
hari berganti hari, dan hari ini adalah hari ulangtahun Riska Rosalina Pamungkas yang ke 28 tahun .
saat pagi hari hingga sore hari Riska sibuk dengan pekerjaan nya , baik masalah internal maupun eksternal .
Saat malam hari , Riska berniat pulang kerumah. Di perjalanan pulang saat ia sedang mengemudikan mobil sport nya , ia teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya , tapi ia mengingat belum satupun sahabatnya mengucapkan selamat ulang tahun padanya , Riska merasa sedih akan itu .
Sesampainya di rumah , Riska masuk dan menuju kekamar dengan loyo , dia merasa lelah dan juga sedih .
Riska memilih langsung mandi secepatnya , lalu merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya . Rina melihat sekeliling terasa sepi sekali.
malam pun tiba , Riska hendak turun untuk makan malam, tapi di meja makan pun tidak ada makanan , dilihatnya sekeliling bahkan bi Eha pun tidak terlihat dan Riska tidak berniat untuk menganggu bi eha di pondok kecil samping rumahnya
Riska membuka kulkas , di dalam kulkas ada puding coklat dan leci kalengan kesukaan nya . ia memakan puding dan peci tersebut . tiba-tiba listrik rumahnya padam .
Riska semakin sedih, pasalnya di hari ulangtahunnya tidak seorangpun mengingat nya dan ditambah saat sedang kesepian listrik padam .
Riska berjalan meraba-raba benda sekitarnya menuju ruang tv, namun sesampainya di Ruang tv ada tangan yang menarik Riska lalu memeluk Riska , seketika Riska menangis sekencang-kencangnya. Riska sadar siapa yang ia peluk karena aroma tubuhnya tidak asing bagi Riska , ya orang itu Sandi .
Riska terus memeluk Sandi sambil menangis , Sandi pun membalas pelukan Riska sambil menenangkan Riska .
" udah jangan nangis , malu tau nanti cantiknya berkurang" bisik Sandi dan mereka masih berpelukan
Saat Riska sudah mulai tenang , Riska melonggarkan pelukannya , dilihatnya sandi dalam keadaan gelap hanya ada pantulan cahaya dari luar , ketampanan Sandi bertambah menurut Riska .
Lagi-lagi Riska menangis , ia mengingat bagaimana bisa hanya ada Sandi saat ini di hari ulangtahunnya .
Sandi memeluk Riska kembali , sandi mengelus punggung Riska yang tidak tertutupi daster tanpa lengan .
" udah jangan nangis lagi, ada aku disini" bisik Sandi lagi
__ADS_1
Dan tidak lama dari arah tuang tamu dari belakang riska , benerapa orang membawa kue dengan lilin-lilin kecil sambil bernyanyi lagu ulangtahun .
Bukannya Riska melepaskan pelukannya tetapi ia malah mempererat pelukannya pada Sandi dan menangis lebih kencang , perasaan haru yang tidak bisa diungkapkan , bahagia yang ia rasakan .
Setelah Sandi mencoba memegang dan menarik dagu Riska dan mereka bertatapan
" udah nangis nya ? cantiknya berkurang nanti . Selamat ulang tahun Riska Rosalina Pamungkas" ucap sandi lalu mengecup kening Riska , Riska melonggarkan pelukannya lalu ia melihat ke arah belakangnya , dilihat dari pantulan cahaya lilin semua sahabatnya lengkap beserta pasanga masing-masing
" kalian tega ngerjain gue ?" ucap riska masih sesegukan
" Happy Birthday Riska " ucap semua orang Kompak
Riska mendekat ke arah Satria , David dan Tasya yang memegang kue ulang tahun ,lalu make a wish dan meniup semua lilin.
Setelah semua lilin padam, listrik rumah menyala kembali . Bi Eha yang terlihat dari ujung Ruang makan menghampiri Riska , Riska mendekat dan memeluk erat bi Eha . hanya bi Eha yang selama 8 tahun selalu ada dan selalu mengerti Riska .
Riska melepas pelukan bi Eha , dilihatnya bu eha pun menangis .
