Pembatas Rasa (Aku, Kamu Dan Dia)

Pembatas Rasa (Aku, Kamu Dan Dia)
Bab 35 : Kembali ke dunia nyata


__ADS_3

Naya mengerjabkan mata menatap Bagas yang sedang menatapnya dalam dan....intens.


"Gas.... Bagas!" panggil Naya sambil mengipaskan tangan di depan wajah Bagas.


Bagas tergagap seketika kembali ke dunia nyata, ia sadar dan terbangun dari lamunan gilanya tadi yang sempat ingin mengecap bibir tipis Naya.


"Are you oke Gas?" tanya Naya lembut.


"Sorry Nay, aku lagi nggak fokus, terlalu exciting bisa ketemu kamu lagi, seolah-olah kamu nggak nyata" jawab Bagas asal sambil menggelengkan kepala mencoba mengusir bayangan bibir tipis Naya.


"Dih... hantu dong kalo nggak nyata?" dengus Naya pelan.


"Lebih tepatnya bidadari," sahut Bagas ngegombal.


'Ya udah ah gue turun ya takut melayang denger gombalanmu," pamit Naya lalu membuka pintu mobil dan berjalan memutari mobil lalu berdiri di sisi kanan mobil yang sedang Bagas kendarai.


Bagas menurunkan kaca mobilnya dan mengulas senyum manis terhadap wanita yang ternyata masih begitu cantik dan masih memiliki sebagian hatinya itu.


"Hati-hati dijalan ya Gas, dan safe flight buat besok," ucap Naya lembut.


"Aku masih boleh ngehubungin kamu kan Nay?" tanya Bagas ragu-ragu, kini Bagas malah sudah turun dari mobil dan berdiri berhadapan dengan Naya.


Naya terkekeh kecil."Bolehlah, kenapa nggak boleh?"


"Takutnya kamu keganggu aja."


"Nggak kok, aku malah seneng ada teman lagi, udah sana cepet balik hotel, besok harus terbang pagi kan?" usir Naya lembut.


"Bye Nay and have a nice sleep." Bagas melambai lalu berlalu dari hadapan Naya, padahal sebenarnya Bagas ingin dipersilahkan masuk dan mengobrol sebentar dengan Naya.


Naya mengulas senyum, ternyata keluar dari tempat persembunyiannya itu tidaklah semenakutkan itu, apalagi kalau memiliki circle pertemanan yang asyik seperti teman-teman SMP nya dulu.


Baru melangkah memasuki rumah, suara notifikasi pesan di aplikasi hijau tersebut sahut menyahut meminta atensi Naya.


Naya menghela nafas panjang, hari-hari nya pasti akan disibukan dengan tingkah laku absurd teman SMP nya.


Bagaimana tidak, baru saja berpisah beberapa waktu yang lalu dan baru saja membentuk group whatsapp, mereka sudah aktif berbalas pesan seperti ini.


Naya merebahkan tubuh di ranjang, Reza belum terlihat sampai di rumah, untuk mengisi waktu luang sambil menunggu kantuk datang Naya membaca pesan yang masuk di ponselnya.


Hingga suara panggilan telepon mengusik dirinya, Radit yang sampai hari ini masih sah berstatus suami itu masih setia menghubungi lewat chat maupun telepon, tapi usaha pria itu tak sedikitpun menggugah hati Naya untuk membalas pesan atau panggilannya.


Buat apa Naya respon? Kalau kenyataannya pria itu akan mengulangi lagi perbuatannya sehabis Naya memberi maaf dan kesempatan lagi.

__ADS_1


Sedang badmood karena telepon dari Radit barusan, mata Naya tiba-tiba mendelik menerima pesan dari Bagas, karena penasaran Naya membuka pesan yang dikirim dari nomor Bagas tersebut.


'Sudah mandi dan packing, besok tinggal berangkat, dan minggu depan aku ada schedule flight lagi ke Jakarta'


Bunyi pesan dari nomer Bagas membuat mata Naya ketap-ketip, ini bukan seperti yang ia pikirkan kan?


'Safe flight Gas and have a nice dream 😊' balas Naya akhirnya.


Ada rasa yang tak biasa di dalam dada sana, rasanya ada getar yang tak biasa yang Naya rasakan.


