
Tepat seperti yang diperkirakan Radit sebelumnya bahwa apartemen tempat tinggalnya bersama Nindya tak rela dilepas oleh perempuan itu untuk melunasi semua hutang Radit.
"Nggak ada ya Dit? Kalo lo mau jual ya jual aja rumah warisan dari orang tua lo itu, lagian status kita kan cuman teman kumpul ke** jadi nggak ada kewajiban gue buat ngebayarin utang-utang lo!" teriak Nindya tak terima atas usulan yang Radit sampaikan.
"Tapi Nin ini mendesak, aku cuman dikasih waktu satu minggu buat ngelunasin utang-utang ku, please Nin bantu aku, bukankah apartemen ini aku juga yang beli?" Radit gemas tapi ia tak bisa berbuat banyak.
"Lalu? Ini kan bayaranku jadi budak se** mu selama dua tahun." Sungguh ucapan Nindya membuat hati Radit bagaikan teriris sembilu, bagaimana bisa perempuan yang ia perjuangan mati-matian hanya menganggap dirinya sugar daddy nya.
Tak diminta tapi wajah Naya melintas dalam ingatan Radit, perempuan cantik yang penuh pesona dan tak pernah menuntut macam-macam yang telah begitu tega ia campakan.
Benar kata Raisa bahwa dia salah menukar Naya dengan Nindya yang jauh bibit, bobot dan bebetnya, andai saja Naya yang diposisi Nindya saat ini, Radit yakin bahwa Naya akan menyerahkan aset yang ia miliki untuk membantu Radit.
"Dasar cowok bego lho Dit!" Maki Radit terhadap dirinya sendiri dengan sesekali memukul kepalanya kasar.
Nindya hanya mencibir tak peduli dengan aksi yang dilakukan Radit, bagi Nindya harta dan kekayaan adalah segalanya.
Andai sekarang Radit sudah collapse, miskin dan tak bisa membiayai gaya hidupnya, Nindya akan pergi meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Apalagi saat ini ada pak Burhan yang bisa ia jadikan mesin ATM baru pengganti Radit, ya meskipun pria uzur itu tak menarik minat Nindya tapi hartanya bisa menjadi pemikat tersendiri untuk Nindya.
***
Seminggu berlalu dan pak Doni kembali datang untuk menagih tunggakan pembayaran dari Radit.
Akhirnya, dengan terpaksa Radit menyerahkan usaha dealernya untuk melunasi hutang-hutangnya kepada pak Dodi, ada sisa uang alih kepemilikan dealer itu Radit serahkan ke supplier lain untuk melunasi semua tunggakan yang belum dibayar Radit.
Praktis hari ini Radit menjadi pria kere tanpa sepeserpun uang di rekeningnya.
Dengan lunglai Radit kembali ke apartemen tempat tinggalnya bersama Nindya, tapi alangkah terkejutnya dia semua barang-barang pribadi teronggok di lorong dekat pintu keluar apartemen mereka.
Lalu Radit mencoba menggedor pintu beberapa kali, dan karena tak ada tanggapan dari Nindya akhirnya Radit mencoba menghubungi Nindya hasilnya..... nihil, nomor Radit diblokir oleh perempuan itu.
Nindya kabur dengan pak Burhan membawa serta surat-surat penting termasuk bukti kepemilikan apartemen ini.
Radit melorot ke lantai, kepalanya tiba-tiba menegang dan sakit, dengan susah payah ia menghubungi Rania, lalu dia pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Radit terbangun dalam ruangan serba putih, tenggorokannya terasa kering, tangannya ia coba angkat untuk menggapai gelas berisi air putih di nakas samping tempat tidur.
Tapi apa daya tenaganya terlalu lemah dan sebagian tubuhnya terasa kaku dan sulit di gerakan.
"Kamu udah bangun Dit?" Suara Rania membangunkan Radit dari lamunannya.
"Mbyak... " ucap Radit kesusahan, seketika ia kaget dengan apa yang ia alami saat ini.
"Sabar Dit, pelan-pelan ya pasti kamu akan sembuh." Rania mengusap lengan adiknya lembut.
Airmata menetes di sudut mata Radit, ia ingin mengucapkan sesuatu tapi terasa begitu sulit, seakan ada yang mengikat lidahnya.
Dengan mata Radit mencoba bertanya kepada sang kakak apa yang ia alami saat ini.
"Setelah kamu telpon, mbak langsung meluncur ke apartemen kamu dan menemukan kamu sudah pingsan di lorong apartemen tersebut, dan menurut diagnosa dokter ada pembuluh darah kamu yang pecah hingga menyebabkan kamu stroke."
Duar.... penjelasan dari Rania membuat Radit semakin tergugu, inikah balasan yang harus ia terima karena perbuatan tercelanya selama ini?
__ADS_1
Seketika bayangan Naya melintas dalam pikirannya, kalau saja ia masih di beri waktu dan kesempatan, ia akan sujud di bawah kaki sang istri dan memohon ampunan.