."


"Baiklah! Nanti papa akan menyuruhnya." ucap Ronal.


"Ingat jaga sikapmu ya. Kau itu anak gadis gak boleh seperti itu lagi." ucap Ronal menoel wajah gembul Aulya.


"Iap, Akek. Akek uga angat ampan. Api ayang akek udah ilik oma." ucap Aulya mengoda Ronal sambil memainkan mata indahnya.


"Kau ini!" ucap Ronal gemas melihat melihat kelakuan Aulya.


"Dada ama ampan. Anti ita emu agi ya." ucap Aulya melambaikan tangannya kepada pria yang dia lamar tadi.


Melihat kelakuan Aulya yang tidak bisa diam, Rafi hanya mampu membuang napasnya pelan. Tidak mau membuat suasana semakin heboh Rafi memilih untuk membawa Aulya kedalam ruangannya. Rafi mendudukkan Aulya di sofa lalu menghidupkan televisi agar Aulya bisa diam.


Tapi, baru saja Rafi meletakkan bokongnya di kursi kuasanya Aulya kembali bertingkah. Aulya kembali mengoda Bisma yang baru masuk ke ruangan Rafi.


"Eh, ada aman Isma. Aman Isma ampan tali."


"Aulya!"


"Upss! Oly Aman Afi. Lya iam." ucap Aulya menutup mulutnya lalu kembali mentap layat televisi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2