Pembantu Somplak Mr. Arrogant

Pembantu Somplak Mr. Arrogant
Part 51


__ADS_3

Sesampainya di perkarangan kampus Clara, Rafi menepikan mobilnya. Rafi segera turun dari mobilnya lalu membukakan pintu untu Clara. Tidak lupa Rafi menyodorkan tangannya untuk membantu Clara turun dari mobil. Melihat sikap Rafi yang semakin hari semakin romantis Clara hanya bisa tersenyum lalu mengengam tangan Rafi lalu turun dari mobil dengan hati-hati.


"Hai, Ra! Kau sudah sembuh?" ucap Rania mendekati Clara bersama Dirga.


"Allhamdulillah aku sudah baikkan. Tapi, kalian sudah jalan bareng lagi. Apa kalian sudah...?" ucap Clara melirik tangab Dirga yang mengengam tangan Rania.


"Gak ada salahnya, memperbaiki hubungan yang pernah rusak'kan?" ucap Dirga tersenyum.


"Kau benar!" ucap Clara setuju dengan ucapan Dirga.


"Oh, ia! Dua minggu lagi kami akan mengadakan resepsi. Kami harap kalian datang ya" ucap Rafi tersenyum.


"Wah! Jadi kalian akan mengadakan pesta? Ra, kau memang hebat bisa mencairkan gunung es seperti Tuan Rafi" ucap Dirga terkekeh.


"Gunung es yang paling tampan" ucap Clara tersenyum sambil mencolek kecil perut Rafi.


"Kau juga sangat cantik" ucap Rafi tersenyum sambil merangkul mesra Clara.


Tanpa Rafi sadari kelakuannya malah menjadi sumber perhatian semua orang. Para mahasiswa yang melihat kemesraan Rafi dan Clara langsung berbisik-bisik kecil. Terlebih lagi yang mereka tau Clara hanyalah gadis yatim piatu yang miskin. Hal itu semakin membuat mereka binggung kenapa pengusaha ternama seperti Rafi bisa mengumbar kemesraannya di depan umum bersama gadis miskin seperti Clara.


"Sayang, malu di lihat orang" ucap Clara langsung menepis tangan Rafi lalu menjaga jarak mereka.


"Hai, Kak Rafi! Hai, Ra! Kau sudah mulai ke kampus?" ucap Tika langsung memeluk Clara dengan dangat bahagia.


"Ia, Tik. Mulai sekarang aku sudah kembali belajar seperti biasa lagi" ucap Clara tersenyum bahagia.


"Kalian tadi bicara apa? Tadi kalau tidak salah kalian membicarakan pesta" ucap Tika yang mendengar sedikit pembicaraan mereka.


"Ia, kami akan mengadakan resepsi pernikahan. Aku harap kau datang ya. Bawa adik ipar" ucap Rafi tersenyum.


"Adi ipar dari mana? Orang Tika itu jomblo sejati" ucap Clara terkekeh kecil.


"Ehem! Mentang-mentang sudah menjadi nyonya muda Alexander kau bisa ngomong seperti itu. Apa kau lupa jika sebelum menikah dengan Kak Rafi kau itu seniornya jomblo sejagat" ucap Tika tidak terima.


"Yang penting sekarang aku tidak jomblo lagi" ucap Clara masa bodoh.


"Kau tenang saja, Tik. Tuan Rafi punya banyak kenalan pengusaha muda. Kau mau yang mana tinggal pilih saja. Biar Tuan Rafi nanti yang mengurusnya. Benar'kan Tuan?" ucap Dirga tersenyum kecil.

__ADS_1


"Benar! Kau mau yang mana? Tinggal pilih saja. Nanti di acara resepsi mereka semua akan datang." ucap Rafi tersenyum hangat.


"Eh! Itu bukannya Rafi Alexander ya?" bisik para mahasiswi yang melihat Rafi.


"Tapi, kenapa dia sangat mesra dengan gadis miskin itu?"


"Ia! Tapi, aku dengar Clara menjadi pembantu di istana Alexander"


Rafi yang mendengar bisikan para mahasiswi itu langsung membuang napasnya pelan. Dia menatap Clara lalu merangkulnya dengan mesra di depan umum. Tidak hanya itu Rafi juga mencium wajah Clara di depan umum sehingga membuat semua mahasiswi yang melihatnya terkejut.


"Sayang! Kau apaan, sih?" ucap Clara menunduk malu.


"Agar semua orang tau kau adalah istriku. Kau bukanlah gadis miskin yang seperti mereka katakan. Kau sekarang adalah Nyonya Muda Alexander." ucap Rafi menatap semua mahasiswa yang menatap mereka.


