
"Ayah, Dinda, Raja, Sultan, ayo sarapan udah siang!" teriakan melengking Naya membuat penghuni empat kamar itu bergegas keluar dari kamar masing-masing.
"Maaf ya bun, Dinda nggak bisa bantuin bunda." Dinda duduk di meja makan sesekali masih menguap.
"Makanya kak nggak usah maksain masuk kelas IPA, pusing ribet." Si bungsu bernama Sultan Jeremia Krisna itu memberi wejangan kepada kakak pertama yang bercita-cita jadi dokter seperti sang ayah.
"Emang kamu Tan, nggak punya cita-cita jadinya santai kayak hidup di pantai." Dengus Raja Jonathan Krisna itu mendengus pelan mendengar sang adik yang pemalas itu.
"Lho cita-cita ku kan jadi tukang masak nanti nerusin usahanya bunda," celetuk Sultan tak terima.
"Udah-udah ayo sarapan dulu, udah siang, ayah ada praktek pagi." tegur Naya membuat semua orang terdiam menikmati sarapannya.
"Kakak kalo belajar jangan diforsir ya, misal udah capek dilanjutin besok lagi, jangan sampai begadang-begadang." Samuel sang ayah memberi wejangan kepada putri pertama yang cantik dan pintar itu dengan lembut.
"Dengerin tuh kak Dinda, belajar tuh jangan diforsir." Sultan kesenangan karena pendapatnya agar belajar dengan slow didukung oleh sang ayah.
"Untuk kamu Sultan, belajar yang bener, meskipun nanti mau jadi chef tetap aja harus punya wawasan luas, agar nanti nggak ketinggalan informasi penting buat perkembangan usaha kamu," ucap Samuel kepada anak bungsunya dengan lembut juga.
Dinda dan Raja hanya mengulum senyum tertahan melihat adik bungsunya jadi menundukkan kepala tak suka kalau sudah dinasehati untuk belajar sungguh-sungguh oleh sang ayah.
__ADS_1
"Kalo udah selesai ayo kita berangkat." Samuel yang pertama kali bangkit, mencium kening Naya dan diikuti oleh ketiga anaknya.
Keempatnya berangkat dalam satu mobil, sengaja memasukan mereka ke sekolah yang bersebelahan agar kedua jagoan itu bisa menjaga kakak perempuannya dengan sebaik-baiknya.
Raja selalu duduk di depan bersama sang ayah, karena dia tak akan sanggup duduk di samping Sultan yang usilnya tak ada lawan itu.
Hanya Dinda yang bisa meladeni keisengan adiknya itu dengan sabar, bahkan dirinya bisa menempatkan diri sebagai kakak sekaligus sahabat untuk kedua adik lelakinya yang sering ribut karena hal sepele.
Tak berapa lama mobil hitam itu berhenti di depan gedung bangunan sekolah, Samuel keluar dari dalam mobil dan mengulurkan tangan untuk dicium oleh anak-anak nya..
"Ingat ya sekolah yang baik, jangan nakal, jagain kak Dinda ya boys," nasihat Samuel yang dianggukin oleh ketiga anaknya bersamaan.
***
Suasana malam telah lengang, anak-anak sudah masuk ke kamar mereka setelah makan malam tadi, hingga tersisa sepasang suami-istri yang duduk berpelukan sambil melihat tayangan televisi yang entah apa acaranya.
"Nggak terasa ya mas, anak-anak udah gede aja, rasanya baru kemarin kita merawat mereka, sekarang sudah segede ini." Naya berucap pelan sambil menikmati elusan di lengannya.
"Iya ya bun, rasanya ada tak rela gitu mereka melakukan kegiatan tanpa kita," sambung Samuel.
__ADS_1
"Thanks God ya mas, anak-anak kita anak yang baik dan senang berbagi dengan saudara-saudaranya di panti, aku tuh kayak dapat hadiah gede dan berarti banget sama Tuhan."
"Sama sayang, diketemuin sama kamu lalu memiliki anak-anak seluar biasa mereka itu adalah anugerah yang tak pernah bisa di tukar dengan apapun juga."
"Terimakasih sudah memberikan kasih sayang yang luar biasa ini, mudah-mudahan kita di beri umur yang panjang sampai kita melihat anak dan cucu kita bahagia."
"Pasti sayang, pasti."
Pada hakikatnya dalam sebuah pernikahan itu kita tidak akan menemukan sosok pasangan sesempurna dalam bayangan kita, karena pada dasarnya kita hanyalah manusia yang memiliki banyak kekurangan.
Mengasihi, menerima dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya adalah anugerah yang tak akan bisa kita gantikan dengan apapun juga.
Pasangan yang kamu miliki itu adalah pasangan yang terbaik yang diberikan Tuhan, jangan sia-siakan, karena penyesalan itu selalu datang ketika kita sudah kehilangan orang yang benar-benar mencintai dan menerima kita tanpa syarat.
__T A M A T______
Terimakasih untuk semua pembaca pembatas rasa yang selalu support dalam bentuk apapun, tulisan ini hanya imajinasi penulis saja, kalau ada yang tak berkenan mohon maaf ya, nanti akan ada sequel pembatas rasa di aplikasi ini juga tapi masih nanti....... belum tahu kapan aku tulis, mau nyelesein Merried by order dulu biar bisa fokus.. .
Salam sayang selalu dari aku.
__ADS_1
Rens16 (IG 16_Rens)