
jam sudah menunjukkan lewat tengah malam, tapi karena ini malam minggu jadi pengunjung masih berdatangan dan rela untuk standing party gitu tanpa pesen table.
Riska memutuskan untuk pulang, rasa lelahnya seharian tadi terasa sekali , saat ini Riska tidak menghabiskan satu botol minumannya , hanya dua sloki saja .
" Lex , San gue balik ya . pay pay" ujar Riska sambil berjalan keluar , namun saat akan membuka pintu keluar segerombol lelaki menghadangnya dan terjadi cekcok.
Seorang pegawai melapor pada alex yang masih duduk di konter bar berhadapan dengan Sandi , Sandi yang mendengar langsung menghampiri Riska , begitu pula dengan Alex dan beberapa bodyguard nya .
Sandi langsung menarik paksa Riska , Riska berdiri di belakang Sandi seraya sedang mengumpat. tak lama Alex dan bodyguard datang lalu menanyakan permasalahan sebenarnya .
ternyata segerombolan pemuda tersebut mabuk juga bernafsu dan saat melihat Riska sendirian mereka langsung menghadang jalan Riska . begitupun Alex memeriksa CCTV pintu keluar yang pas sekali menyorot pada posisi Riska saat kejadian .
Akhirnya Alex dan para bodyguard mengamankan segerombol pria tersebut di ruangan terpisah , juga Alex mengizinkan Sandi pulang cepat dan mengantarkan Riska
Di perjalanan yang sudah cukup sepi, Sandi mengendarai mobil Riska , sesekali melirik Riska yang tertidur dengan posisi tangan riska menggenggam erat tangan Sandi .
Sesampainya di rumah Riska , Sandi langsung membopong Riska masuk ke kamar , diikuti oleh Ojo yang melihat majikannya tidur dibawa oleh temanya
__ADS_1
" den , non Riska kenapa ? bukannya non Riska ke. Bandung tadi pagi sendiri , kok bisa sama aden?" tanya Ojo kepo
" oh mungkin dia abis dari Bandung, tadi mampir ke tempat Alex dan ada sedikit kejadian terus saya anter pulang" jawab Sandi yang masih mempertahankan wajah Riska
" oh gitu, yaudah den saya kembali ke depan untuk berjaga " begitu pamit Ojo dan menutup pintu kamar Riska menyisakan Sandi dan Riska berdua
Sandi membelay wajah Riska , sandi ingin membuka sweater Riska tapi bagaimana caranya , namun saat Sandi akan mmbuka ternyata Riska duduk dengan mata terpejam dan membuka sweter nya sendiri mungkin karena merasa gerah , tersisa tank top crop berwarna hitam dan celana jeans panjang . Sandi merarik selimut sampai pada leher Riska , namun saat sandi akan pergi , riska bersuara
" jangan tinggalin Ica , jangan pergi" suara lirih Riska mungkin sedang bermimpi dan ngigo
Sandi kembali duduk di kasur dan membelai wajah Riska , Riska memegang tangan Sandi dan memeluk tangan itu . setelah tenang Sandi berusaha dengan sangat hati-hati untuk melepaskan pegangan tangannya namun lagi-lagi Ica malah menarik dan memeluk tangan sandi erat
Pagi sudah kelewat pagi, jam sudah menunjukkan pukul 10 , matahari sudah bersinar lebih tinggi ,namun sinar matahari terhalang tirai berlapis yang menutupi jendela .
Riska menggerakkan badannya , ditarik nya benda yang iya peluk namun tak kunjung bergeser hingga Riska membuka mata nya dan melihat sosok sebelahnya yang masih terlelap
Riska memperhatikan wajah Sandi yang tampan
__ADS_1
" apa apaan ini sampe kebawa mimpi" ucap riska
Riska mempererat pelukan nya dan memejamkan matanya kembali, namun , saat menyadari pergerakan benda yang dipeluknya ternyata hidup Riska kembali membuka matanya dan melihat mata Sandi pun sudah terbuka
" Udah puas meluk nya?" tanya sandi sambil mengucek matanya dengan tangan yang terbebas dari pelukan Riska
" ini hidup ?" tanya Riska
" iyalah gue hidup" ujar Sandi berusaha melepaskan pelukan Riska dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kasur
Riska yang mendengar dan ikut duduk di kasur
" ngapain lo disini" tanya Riska santai namun jantungnya terus berdegup
" gue harusnya yang nanya , kenapa lo semalem bilang jangan tinggalin aku , sambil narik tangan gue" ujar Sandi dan berlalu menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka .
Riska duduk di pinggir kasur dan mengingat apa yang terjadi semalam , ya semalam Riska memang merasakan ada seseorang tapi dia pikir itu hanya mimpi
__ADS_1
Sandi keluar dari kamar mandi, rambutnya yang basah juga muka basah .
" kenapa lo dah inget ? gue balik dulu pengen mandi gatahan" ucap Sandi keluar dari kamar Riska