Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
Satria rindu istri gakuadd


__ADS_3

setela menggoda Riska , mereka bertiga makan malam bersama . Setelah makan malam Sandi pamit pulang duluan karena sudah lelah ingin istirahat, sandi kini pulang menggunakan mobilnya yang sedari tadi terparkir di garasi rumah Riska .


Berbeda dengan satria yang memang tujuan awal ingin membahas progres pekerjaan kantor dengan Riska , dan tadi tertunda karena kehadiran Sandi dan juga makan malam bersama


" ca , kan lo dah kerja sama sama perusahaan David , gue dah cek seluruh berkas dan udah gue cek juga , sebenernya ini dah dapet keuntungan besar buat kita nanti , apa lo yakin mau tetep kerja sama sama Satya Group ? soalnya gue ga yakin untuk sekarang, liat kondisi pak Arjuna yang sekarang di wakilkan sama menantunya . " ujar Satria


" Sat , lo lupa kalo kita selalu ingin bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan penting , kalo pak Arjuna mewakilkan perusahaan berarti itu yang di anggap penting dan bisa dipercaya oleh mereka. Perusahaan mereka itu perusahaan terbesar di Indonesia loh sat ga mungkin neko-neko buat keberlanjutan perusahaan mereka, dan lo kan meeting pake kacamata pintar kaya biasa , gue bisa pantau terlebih dahulu seperti apa penyambutan dari menantunya itu mengenai kerjasama kita kali ini dan sehabis itu lo minta waktu aja atau gimana biar gue juga pikir dulu progres selanjutnya" ucap Riska


" tapi apa lo yakin bener bakal bisa ? kerjasama ini menanam saham yang cukup besar ca , kalo mereka tidak seperti biasa ini bisa berdampak buruk buat perusahaan kita juga " tanya Satria


" gue percaya sat , gue yakin Satya group bakal berusaha agar semua baik saja walau direktur utama nya sakit. dan gue berani ambil resiko ini , gue takutnya pas kita mundur dan ternyata mereka kembali berkembang pesat , walaupun gue takut pas kita kerjasama malah jadi down . tapi bukankah didalam suatu usaha memang ada naik turun nya kan ? dan gue percaya 100% siapapun yang pegang kendali Satya Group dibelakang sana , pasti dia orang hebat yang bakal berusaha keras untuk mempertahankan perusahaan itu, dan begitu pun dengan kita , segimana burukpun nantinya , gue yakin kita bisa up kembali menutupi semua permasalahan ini!" mantap Riska pda Satya


setelah membicarakan progres pekerjaan ini akhirnya Satria pamit pulang

__ADS_1


" yauda gue balik ya , udah male rindu istri gakuat akutu tauuuuuu". ucap satria dengan nada lebay niat ingin menggoda Riska


"pergi sana lo gausah kemari-kmari lagi !" ujar Riska sambil melempar bantal sofa


setelah kepulangan Satria , Riska memilih untuk menuju kamarnya dan beristirahat , Riska merebahkan tubuhnya di kasur king size itu , memejamkan matanya namun pikirannya kemana-mana dan teringat dengan ranselnya yang belum ia buka sama sekali sejak kepulangan dari Eropa


Riska kembali bangun dan beranjak mengambil ransel, lalu ia duduk di sofa dekat jendela . ia mengeluarkan handphone dan perekam suara , lalu Riska mengisi baterai keduanya dengan charger yang ia punya dulu dan tertnyata pas masih bisa digunakan. Riska mencari-cari amplop yang ia masukan juga namun tidak ketemu, hingga beberapa kali Riska mengeluarkan semua benda yang ada di dalam ranselnya . akhirnya Riska menyerah dan kembali ke kasur lalu meminum obat tidurnya dan tertidur .


Saat joging Riska melihat Sandi dan akhirnya mereka joging bersama , setelah joging beberapa keliling lapang komplek, seperti biasa Riska akan makan bubur laku keduanya mampir untuk makan bubur


" bang , bubur dua , yang satu ga pake kacang dan bawang ya kayak biasa " ucap Riska pada abang bubur ayam langganan komplek


" lo komplit kan San?" tanya Riska pada sandi dan duduk bersebrangan dengan Sandi , ya hanya terhalang meja doang .

__ADS_1


" iya gue komplit ko" jawab Sandi


" neng sekarang ga sendirian lagi ya kalo joging, setiap abang liat selalu bersama . paa emang dah nikah neng" tanya Abang kepo betulll


" ye si abang kepo bener , lagian kita cuma temen kita beda komplek ko bang , cuma ya kebetulan aja gitu suka joging bareng ketemu dijalan" jawab Riska


rak lama bubur mereka datang dan siap santap


" yah kirain abang dah nikah, ka cocok neng gelis aa kasep" goda abang bubur


" ye si abang bisa aja , ya emang aku gelis bang . ya gak San" ucap riska sambil mengaduk bubur ayam nya (team aduh mana nih)


Sandi hanya tersenyum dan abang bubur melihat keduanya pun tersenyum

__ADS_1


__ADS_2