
sesampainya di Jakarta, Sandi terlebih dulu mengajak Riska makan malam sebelum ke rumah karena memang keduanya hanya makan siang saja selebihnya cemal cemil kue basah .
" Ca makan dulu yuk ,laper gue" ajak Sandi
" tapi gue pen makan yang berkuah panas , pedes" ucap Riska
" apaan ?" tanya Sandi
"itu pen Ramen yang di mall X loh" ucap Riska
" lo yakin ca ? kita pake baju kelewat santuy ini, ya walopun mall nya punya g... mmm " ucap Sandi
" yakin gue , biar aja gue pake daster , tinggal pake jaket . lo juga celana lo ga kayak kolor banget ko cuma emang pendek ya , tampilan lo masi oke lah celana cream ,kaos polos lo pake jaket aja juga " ujar Riska tidak ngeuh dengan ucapan siapa pemilik mall tersebut
" yaudah , tapi cuma makan ramen doang ya!" ucap Sandi
" yes, oke boss" senang Riska
Sandi mengemudikan kendaraannya ke Mall X yang kebetulan memang searah dengan arah pulang ,juga itu mall milik Sandi tapi memang tidak ada yang tau kecuali keluarganya Om Juna
Saat tiba di Mall X , Sandi langsung memarkirkan mobilnya. lalu keduanya masuk ke mall , banyak pasang berbisik melihat tampilan Sandi dan Riska. Memang Mall tersebut merupakan salah satu Mall terbesar di Jakarta , dan banyak Store barang branded sehingga banyak kalangan atas yang masuk mall tersebut
"tuh kampungan banget, dasar udik"
"baru pertamakali ke mall kayaknya"
" ganteng cantik tapi udik"
" waah pake daster aja cantik ya , lakinya cakep"
" ih ga level banget masuk ke mall ini"
"orkay baru kali mau beli baju"
Banyak orang yang berbisik karena kedatangan Riska dan Sandi yang berpenampilan seperti itu , tetapi Riska dan Sandi tidak menghiraukan semuanya
Keduanya masuk ke restoran jepang lumayan mewah yang menyajikan Ramen yang Riska inginkan , Sandi hanya mengikuti langkah Riska
Riska memilih tempat duduk yang berada paling pokok , lalu pelayan datang
" pesan apa?" tanya pelayanan wanita ketus, dan melihat keduanya menyepelekan karena melihat penampilan keduanya (mungkin ya )
Riska membuka buku menu , Riska memesan banyak makanan . Sedangkan Sandi melihat tingkah pelayan geram
" udon kuah soyu, chicken karage, chicken meat ball ,udang tempura, ice lechi tea" ujar Riska
"samakan" ucap Sandi
Pelayan mencatat pesanan lalu pergi, setelah 30menit pesanan datang .
Riska dan Sandi makan santay acuh akan kondisi sekitar yang memperhatikan keduanya .
Setelah makan Sandi langsung mengajak Riska pulang tetapi tidak lupa membayar ..
Riska keluar restoran terlebih dahulu, dan Sandi ke kasir , baru mau mengeluarkan uang tapi mendengar pembicaraan tidak enak
" cewenya gembel kali ya , pakaiannya norak banget" ucap pelayan pada penjaga kasir
__ADS_1
" panggil manager mu" ucap Sandi
" ada kepentingan apa kamu panggil manager kami? ga mampu bayar?" tanya kasir yang didampingi pelayan tadi
Sandi menelfon Dino
@telfon
Dino " kenapa ka ?"
Sandi " dimana kamu ? cepat ke mall X restoran Jepang X. "
Dino ". ada apa ka ? aku sama sela di mall ini ko . tunggu" jawab Dino panik karena mendengar Sandi bicara dengan Nada Tinggi
tuut tuut tuut
" gausa so so an telfon , bayar aja buru . " ucap pelayan
" dia mau minjem duit dulu kali sama temen nya" ucap penjaga kasir
Sandi sudah sangat marah , dia marah karena tidak terima pelayan disini menyepelekan Riska , membedakan tamu hanya memandang penampilan, memberikan pelayanan yang kurang pantas dengan ucapan yang tidak sopan
Tidak lama Dini datang ,pelayan dan penjaga Kasir sangat sopan pada Dino bahkan menundukan kepalanya
" tutup restoran ini. besok siang saya sudah tidak mau melihat restoran ini buka di mall ini" ucap Sandi mebentak Dino
Dino sangat terkejut karena baru pertama melihat Sandi semarah ini , sedangkan Riska tidak tau jika Sandi marah di dalam , ia duduk menunggu di kursi sebrang restoran dan sekarang bersama Sela
" panggil manager mu" ucap Dino pada kedua wanita di depannya dengan nada sopan
" maaf tuan tuan , ada apa?" tanya sang manager sopan dan menyalami Dino, hanya Dino
" pecat kedua orang ini, atau kau tutup restoran dan pergi dari mall ini besok " Ucap Sandi sambil menunjuk pelayan dan penjaga kasir
" maaf anda siapa ? kenapa ini pak Dino ?" ucap manager
" mari kita keruangan saya pa Dino" ajak manager kepada Dino . Dino menyenggol lengan Sandi agar mengikuti manager , karena memang Dino pun belum mengetahui kejadian apa yang membuat kaka iparnya sampai semarah itu
Saat di Ruangan manager , mereka langsung duduk
" buka cctv meja nomor 10, dan bagian kasir" ucap Sandi mulai tenang
Sang manager memutar vidio CcTV bersama Dino, dan Dino sangat terkejut dengan mendengar pembicaraan pelayan juga Kasir.
