
keesokan paginya , Wajah Berseri tampak nyata pada Riska . Bahagia yang semalam terjadi masih sangat membekas dan teringat difikirannya.
Riska melewatkan sarapannya , namun ia membawa beberapa roti di dalam tasnya dan juga teh jahe gula aren yang dibuatkan oleh bi Eha yang dimasukan kedalam termos mini.
Sesampainya di kantor seperti biasa Riska memasuki lift khusus , lalu ia memasuki ruangan kera nya
sejam kemudian , Satria masuk kedalam ruangan
" Ca , duh gimana ya?" tampak satria bingung
Riska berjalan dan duduk di sofa
" kenapa?" tanya Riska serius , karena jika Satria sudah terlihat gugup berarti ada suatu hal yang cukup penting yang memang membutuhkan dirinya
" ini kan kemaren gue sama Tasya ketemu sama orang dari Satya Group , karna yang datang ternyata bener perwakilan nya saja , jadi gue kekeuh buat orang utama yang hadir, jadi kemarin belum ada kesepakatan. dan tadi pagi , pihak Satya.group akan menyanggupi syarat kita jika pemilik utama dari perusahaan kita juga yang bertemu langsung" ujar Satya menjelaskan
" kapan pertemuan itu di lakukan ? tanya Riska
" mereka menjanjikan Jum'at besok, ya 3hari lagi. gimana nih keputusan lusa harus sudah ngabarin pihak Satya Group" Ucap Satria
__ADS_1
" oke gue yang bakal ngadep langsung, tapi inget private room , dan bener-benee jangan sampe ada yang tau . yang datang hanya gue dan lo dan di pihak mereka pun hanya pemilik utama dan tangan kanannya" ucap Riska
Karena bagi Riska , Perusahaan Satya Group sangat berpengaruh untuk perkembangan perusahaan nya.
Satria berlalu dan menghubungi pihak Satya Group
Riska memilih untuk pulang terlebih dahulu siang ini, dia tidak lupa mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian casual nya .
Saat akan keluar basemen parkiran khusus mobil Riska , Riska melihat Sandi yang juga keluar dari perusahaan nya terlihat seperti sedang menunggu
Riska menghentikan mobilnya didepan Sandi ,
" eh gue buru-buru harus ke rumah Om gue. gue nunggu taxi" jawab Sandi panik
" yauda yo pake mobil gue , gue anter lo keujung dunia pun. asal lo yang nyetir" ucap riska berpindah ke kursi samping kemudi.
tanpa Lama Sandi langsung mengambil alih kemudi dan menginjak pedal gas
di perjalanan yang cukup padat karena jam istirahat.
__ADS_1
" ngapain lo berdiri depan BP.Group?" tanya Riska masih penasaran
" gue kerja disitu!" ucap sandi masih fokus ke depan jalan
" kerja ? buat apa kerja ? bukannya lo kerja ama om lo?" tanya Riska lagi
" gue ga akan maju kalo ngintilin om terus" jawab Sandi
" bagian apa lo kerja di BP.Group ? bukan kan perusahaan Cabang di Eropa bahkan induknya lebih besar dari perusahaan BP.Group?" tanya Riska
" bagian keuangan , gue pegawe rendah biasa. dimana pun gue kerja yang pasti gue bertanggung jawab penuh sama posisi gue. ya emang perusahaan cabang di eropa gede , tapi kalo emang ga mau ya gamau aja ngintilin om gue" Jawab Sandi
"dia bagian keuangan, dan gue gatau dia kerja di perusahaan gue . setau gue cabang Satya group Eropa aja lebih gede dari perusahaan gue disini. walopun perusahaan gue di Eropa lebih gede daripada perusahaan utamanya disini. . mmm bagus juga ni orang bener pekerja keras . mampu menangani masalah di perusahaan gue dan juga perusahaan cabang om nya sendiri . Salut gue sama lo San. Andai lo orang yang gue Cari" gumam Riska dalam hati sambil menatap Sandi
" puas liatin gue ?" ucap Sandi
" eh apa liatin lo . gue cuma liat mimik lo kaya cemas gitu , ada apa ?" tanya Riska
" oh sodara gue tiba-tiba drop di rumahnya" jawab Sandi , tak lama mereka sampai di rumah Om nya Sandi
__ADS_1
Sandi mengajak Riska untuk masuk kedalam Rumah omnya , dilihat Dini baru selesai memeriksa keadaan Arjuna