
ketika diperjalanan pulang, Sandi mengemudi dengan sebelah tangan . tangan kirinya tidak melepaskan genggaman tangan Riska .
Sesampainya di rumah Riska , Sandi ikut turun dan masuk ke dalam rumah Riska
" Bi eha saya minta es batu untuk kompresan ya" ucap Sandi pada hi Eha
Riska duduk di sofa ruang tv diikuti Sandi .
" apakah sakit?" tanya Sandi sembari mengelus pipi Riska yang kena tamparan
Riska menggeleng , padahal sangat jelas sekali lebam di pipi Riska yang putih mulus kek pantat baby itu . tak lama bi Eha membawa minum dan ice batu untuk kompresan
Sandi menempel kan kompresan pada pipi Riska , Riska menatap lekat Sandi penuh selidik
Sandi menyadari akan tatapan Riska
" aku tidak suka ada orang yang menyepelekan mu" ungkap Sandi balik menatap manik Riska , tangannya masih menempelkan kompresan pada pipi Riska dan sebelahnya lagi menggenggam tangan Riska
Riska tersenyum . "Rupanya dia sangat peduli padaku" gumam Riska dalam Hati
Bi Eha yang berada di ujung ruang ruang makan yang dekat ruang tv ini tersenyum mendengar perkataan Sandi
__ADS_1
"Tuan nyonya , ada seorang yang sangat peduli padanya . semoga den Sandi dapat membahagiakan non iCa , menjaga dan selalu ada , dan kalian tenang disana melihat ini" gumam bi Eha dalam hati
Setelah terlihat mendingan, Riska meminta makanan yang dibeli sebagai oleh-oleh
" eh San , ambil makanan oleh-oleh nya yu, ak pengen kue bagelen nya deh" ucap Riska padahal belum lama ini dia makan banyak (makan mulu guys tapi heran ga gendut-gendur kek author ni, makan nasi sesendok naik sekilo guys )
Sandi menggeleng kepalanya , lalu berjalan keluar
" jo , bantu saya ambil ini" ucap Sandi membuka bagasi mobil dan mengeluarkan semua keresek , karena memang tadi pas beli oleh-oleh tidak dipisahkan untuk keluarga nya dan untuk Riska
Ojo membantu menbawa beberapa keresek, begitupun Sandi membawa beberapa keresek
Ditaruh didepan Riska
" bi eha , ada paper bag yang sedengan gak " teriak riska , tak lama bi Eha menghampiri dan memberikan beberapa paper bag polos berukuran sedang
Riska memasukan satu box molen pisan keju dan satu kantong bagelen kedalam paper bag , begitu semuanya hingga habis dipisah pisah
" ni biar gampang kan ngasihinnya . jadi tinggal kasi segini segini" ucap Riska
" ni buat bi eha dan Ojo. barangkali mau kasihin ke gebetannya ya Jo" ucap Riska sambil memberikan masing-masing satu paperbag
__ADS_1
" nah lo ambil deh berapa orang yang tadi lo sebut" ucap Riska , lalu membuka makanan berbeda yang memang dia beli ,
" Jo bantuin gue lagi masukin bagasi hahahaha" pinta Sandi
Sandi membawa 4paperbag dan sama juga dengan Ojo, lalu dimasukan dalam bagasi mobil dan kembali ke dalam rumah
" Ca , gue balik dulu ya istirahat lo sekarang" ucap Sandi mengelus rambut Riska
" ga tidur disini aja gitu" ucap Riska
" apalo pen tidur bareng gue lagi?" goda Sandi
" iya lah biar ga usah minum obat tidur" ucap Riska karena memang hanya agar tidak meminum obat tidurnya
Sandi terdiam sejenak "dia masih minum obat tidurnya ? kenapa ? padahal kalo tidur deket gue ga pernah lagi gue liat dia minum obat " gumam Sandi dalam hati
"lo masih konsumsi obat tidur ca?" tanya sandi yang sekarang duduk disebelah Riska
" hemm , gue heran, pas tidur deket lo gue bisa langsung tidur gitu aja , tapi pas tidur sendiri susah banget tidur nyenyak" jawab Riska
" yauda gue tidur disini, lo harus bisa biasain lepas dari obat tidur" ucap Sandi
__ADS_1
" iyaaaaaa. yauda yok kekamar" ajak Riska dan diikuti oleh Sandi , mereka terlebih dahulu membersihkan diri , dan begitupun Sandi karena koper mereka sudah ada di dalam kamar Riska
Keduanya tidur dengan posisi berpelukkan kek Teletubbies