
keesokan harinya , aktifitas di BP.Group sudah kembali normal, begitupun Riska dan Sandi memulai aktivitas seperti biasa . Sandi dengan tampilan sederhana dan Riska yang menghindari pegawai-pegawai melihatnya
" gimana liburan nya , apakah ada kabar gembira ?" tanya david melihat ica melamun
" ah engga ko biasa aja gimana kalo jalan sama twinT hahaha" jawab Riska
"Siang ini ada meeting sama Satya.Group , perusahaan terbesar di sini, gimana lo mau turun langsung ? pihak mereka berharap pemilik perusahaan langsung yang menghadap" tutur David , tak lama Satria memasuki ruangan Ica.
" mana oleh-oleh gue ?" tanya satria langsung duduk di sofa
" gada oleh-oleh buat lo lo pada. gue ga belanja apapun disana" jawab Ica
" ga pinter ngibul lo jdi orang . mana percaya gue seorang RISKA yang gue kenal kaga belanja" tutur satria
" nanti lo pada ke ruma gue aja , ajak sekalian si Alex , gue sambut kalian makan di ruma gue untuk pertama kalinya " jawab Riska
" serius lo ? kita bisa liat isi rumah lo? awas aja boong " antusias Satria , david hanya menggeleng kepalanya
perekjaan terus di lakukan, Riska memilih tidak pergi meeting dengan Satya.Group , Riska yang melihat jam sudah menunjukkan waktu pulang . Riska memilih diam di untuk beberapa saat lagi agar pegawainya sudah dipastikan pada pulang
Diruangan lain , Sandi yang masih belum menyelesaikan pekerjaan nya memilih untuk lembur , sandi terus menelaah laporan keuangan perusahaan dengan teliti, walaupun dia bukan manager keuangan tapi karena dia bersungguh-sungguh maka dia sudah terbiasa seperti itu .
__ADS_1
waktu semakin sore , langit sudah semakin gelap . Ica memutuskan untuk pulang , turun menggunakan lift pribadinya menuju parkiran dimana mobilnya disimpan , begitupun Sandi yang sudah menyelesaikan pekerjaannya ,. dia bergegas membereskan meja kerjanya , bersiap pulang . Sandi saat bekerja hanya menggunakan motor matic biasa maka tidak ada yang tau Sandi pun sangat kaya.
Saat menggunakan kendaraan masing-masing , lampu merah menyala di salah satu simpang dekat perusahaan Riska, Sandi dan Riska menunggu beberapa saat dengan posisi kendaraan mereka sebelahan . saat keduanya sama-sama menoleh
" Lo" keduanya menunjuk lawan bicaranya bersamaan , Riska tersenyum begitupun Sandi , dibukakan kaca samping kanan Riska
" dari mana lo abis gawe ?" tanya Riska
" iya , lo sendiri darimana ? santai bener " tanya Sandi melihat pakaian ica memang selalu santai tidak mempermasalahkan bahwa dia pemilik perusahaan
" iya dong, gue pengen jalan-jalan aja tapi malah kejebak macem mulu" jawab Riska
lampu hijau menyala , seluruh kendaraan melanjutkan perjalanan ke arah tujuan berbeda , kemacetan kota Jakarta sudah tidak asing bagi para pengguna jalan .
Riska dengan daster rowekk hang dirasa adem , Sandi hanya menggunakan celana pendek dan kaos saja . Riska teringat ingin mengunjungi Sandi untuk membayar uang bekas tiket dan makan sebelum nya
@telfon
Riska : " halo dimana ?"
Sandi : " Rumah lah "
__ADS_1
Riska :" okedeh" langsung menutup panggilan nya
Riska tidak mengganti bajunya, dia hanya mengenakan sweater dan berjalan menuju rumah Sandi, Sandi yang sedang menonton tv di ruang tv mendengan bel rumahnya berbunyi , sandi membuka pintu
" hai" cengir Riska
" ada apa ? ayo masuk aja" ajak Sandi
keduanya lalu duduk di sofa yang berada di ruang tv kediaman Sandi
" eh ,, ini gue mau bayar bekas tiket kemaren terus sama bekas makanan-makanan yang gue lahap , mana no rekening lo" bilang Riska
" dih woles gausa di ganti" jawab Sandi santai , mereka akhirnya memutuskan untuk menonton TV dengan serial drama korea karena Riska membujuk Sandi untuk mengganti chanelnya
, waktu sudah lebih dari jam 7malam , marathon drakor memang selalu membuat Ica lupa akan waktu dan lainnya ,
kring kring tenonet ( anggap suara dering telfon)
Satria " dimana cantikkk , kita nunggu depan nih m jangan bilang lo lupa"
Riska " astaga , sebentar gue kesitu"
__ADS_1
memutus sambungannya dan berlari pulang bahkan lupa pamit pada sang empunya rumah