
setelah percakapan pagi tadi , Riska Sandi dan Franky beraktivitas seperti biasanya .
Riska bersikap seolah ia dan Sandi masih berjauhan , hanya Sabahat Riska dan Frank yang tau masalah ini .
Riska meminta laporan mengenai Danu , Satria dengan cekatan dan penjelasan mengenai Danu yang memakai uang perusahaan dari lama namun tidak sekaligus besar , tapi jika di jumlahkan semuanya memang sangat besar .
Riska mulai menyusun rencananya ,tapi masih dalam fikirnya.
Seharian Riska bekerja , waktu pernikahan nya hanya tinggal 10hari lagi .
Sore hari Riska langsung pulang kerumah, saat memasukan mobil nya , dilihat didepan gerbang sudah ada mobil dan terlihat itu Silvy . Riska tersenyum licik , Silvy mendatanginya , mempermudah melancarkan rencana Riska .
Riska turun dari mobilnya , dia melihat Silvy datar, Silvy mengejar Riska
"heh ****** , sekali lagi aku ingatkan jauhi tunangan ku . Sebentar lagi aku akan menikah dengan nya . Aku tau dia sedang menyiapkan pernikahan kita. jadi jangan coba-coba kau mengganggu nya" teriak Silvy , Riska hanya tersenyum geli mendengar Silvy berteriak seperti itu
"sampah sepertimu terlalu kecil bagiku" gumam Riska dalam hati
__ADS_1
" silahkan anda melanjutkan pernikahan , saya doakan semoga kalian bahagia" ucap Riska langsung masuk kedalam rumahnya meninggalkan Silvy yang berdiri di halaman rumah Riska
Silvy tersenyum merasa sudah menang
"sebentar lagi , Sandi akan menjadi miliku. pria muda tampan yang kaya .. pemilik cabang perusahaan terbesar di Eropa" ucap Silvy, lalu pergi meninggalkan rumah Riska
didalam Rumah Riska sudah ada Sandi dan Frank, kedua lelaki itu mendengar percakapan antara Riska dan Silvy .
Sandi langsung memeluk Riska erat , Riska hanya diam tak membalas pelukan Sandi .. Setelah Sandi melepaskan pelukannya , Riska lanjut ke kamar .Sandi dan Frank duduk di ruang tv rumah Riska , ngobrol dengan Sandi membicarakan rencananya
Riska di kamar langsung membersihkan diri ,dia mengganti pakaiannya dengan daster batik emang kojo .
" gimana rencana kalian ?" tanya Riska
" aku bakal berpura-pura akan menikah dengannya di hari pernikahan kita . Kamu tetap mempelai wanita satu-satunya untuk ku , kau akan muncul sebelum ikrar pernikahan ku dengan silvy dimulai. Dia pasti dengan senang hati akan hadir bahkan dengan keluarganya termasuk Danu tanpa tau rencana kita . untuk yang lainnya aku sudah meminta bantuan pada Dino dan om Juna " ucap Sandi serius
" baiklah , aku akan mengikuti rencana mu . akan terus berpura-pura kalah darinya dan menjauhi mu . mmmm kita lihat nanti sampah kecil" ucap Riska , lalu Riska beranjak dari duduknya berjalan menuju dapur menemui bi Eha
__ADS_1
" bi, masak apa hari ini ?" tanya Riska
" saya mau bikin ayam bakar bumbu non, non mau makanan lain?" tanya bi Eha
" aku kayak kepengen makan yang berkuah dan pedes bi . tapi apa ya " ucap Riska
" apa dong non , apa mau bibi buatin sop iga pake rawit gitu ?" tanya bi Eha
" nah boleh bi, sop iga nya pengen banyak rempah ya bi " ucap Riska
" iya non, kaya biasa kan . biar bibi siapkan dulu air panas nya deh " ujar bi Eha , Riska membuka kulkas dan membawa leci kalengan kesukaannya , lalu kembali ke ruang tv
di ruang tv hanya tinggal Sandi sedang menonton tv
" mana Frank?" tanya Riska lalu duduk dekat Sandi dan memakan leci
" istirahat di kamar tamu" jawa Sandi merebut kaleng leci , Riska mengubah chanel tv menjadi drakor again menunggu makan mal siap .
__ADS_1
setelah makan malam , semua beristirahat, begitupun Sandi dan Riska yang kini sudah berada di kamar Riska dan tertidur , Sandi memeluk Riska erat tidak ingin Riska pergi ataupun berjauhan dengannya lagi