
Saat sedang terlelap dalam tidurnya tiba-tiba Clara merasakan mual yang sangat hebat. Dia dengan cepat bangun lalu berlari ke kamar mandi.
Huek....huek.....
Clara mengeluarkan semua isi perutnya terus menuerus. Hingga akhirnya Clara merasakan lemas pada sekujur tubuhnya. Rafi yang terusik karna suara rintihan Clara langsung bangun dari tidurnya. Rafi dengan panik menghampiri Clara yang terus memuntahkan isi perutnya di dalam kamar mandi.
"Sayang! Kau kenapa?" ucap Rafi panik sambil memijit pelan pundak Clara.
"Aku gak tau, Sayang. Tiba-tiba saja aku merasa mual." ucap Clara lirih sambil memegang perutnya.
"Sudah! Ayo kita keluar. Nanti kau malah masuk angin lagi." ucap Rafi membawa Clara kedalam gendongannya.
Dengan lembut Rafi meletakkan tubuh Clara di atas ranjang mereka. Rafi menatap wajah pucat Clara dengan penuh rasa iba. Dia mengambil segelas air untuk Clara lalu memberi Clara minum.
"Apa masih mual, Sayang?" ucap Rafi mengusap lembut rambut Clara.
Mendengar ucapan Rafi, Clara langsung mengelengkan kepalanya pelan lalu memeluk Rafi dengan manja.
"Apa kau mau aku pijitin?" ucap Rafi tersenyum.
"Tidak! Aku lapar, Sayang." ucap Clara memegang perutnya yang mulai keroncongan.
"Kau mau makan apa, Sayang?"
"Aku mau mie rebus. Tapi di tarok sayurnya yang banyak. Lalu telurnya dua ya." ucap Clara tersenyum memperlihatkan wajah imutnya.
"Siap, tuan putri. Kau tunggu di sini saja ya. Biar kau masak mie rebus spesial untuk istriku yang paling spesial." ucap Rafi tersenyum sambil mengacak-acak rambut Clara.
Rafi berlahan melangkan kakinya keluar dari kamar dan menuju dapur. Dia mengusap wajahnya kasar sambil menatap jam dinding di ruang tamu. Dia melihat jam masih menunjuk ke pukul tiga dini hari. Jujur saja Rafi sangat malas melakukan aktivitas, terlelebih lagi cuaca pagi yang begitu dingin.
Tapi, mengingat senyuman istrinya berlahan rasa malasnya hilang dengan sekejap. Dia berjalan ke dapur dan mengeluarkan semua bumbu untuk memasak mie rebus pesanan istrinya. Dia memotong semua sayuran dan juga meracik bumbu tambahan agar rasa masakannya semakin nikmat.
Dengan lihainya Rafi memasukkan satu persatu bahan masakannya ke dalam wajan. Sambil menungu mienya masak Rafi membuat teh jahe untuk Clara. Setelah selesai Rafi menata mie rebus beserta air minum dan juga teh jahe di atas mampan. Dia dengan penuh kesabaran Rafi membawanya ke kamar.
__ADS_1
"Sayang! Pesanannya sudah datang." ucap Rafi membuka pintu.
"Sini, Sayang. Wangi sekali. Pasti rasanya sangat enak." ucap Clara dengan girangnya.
"Awas panas." ucap Rafi meletakkan mampan itu di atas meja.
"Sayang! Suap." ucap Clara dengan manjanya.
Melihat sikap Clara yang semakin lama semakin manja Rafi berlahan melayangkan senyumannya. Tidak ada rasa kesal sedikitpun dalam hatinya melihat sikap Clara. Bahkan dia dengan penuh kesabaran menyuapi Clara dengan penuh kesabaran.
...----------------...
Tika yang mendengar jika Clara tidak masuk kuliah karna sakit langsung merasa cemas. Setelah jam kuliah berakhir dia bersiap-siap untuk menjenguk sahabatnya itu.
"Tik! Clara mana? kenapa dia tidak masuk kampus hari ini?" ucap Rania yang memang tidak melihat keberadaan Clara sejak tadi.
"Clara izin, Ra. Aku dengar dia sakit." jelas Tika
"Apa! Jadi Clara sakit? Kalau begitu ayo kita menjenguknya." ucap Rania merasa khawatir.
