Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
lagi-lagi bertemu


__ADS_3

setelah mencapai kesepakatan, mereka semua bersalaman begitupula dengan Riska dan Sandi


setelah beberapa orang kelur ruangan menyisakan Sandi dengan asistennya juga Riska Rasya dan asistennya .


" hai nona , kita berjumpa kembali. perkenalkan saya Sandi Prasatya" tutur Sandi sembari mengulurkan tangannya


degggggg


"Sandi?" gumam Riska yang masih mempertahankan tatapan kosongnya , dan dibuyarkan oleh Rasya


"" eh ya Riska " jawab riska membalas uluran tangan Sandi


" maaf tuan, nona Riska baru kembali . Dia pemilik perusahaan ini .". tutur Rasya yang melihat tingkah keduanya


" oh yaaaaa baik tuan" jawab Sandi santai


Rupanya memang Sandi mengetahui akan kerjasama dengan perusahaan mereka itu sekaligus Sandi merindukan suasana yang terkenang di rumah peninggalan orangtuanya sehingga saat ini Sandi menggantikan pertemuan yang biasanya di lakukan oleh pamannya

__ADS_1


" oh iya tuan, mungkin selanjutnya untuk kerjasama ini akan di tangani oleh paman saya , dan saya permisi nona tuan" sandi melangkah meninggalkan perusahaan Riska


Riska dan Rasya menuju ruangannya , Riska duduk di sofa dan Rasya melanjutkan pekerjaannya .


"Sandi Prasatya. apa mungkin orang itu yang dimaksud mami papi dulu ? tapi perusahaan yang dia pegang di Eropa ,. " lamunan Riska


" sya, apa perusahaan yang menjalin kerjasama dengan kita itu perusahaan besar disini?" tanya Riska pada Rasya


" perusahaan itu memang besar , namun hanya perusahaan cabang , sedangkan perusahaan induknya di Indonesia itu loh Satya Group" jawab Rasya yang masih berkutik dengan dokumennya


"oh ya ? apakah orang tadi itu pemilik nya ?" tanya Riska


" setau ku Direktur Utamanya sudah tua , namanya Arjuna Prasatya mungkin milik papa nya" Rasya menjawab seperti itu, karena sebelumnya memang Arjuna lah yang sering bertemu dengan Rasya saat menjalin kerjasama


Riska tidak bertanya lagi pada Rasya


"oh dia bukan Sandi yang dimaksud mami . Sandi yang di maksud mami papi itu anak dari om Chandra dan tante Meila" gumam Riska

__ADS_1


Tetapi Riska memang tertarik akan Sandi , orang yang selalu bertemu tanpa sengaja dengan nya , di komplek rumah , di bandara , dan tadi dia sebagai orang bertanggung jawab akan kerjasama itu .


" Sya , makan siang yok bareng Tasya di luar" ajak Riska mulai bosan


" bentar lagi , satu dokumen lagi" jawab Rasya


Riska memilih menonton drakor di handphone nya sambil menunggu Rasya selesai akan pekerjaan nya


satu jam kemudian mereka makan siang di restoran mewah , dan lagi-lagi Riska bertemu dengan Sandi saat akan masuk ke Restoran


" eh selamat siang. kalian makan disini juga . bolehkan saya bergabung dengan kalian? saya hanya sendiri disini" pinta Sandi sambil berjabat tangan dengan Rasya


" ah baiklah , kita bersama untuk makan siang " jawab Rasya sopan , karena memang saat ini Sandi merupakan Rekan bisnis nya


mereka memesan menu makanan berbeda , Riska dan Tasya terus berbincang menceritakan pengalaman-pengalaman selama setahun kebelakang


" Ca , kamu masi sering ke tempat Alex?" tanya Tasya , Tasya bertanya karena sebenarnya Tasya memiliki perasaan berbeda pada Alex hanya karena tidak mau merusak persahabatan mereka , Tasya memilih tidak mengungkapnya

__ADS_1


" masih kok , kemaren-kemaren aku ke tempat Alex , wih sekarang blue ice makin oke . banyak terus pengunjung nya ,gak nyesel gue invest di Alex" jawab Riska


__ADS_2