Apakah secepat itu Naya tertarik dengan lawan jenis, padahal dirinya dan Bagas baru saja bertemu, apalagi mereka sama-sama memiliki pasangan, ya meskipun status pernikahannya dan Radit sedang tak baik-baik saja dan berada di ujung tanduk.


Meski begitu Naya tak mungkin akan berlaku serong dengan pria lain sebelum dia memutuskan tali pernikahannya.


Kembali layar ponselnya bergetar menampilkan nama Radit disana, dengan kesal Naya meriject panggilan tersebut lalu melempar asal di atas tempat tidur.


***


Naya sedang membersihkan lantai rumahnya, Reza belum terlihat keluar dari kamar, mungkin adiknya itu kelelahan karena semalam harus lembur karena pagi ini ada pesanan yang minta diantar pagi-pagi.


Ponsel di saku celana pendeknya bergetar, setelah mengelap tangannya Naya lalu mengambil ponsel tersebut dan mengeryit bingung ketika membaca nama si penelepon.


Tidak ingin membuang waktu, dan penasaran juga kenapa pagi-pagi Bagas menghubungi dirinya, akhirnya Naya mengangkat teleponnya.


"__"


"Nggak papa Gas, nggak ganggu kok."


"__"


"Biasalah emak-emak pagi pagi harus beberes rumah."


"__"


"Menghina kamu, ya bisalah." Akhirnya karena tak enak sama Bagas yang terus memakai kata aku kamu waktu berbicara dengannya, Naya pun membiasakan diri menggunakan kata aku kamu untuk mengganti kata gue lo kepada Bagas.


"__"


"Ya kamu pakai kata aku kamu, masak aku bales lo gue, nggak sopan aja kali."


"__"


"Betewe ngapain Gas, pagi pagi udah ngehubungin aku?" tanya Naya karena tak tahan dengan rasa penasarannya.

__ADS_1


"__"


"Ya nggak papa sih, nggak masalah kok kalo mau contact aku, selama nggak ada yang keberatan ya."


"__"


"Aku? Nggak nggak ada kok."


"__"


"Hmm next time deh kalo siap aku bakalan cerita."


"__"


"Oke Gas take care and safe flight ya."


"__"


"Bye."


Selepas obrolan mereka yang entah benar atau tidak kecurigaan Naya ini, Naya merasa obrolan mereka seperti obrolan sepasang kekasih saja.


Masak Bagas masih memendam rasa yang sama terhadapnya, setelah sekian lama berlalu?


Naya menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menepis semua prasangkanya yang belum tentu benar itu.


"Mbak Naya ngapain dari tadi geleng-geleng kepala mulu?" tanya Reza yang sejak tadi menyandarkan lengannya di kusen pintu kamarnya dan heran melihat kakaknya duduk dengan memegang gagang pel dan sesekali menggelengkan kepala.


"Hah?!" pekik Naya kaget karena melihat kemunculan Reza yang tiba-tiba.


"Gitu amat responnya? Dapet telpon dari siapa? Mesra amat? Bukan dari mas Radit kan?" cecar Reza sambil melangkah ke dispenser untuk mengambil air putih.


"Bukan," jawab Naya cepat.


"Lalu siapa? Kok mbak Naya terlihat blushing gitu?" tanya Reza lagi.


"Teman Za, teman!" jawab Naya kesal.


"Inget ya mbak, jangan menjalin hubungan dengan siapapun sebelum urusan mbak Naya sama mas Radit selesai," nasehat Reza lembut.


Naya memanyunkan bibirnya kesal. "Lagian siapa sih Za yang mau berhubungan sama orang lagi, aku masih trauma ini, masih berasa sakitnya, mana mungkin aku bisa segegabah itu menjalin hubungan dengan orang baru."


"Aku kan cuman mengingatkan mbak, biasanya cewek kan suka klepek-klepek kalo dikasih perhatian dikit sama cowok lain, apalagi kalo cowok itu capable buat dijadiin pasangan, pesenku cuman satu selesaiin urusan mbak Naya sama mas Radit dulu sebelum memulai hubungan baru dengan orang lain."

__ADS_1


Bukannya senang mendengar nasihat sang adik, Naya justru mendengus kesal dan berlalu dari sana untuk menyiram tanamannya.


__ADS_2