Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
ngawurr


__ADS_3

hari pun terus berganti , ini adalah hari terakhir Riska dan Sandi berada di Eropa .


Riska Sandi Tasya dan Rasya memutuskan untuk berkumpul di sebuah caffe untuk bercengkrama sebelum kepulangannya ke Indonesia


" kosongin jadwal lo sama ade lo besok. kita seharian keluar sebelum gue balik" begitu pesan yang dikirim riska pada Rasya


" apa kamu ada waktu besok ? jika ada , besok aku dan teman-teman ku akan main dan jika kamu mau kau boleh ikut" dan ini pesan yang dikirim riska pada Sandi ( Riska geli sendiri uekkssss aku kamu an sama Sandi , tapi itu hanya agar terkesan ramah . entah lah Riska kenapa)


. keesokan harinya , Riska sudah bersiap dari siang hari , Riska di jemput oleh Sandi dan bertemu di salah satu caffe bar milik Rasya , yang Rasya dirikan untuk mencari invest berjalan baginya


mereka ber empat menempati ruangan khusus yang tidak akan terlewati oleh sembarangan orang, semua makan dan minum disana


" lo jadi balik besok ca ? " tanya Tasya


" yoi , gue balik besok . takut Satria Alex David kangen gue" kekeh Riska


" lo kapan balik ?" tanya Rasya pada Sandi


" besok juga" jawab Sandi

__ADS_1


" kenapa kalian ga bareng aja besok , biar ada temen ngobrol kek di pesawat apa gimana gitu" tanya Tasya


" bisa aja , gue belom pesen tiket juga ". santai Riska


" kebiasaan lo pesen tiket dadakan mulu" tutur Rasya


" gue juga belom pesen tiket sih. Yauda besok bareng aja , biar gue jemput lo pagi ,tapi harus udah siap " turur Sandi


" okeeeee , gue selalu bangun pagi banget ko" jawab Riska


" ngawurrrr lo" ketus Rasya dan Tasya , dan semua tertawa kecuali Sandi


Riska sibuk memasuki butik terkenal , memilih dan membeli banyak sweater yang bagus ,simple , Sandi dengan sabarnya selalu mengikuti Riska


setelah selesai dengan belanjanya Riska , Sandi melihat satu toko perhiasan dan berjalan masuk lalu dilihatnya sebuah cincin berlian denganpaduan batu berwarna merah


" mba coba lihat yang itu" pinta Sandi , dan pelayanan itu mengambilnya , menjelaskan bahwa cincin itu satu-satunya menandakan cinta seumur hidup dan jika membelinya harus menyimpan data diri lengkap.


" Ca , coba dong di tangan lo" pinta Sandi

__ADS_1


" cukup, lo mau kamar cewe lo ?" tanya Riska namun tidak di jawab oleh sandi, Sandi juga melihat sebuah kalung yang simple dengan bandul batu berwanra merah seperti pada cincin yang di coba Riska berbentu seperti poligon , Sandi meminta pelayanan membukus keduanya


mereka pulang ke rumah masing-masing, yang terlebih dahulu Sandi mengantarkan Riska .


Saat sudah sampai di depan rumah Riska , sandi menoleh dilihatnya Riska tertidur pulas selama perjalanan , Sandi memilih memangkunya ala bridal dan membaringkan Riska di kasurnya


" selamat malam, selamat bertemu kembali besok " ucap Sandi pelan sembri mengelus pipi mulus Riska . Sandi melihat Riska tertidur begitu tenang


. keesokan paginya , Sandi sudah datang ke rumah riska , ya hari ini adalah hari pelulangan keduanya , tetapi orang yang di maksud tidak terlihat dimanapun di lantai satu


" maaf, Riska nya kemana ?" tanya Sandi kepada pelayan


" non Riska belum keluar dari tadi den" jawab pelayan itu


Sandi bergegas menaiki tangga dan dibukanya pelan pintu kamar Riska .


tanpa lama Sandi nyelonong gitu aja dan membangunkan Riska


" bangun gak atau gue cium lo" kata sandi terus menggoyangkan tubuh Riska saking lamanya Riska tidak terbangun dan akhirnya mengeluarkan kata-kata yang bahkan Sandi yang mengingat kembali pun merutuki bibirnya sendiri kenapa harus bilang begitu , kini Riska sudah terbangun namun enggan berajak dari kasur , dia mengerjap-ngerjapkan matanya , Sandi adalah orang yang pertama dilihatnya saat terbangun ini tersenyum

__ADS_1


deg,,,,,,,,


__ADS_2