Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
kau adalah PEMUAS NAFSU KU


__ADS_3

setelah acara selesai , Sandi memang sudah mempersiapkan beberapa kamar untuk sanak saudara istirahat.


Sandi dan Riska memilih langsung masuk kedalam kamar hotel yang memang disiapkan khusus untuk Sandi dan Riska


Keduanya langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur king size .


setelah beberapa saat , Sandi bangkit dan langsung membersihkan diri dan berendam air hangat. 30 menit kemudian Sandi keluar dari kamar mandi , dilihatnya Riska yang tertidur karena hari ini sangat melelahkan.


tapi karena waktu semakin malam , Sandi terpaksa membangunkan Riska agar membersihkan diri dan mengganti pakaiannya .


Riska pun bangun dan membersihkan diri , lalu kembali berpakaian . Lalu kembali membaringkan tubuhnya di kasur bersebelahan dengan Sandi .


Sandi masih memainkan ponselnya , membalas ucapan-ucapan yang dikirim teman dan lainnya .


Riska memeluk Sandi seperti biasa , dan Sandi pun membalas pelukannya dengan sebelah tangannya , karena sebelah tangannya masih memegang handphone.


Saat Riska mulai memejamkan tangannya , Sandi tiba-tiba menghujani kecupan di bibir Riska , kecupan berubah menjadi lu***** , kini tangan Sandi sudah bergerilya mengabsen setiap inci tubuh Riska .


Kondisi keduanya sudah memanas ,. tanpa aba-aba Sandi menyetubuhi Riska . karena memang ini buka yang pertamakali untuk Riska jadi semua berjalan tanpa hambatan hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan , Sandi menyemburkan lahar panasnya dalam perut Riska .


Berkali-kali mereka melakukan pertempuran hingga dini hari , hingga keduanya lelah dan tertidur dengan tubuh toplesnya sambil berpelukan.


Riska merasakan nafsunya sangat sangat terpenuhi , ia sangat puas akan segala yang Sandi lakukan .


Keesokan harinya , Riska dan Sandi bangun lebih siang dari biasanya , Sandi terbangun terlebih dahulu dibandingkan dengan Riska .


Sandi menatap wajah cantik Riska , Sandi tersenyum mengingat kejadian semalam , akal liciknya kembali bekerja, ia mulai menghujani kembali kecupan di bibir Riska , pindah ke leher dan membuat Riska menggeliat dan terbangun, Sandi berpindah mengecup gunung kembar Riska


Tangan Sandi bergerilya kembali , desahan di dalam kamar kembali terjadi seperti tadi malam .


Sandi mulai berada di atas tubuh Riska , memasukan senjata tempurnya kembali berkali-kali hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan.


Setelah selesai melakukan pertempuran panas , Sandi mengecup kening Riska

__ADS_1


" terimakasih sayang untuk semuanya , semoga kamu selamanya menemaniku , bersamaku hingga akhir hayat kita" ucap Sandi


" Terimakasih sayang, karena kamu sudah sangat mencintaiku, menerima segala kekurangan ku , memberikan yang terbaik untuk ku , kau adalah PEMUAS NAFSU KU" ucap Riska pada Sandi


keduanya berpelukan , tak lama mereka bergegas membersihkan kan diri, dan segera memanggil pelayan untuk mengantar kan sarapan yang kesiangan .



4 bulan berlalu , Riska dan Sandi sudah terbiasa bekerja ke perusahaan masing\-masing dengan terbuka ..



Aura dingin di pancarkan keduanya saat di dalam perusahaan masing\-masing , berbeda dengan saat diluar perusahaan



Pagi\-pagi sekali Riska terbangun, merasakan perutnya bergejolak, segera berlari ke kamar mandi , Sandi yang melihat nya khawatir dan mendekati Riska .




" sayang, are you oke? " tanya Sandi sembari mengusap halus punggung Riska . Dipapah nya kembali Riska untuk berbaring di kasur Sandi meminta bi Eha untuk membawakan air hangat untuk Riska



" i'm fine baby " ucap Riska saat sudah terbaring



Tak lama bi Eha mengetuk kamar , membawakan air hangat untuk Riska .


__ADS_1


Bi Eha yang mengetahui perubahan pada Riska , di hari\-hari sebelumnya Riska meminta bi Eha untuk membuat atau membeli makanan yang tidaj biasa Riska makan, dari mulai Rujak mangga muda , asinan kedondong, tuum ikan asin peda dan lainnya



" den , sebaiknya non Riska di periksa saja " ucap bi Eha



dengan Segera Sandi menghubungi dokter pribadi keluarga Arjuna ya siapalagi kalau bukan Dini yang juga sebagai ipar sepupunya.



Tak lama setelah dihubungi , Dini datang dan langsung memeriksa Riska .



Setelah Riska diperiksa, Dini menatap wajah Sandi dan tersenyum



" Riska baik\-baik saja , Selamat Sandi kamu sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. untuk lebih jelasnya ,lebih baik kamu bawa Riska ke dokter kandungan" ujar Dini



Sandi dan Riska setelah mendengar penjelasan Dini, mereka bertatapan. bulir bening di mata keduanya terlihat.



Bi eha yang masih berada di kamar tuang dan nyonya nya tersenyum



" terimakasih sayang" ucap Sandi dan Riska bersamaan lalu mereka berpelukan .

__ADS_1



**THE END**


__ADS_2