"Hai, semuanya! Saya adalah Rafi Alexander, suami sah dari Clara Alaysya. Di sini saya ingin mengundang kalian semua ke acara resepsi pernikahan kami, yang akan di adakan dua minggu lagi. Saya harap kalian semua bisa hadir di acara pesta resepsi pernikahan kami." ucap Rafi dengan lantangnya.


Mendengar ucapan Rafi, semua orang yang ada di san langsung terkejut. Mereka tidak menyangka jika gadis miskin yang selama ini mereka jauhi, kini telah menjadi menantu keluarga Alexander. Sedangkan Clara hanya menunduk malu mendengar Rafi yang mengumumkan soal hubungan mereka di depan umum.


"Aku berangkat ke kantor dulu ya, Sayang. Kau belajarlah dengan rajin" ucap Rafi mencium kening Clara lalu mengacak acak rambut Clara.


Melihat perlakuan Rafi kepada Clara para chiby-chiby yang melihatnya langsung bersorak histeris. Mereka tidak menyangka jika Rafi Alexander si pria Arrogant dan juga mendapat julukan gunung es ternyata bisa seromantis itu.


"Ra, lho kasih pelet apaan tu anak orang?" ucap Tika terus menatap mobil Rafi yang mulai menjauh.


"Ia, Ra. Jampi-jampimu hebat banget" ucap Dirga menatap Clara dengan tatapan anehnya.


"Ternyata Tuan Rafi bukan pencita pria ya. Ternyata dia pria normal seperti para sahabatnya" ucap Rania sehingga membuat Clara, Tika dan Dirga langsung menatap ke arahnya.


"Maksudmu apa, Ra?" ucap Clara binggung.


"Maksudku ternyata Tuan Rafi pria normal. Padahal aku pernah menduga dia itu pria yang punya kelainan karna, tidak pernah berhubungan dengan wanita." ucap Rania jujur.


"Sudahlah! Kebih baik kita masuk kelas. Sebentar lagi kelas mau di mulai" ucap Dirga menarik tangan Rania.


"Ayo, Ra" ucap Tika merangkul tangan Clara dan berjalan menuju kelas mereka.


...----------------...

__ADS_1


"Hai, kakak ipar" ucap Rafi menemui Zhia dan Tika yang kebetulan sedang berkumpul di kantor Kinan.


"Wah! Kesambet setan apa, Raf?" ucap Kinan mentap Rafi binggung.


"Lagi kesambet setan di mabuk asmara." ucap Rafi tersenyum sendiri lalu duduk bergabung dengan para sahabatnya.


"Oh, ia aku membawa hadiah untuk kakak iparku yang paling cantik" ucap Rafi memberikan sebuah kotak kado kepada Zhia dan Rissa.


"Kami tidak kau beri, Raf?" ucap Sinta dan Nur melihat Rafi hanya memberikan hadiah kepada Zhia dan Nur.


"Oh, maaf! Aku lupa. Tapi, aku akan memberikannya lain waktu ya. Aku memberikan hadiah ini sebagai ucapan terima kasihku. Karna, Zhia dan Rissa sudah memberikan kejutan yang sangat istimewa untukku" jelas Rafi tersenyum membayangkan malam panasnya semalam bersama Clara.


"Aku tau! Kau pasti sudah melepaskan sesuatu yang kau pendam selama ini'kan?" ucap Rayyan mengoda Rafi.


"Kau benar. Aku memang sangat beruntung punya sahabat seperti kalian. Tapi, karna istri-istrri kalian yang sangat pengertian" ucap Rafi sehingga membuat keempat sahabatnya menjadi cemburu.


"Hem! Dulu saja sebelum kami belum punya istri. Kau selalu memuji kami. Tapi, sekarang kau lebih sering memuji anak dan istri kami" ucap Wildan memelas.


"Ha..ha.. Sama anak istri saja cemburu. Dasar!" ucap Rafi terkekeh kecil melihat ekspresi Wildan.


"Apa semalam kau sudah mengunakan milikmu itu lagi. Padahal sudah lima tahun kau memenjarakannya. Apa dia masih bisa melakukan tugasnya dengan baik?'" Tanya Kinan dengan polosnya.


"Apa kau mau mencobanya?" ucap Rafi menatap kesal Kinan.


"Silahkan saja. Kalau tidak salah di sini ada ruang istirahat" ucap Rayyan tersenyum.


"Enak saja! Kau kira kami pria apaan?" ucap Rafi dan Kinan serentak sambil melempar bantal sofa ke wajah Rayyan.


"Sayang, bantu aku" ucap Rayyan bersembunyi di belakang Zhia.


"Dasar aneh! Meminta perlindungan kepada istri." ucap Ardiyan terkekeh.


"Kau bilang apa, Ardiyan? Apa kau masih sayang dengan pekerjaanmu?"


"Maaf! Tadi lidah saya keseleo"


Bersambung.....

__ADS_1



__ADS_2