" sehat selalu ya non, semoga non bahagia selalu . selama bibi ada ,bibi bakal terus nemenin non sampe kapan pun. jadi anak baik ya non agar bibi bisa mempertanggung jawabkan sama tuan dan nyonya kelak" ucap bi eha menatap sendu pada Riska
" ehemmm, kita gimana nih" ucap Satria , saat ini semua sahabat dan pasangannya itu masih berdiri
secepatnya Riska berbalik dan menatap sati persatu orang yang ada di rumah nya ini
" makasih buat kalian semua yang selalu ada buat gue , selalu bantu gue , selalu support gue . Makasih juga buat semua yang selalu sabar akan tingkah gue , selalu ngejaga gue bagaimanapun kondisi gue " ucap Riska
" ayo semuanya kita ke halaman belakang aja langsung" ajak sandi
Ternyata Sandi dan yang lain sudah menyiapkan segalanya , walaupun tokoh utama hanya memakai daster tapi acara begitu indah baginya.
__ADS_1
Saat Riska mulai memegang lengannya karena udara cukup dingin, Sandi masuk kedalam dan mengambil sehelai kain yang biasa Riska gunakan sebagai selimut saat nonton drakor di tengah rumah , lalu Sandu memakaikannya pada Riska .
Semua menikmati acara makan malam di ulangtahun Riska . tak hanya itu Bintang, Bunga , Tasya dan Caroline memberikan Riska kado yang memang riska suka , Riska tidak melihat dari harganya , tapi melihat dari ketulusan semuanya
satu persatu pasangan mulai pulang , tersisa Sandi dan Riska yang kini duduk di sofa ruang Tv ,
" kado gue udah ya" ucap Sandi
" lo yang bikin acara ini?" tanya Riska
" iya , tadi dadakan juga sih sebenernya pas kemaren dari ruma sodara gue ,,gue baru inget terus langsung hubungin semua sahabat lo aja " jawab Sandi santai
" makasi banyak ya " ucap Riska
lalu sandi mendekati Riska yang duduk di sebelahnya , Sandi berjongkok di hadapan Riska
" Lo jangan suka sedih sendiri , lo inget lo punya banyak sahabat yang sayang dan peduli sama lo . mungkin lo sekarang tidak sebebas dulu buat ceritain masalah lo sama mereka karena posisi mereka yang udah punya urusan masing-masing , tapi inget lo masih punya gue. gue orang yang tinggal paling deket sama lo , gue bakal selalu ada buat lo , apapun masalah yang lo hadapin, gue siap menjadi pendengar lo, gue siap bantuin lo , gue siap kalo lo butuh gue kapan pun dan dimanapun " ucap sandi menatap Riska sambil menggenggam kedua tangan Riska , bulir bening mengalir hati Riska tersentuh rasa bahagia tiada tara
" dan sekali lagi, selamat ulang tahun Riska Roslina Pamungkas yang cantik juga cerewet banyak maunya , semoga lo sehat selalu ,bahagia selalu , menjadi diri lo sendiri dan jadi wanita tangguh yang gue kenal" ucap sandi lalu mengecup dahi Riska . da Sandi mulai berdiri di hadapan Riska , Sandi mengeluarkan kotak perhiasan yang isinya adalah sebuah Kalung mas putih
Sandi memakaikan kalung tersebut di leher Riska. Riska sudah tidak bisa berkata-kata hanya ucapan terimakasih yang keluar dari mulutnya .
Sandi mem berdirikan Riska , dilihatnya kalung yang sejenis dengan gelang juga cincin sebelumnya , dilihat tangan Riska yang masih memakai cincin juga gelang itu .
" gausah nangis lagi, lo cantik tapi kalo lo ga nangis . " ucap Sandi
" makasih banyak Sandi " ucap Riska lalu memeluk Sandi
Perasan Riska tidak karuan , jantungnya berdegup kencang , berasa ada banyak kupu-kupu beterbangan diperutnya, sampai saat Sandi pamit pulang dan Riska pun istrahat di kamarnya dan tidur
__ADS_1