Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
pertemuan pertama


__ADS_3

Blue Ice , nama salah satu club malam yang berada di kota Jakarta,. selalu penuh pengunjung segala kalangan. club tersebut merupakan club yang diketahui milik Alex yang tak lain juga merupakan salah seorang teman kuliah Riska dulu, tanpa banyak orang yang tau Riska juga merupakan salah satu orang yang menginvestasikan saham terbesar dalam pengelolaan club tersebut.


Riska sesekali mengunjungi club temannya itu hanya untuk menikmati minuman beralkohol kesukaannya . Jika yang lain yang berduit lebih senang meminum wine , berbeda dengan Riska yang sangat menyukai minuman ber alkohol dengan rasa yang seperti obat batuk tapi memabukkan.


Seperti malam ini, dimana Riska tengah merasakan stress dan lelah akibat bekerja demi meneruskan perusahaan peninggalan orang tua dan mengembangkan perusahaan nya di Indonesia, dia memilih untuk pergi ke Blue Ice.


Riska yang kini menggunakan pakaian sangat santai juga tertutup ,. dia mengenakan sweater dan celana jeans panjang seperti biasa, dia tidak pernah Open Table , dan hanya menikmati minuman kesukaannya di konter bar sambil memutarkan tempat duduknya melihat ke sekeliling sembari mencari lelaki yang menarik untuk dia ajak tidur bersama. ya begitulah Riska


*******


" Jeager mister sebotol" ketus Riska pada seorang bartender yang tengah sibuk meracik minuman beralkohol

__ADS_1


Sandi tidak bergegas memberikan apa yang Riska minta karena pikirnya nanggung untuk menyelesaikan racikan minuman pesanan table pengunjung lain


Riska yang sedari meminta minuman nya itu tidak sama sekali melihat wajah bartender itu, ia melihat orang-orang berjoged ria di area dance floor sembari mencari lelaki menarik menurut nya,


dia mulai jengah karena tidak kunjung disuguhi apa yang di pesannya pun akhirnya melirik bartender tersebut namun karena bartender tersebut menggunakan topi dan menunduk sehingga Riska tidak melihat wajah tampan Sandi .


" denger pesenan gue gak lo ?" tanya Riska sedikit berteriak , karena memang alunan musik khas club malam yang selalu memekakkan telinga


" mana bos lo. panggil sekarang. bilang Riska Roslina disini !!" bentak Riska kesal dan lebih kencang juga tajam


Sandi tidak menjawab riska, dia menekan tombol darurat yang terhubung ke ruangan pribadi Alex

__ADS_1


tak lama Alex datang dan langsung menghampiri konter bar, dilihat nya Riska sedang terbakar emosi


" eh ada si cantik , tenang-tenang ca kenapa ni kenapa mukanya biasa aja dong " kata alex


begitulah Alex yang sangat hafal akan temannya dan partner nya itu . Alex memeluk ica , dia tau jika ica marah , segimana marahpun jika sudah dipeluk akan mereda, juga teman dekat ica lainnya tau akan hal itu , tidak jarang juga Alex menemani Ica tidur , apalagi saat ica benar-benar mabuk siapapun temannya pasti akan tidur bersamanya.


Riska yang sering di panggil Ica oleh teman-temannya , Ica memang sering berganti teman tidur , namun hanya sebatas tidur bersebelahan , tidak dengan berhubungan intim . karena setiap lelaki yang mencoba berhubungan badan belum ada yang bisa membangkitkan nafsu nya , walaupun sudah berulang kali tubuh Ica di jamah tangan para lelaki pilihannya


" itu dia , gue minta jeager kayak biasa tapi ga di ambilin mulu" rengek ica pada Alex sambil menunjuk orang yang tak lain adalah Sandi , ya lagi-lagi Alex berhasil meredam marah ica


" duuuh udah kelamaan ya nunggunya , yaudah gue ambilin deh khusus untuk si cantik" kata Alex sembari menuangkan minuman kesukaan ica

__ADS_1


__ADS_2