" pilihan bapak hanya dua , pecat mereka atau tutup resto" ucap Dino masi sopan
manager tersebut menatap Dino ,seolah bertanya
" ah maaf pak sebelumnya , mungkin memang bapak tau jika saya salah satu perwakilan dari pemilik mall ini . tapi sekarang bapa harus tau , bahwa orang yang pegawai bapa sepelekan ini adalah pemilik SAH mall X ini" ucap Dino pada manager
Bagai disambar petir (jedarrrrderrrrdorrrrrr) , manager sangat terkejut lalu berdiri dan membungkuk an badannya di samping Sandi .
Sandi yang melihat pun segera bangun dan membangun manager itu
"maafkan saya tidak mengetahui anda tuan" ucap manager
" biarlah karena memang tidak ada yang tau siapa saya . Saya sangat kecewa melihat pelayanan disini terutama orang tadi . Dia melayani kurang baik juga pembicaraan tidak sopan, kasir juga berbicara seakan sangat merendahkan orang . Tamu adalah Raja , bagaimanapun bukankah harus dilayani dengan pantas dan sopan . Bagaimana jika mereka melakukan itu pada orang lain ? siapa yang sangat rugi ? bukan kah restoran sendiri ? tamu akan muakk dan enggan kembali kemari. tolong dalam mempekerjakan pegawai itu harus dengan didikan yang baik juga. " ucap Sandi sembari menepuk pundak manager lalu keluar dari ruangan tersebut , diikuti Dino dan di ikuti Manager .
__ADS_1
Sandi menuju kasir kembali, mengeluarkan 10 lembar uang 100 ribu an lalu pergi tanpa bicara , Dino senyum pada manager lalu mengikuti Sandi dan sang manager dengan langsung memecat kedua pelayan tadi
" saya pecat kalian sekarang juga !!" ucap manager dengan intonasi suara yang sangat ditekan kan ,
beda hal dengan kedua wanita yang satu pelayan satu penjaga kasir kaget dan marah . Bukannya introspeksi , sang penjaga kasir berlari keluar menghampiri Riska yang sedang duduk lalu menamparnya .
Riska Sela Dino dan Sandi terkejut , begitu pula dengan manager
Riska terdiam menatap penjaga kasir yang sudah di hadapannya , baru pertama kali Riska mendapat tamparan
" kenapa kamu menampar ku ?" tanya Riska sembari mulai berkaca-kaca karena merasakan pedih di pipinya
Sandi geram , Sandi langsung memeluk Riska . Walaupun sangat sangat marah , Sandi enggan menambah keributan terlebih sudah banyak pasang mata berkerumun.
sang manager menghampiri penjaga kasir yang sudah dipecat itu, lalu menamparnya bulak balik dengan sangat keras
plakkkk plakkk
" security ..............." teriak manager memaggil security yang kebetulan ada di dekat mereka
security langsung berlari menghampiri sang manager
" tolong saya , bawa wanita ini keluar dari mall ini" ucap manager
penjaga kasir yang ditampar oleh manager itu menunduk , ia mengingat bahwa ia sudah menampar seseorang dan ia pun mendapat tamparan dari manager tempatnya bekerja selama 2tahun ini
"stop" ucap Riska
Riska mendekati penjaga kasir itu
" kenapa anda menpar saya ?" tanya Riska lagi karena pertanyaan tadi tidak di jawab
" anda membuat saya dipecat" lirih penjaga kasir
Riska menengok ke arah Sandi , seakan mengerti arti dari mimik muka Sandi
" apa kamu tau alasannya mengapa kamu di pecat?" ucap Riska Sopan , namun sang penjaga kasir terdiam
" bukan kah kamu tau , tamu adalah raja ? bagaimanapun penampilan tamunya kalian harus tetap bersikap sopan dalam melayani ,tidak membedakan sikap melayani pada siapapun . " ujar Riska , penjaga kasir pun menangis
" tidak usah nangis sekarang , kamu bisa kembali bekerja disana asal kamu bisa merubah sikap mu itu . saya tidak tau apa yang kamu katakan pada teman saya , tapi yang saya tau kamu pasti berbuat salah sampai dia marah. sekarang meminta maaflah padanya" ujar Riska
penjaga kasir tersebut membungkukkan badan nya sambil mengucapkan kata maaf , dan begitupun pelayan yang satunya .
Sandi menatap dalam manik Riska , Riska mengangguk an kepalanya
" sudah lah,. jangan ulangi itu" ucap sandi menepuk kedua bahu pelayan itu, lalu melirik sang manager
" biarkan keduanya bekerja . tapi jika saya mendengar ada hal seperti ini lagi .. sudah saya pastikan tidak ada pilihan lain" ucap Sandi lalu menggandeng Riska dan menuju ke parkiran di ikuti Dino dan Sela
manusia manusia kepo yang berkerumun pun bubar
manager dan kedua pelayan masuk ke ruangan manager
" apa kalian tau siapa yang kalian usik tadi? kalian bisa menjatuhkan restoran ini . Saya hanya mengikuti perintah tuan tadi , jangan bersikap membedakan tamu . ingat , restoran ini salah satu restoran terbaik di mall ini " ucap manager
" maaf kan kami pak" ucap pelayan bersamaan
__ADS_1