"Mungkin dia sudah pulang. Lebih baik kita pergi sekarang." ucap Rania menarik tangan Tika.
Mereka berdua pergi ke kediaman Alexander bersama-sama. Tidak lupa mereka berhenti di toko buah untuk membeli buah tangan untuk Clara. Sesampainya di kediaman Alexander Tika langsung menepikan mobilnya lalu melangkahkan kakinya memasuki mension Rafi.
"Kau kenapa diam seperti itu? Ayo turun." ucap Tika melihat Rania yang hanya diam di mobil.
"Kau saja yang masuk. Aku tunggu di sini saja." ucap Rania menatap mension Rafi yang sangat luas.
"Kau bilang mau menjenguk Clara. Ayo turun."ucap Tika menarik Rania untuk turun dari mobilnya.
"Hey! Ada Tika. Ayo masuk." ucap Ria melihat Tika dan Rania hanya berdiri di dekat mobil.
"Ia, Tan." ucap Tika tersenyum lalu melangkahkan kakinya mendekati Ria sambil menarik Rania.
__ADS_1
"Kau kenapa Rania? Ayo masuk. Tidak usah takut, tante gak makan orang kok." ucap Ria tersenyum melihat Rania terus menunduk tidak berani menatapnya.
"Ia, Tante." ucap Rania tersenyum lalu melangkahkan kakinya mengikuti Tika dan Ria.
"Kalian pasti mau menjenguk Clara ya? Dia sedang ada di dalam kamarnya." ucap Ria mengantarkan Tika dan Rania ke kamar Clara dan Rafi.
"Memangnya Clara sakit apa, Tan? Padahal semalam dia baik-baik saja. Bahkan dia makan banyak di kantin kampus." ucap Tika.
"Apa jangan-jangan Clara hamil? Aku perhatikan sekarang Clara makannya banyak banget." ucap Rania mengingat Clara yang kini hoby makan.
"Kenapa tante gak kepikiran ya. Memang beberapa hari ini Clara sangat suka makan di malam hari. Bahkan tante sering memergoki Rafi lagi masak untuk Clara di pagi buta." ucap Ria mulai mengingat kelakuan Clara yang kini sangat suka makan di tengah malam.
"Wah! Akhirnya Kak Rafi junior datang juga." ucap Tika bersorak gembira.
"Andai saja dulu Kak Rania tidak melakukan kebodohan itu. Pasti Clara dan Kak Rafi sekarang sudah melihat bayinya." ucap Rania mengingat kejadian beberapa bulan lalu.
Mendengar ucapan Rania, Ria dan Tika langsung menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Rania. Mereka dapat melihat jika Rania sedang berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ria dengan penuh kelembutan mengengam tangan Rania lalu menatapnya dengan penuh kasih sayang.
"Kau tidak perlu larut di dalam masa lalu. Kakak dan kedua orang tuamu telah tenang di alam sana. Sekarang lebih baik kau fokus menatap kedepan dan bangunlah masa depanmu lebih baik lagi." ucap Ria tersenyum.
"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Begitu juga tante, Rafi dan juga Clara. Tapi, dari kesalahan itu kita bisa melajar untul membuat diri kita lebih baik lagi. Sudah, kau tidak perlu mengingat kejadian itu lagi. Lagian dengan kejadian itu hubungan Rafi dan Clara kini sudah semakin baik lagi. Kita doakan saja semoga dugaan kita benar." ucap Ria kembali sambil mengelus lembut rambut Rania.
"Kalian memang sangat baik. Semoga dugaan kita benar dan Clara bisa cepat sembuh." ucap Rania terharu lalu memeluk Ria.
"Aamiin. Semoga kau juga segera mendapatkan kebahagiaanmu." ucap Ria tersenyum lalu membalas pelukan Rania.
"Sudah! Ayo kita menemui Clara sekarang. Pasti Clara sangat senang melihat kira datang menjenguknya." ucap Tika melangkahkan kakinya dengan penuh semangat.
Namun, saat memasuki kamar Clara dan Rafi tiba-tiba mereka melihat penampakan yang sangat mengejutkan.
"Buahha..ha... Kak Rafi! Ha...ha..." ucap Tika duduk di lantai sambil memegang perutnya.
Begitu juga dengan Rania dan juga Ria, mereka tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka masing-masing.
__ADS_1
Bersambung.....