Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
pertemuan pemilik perusahaan


__ADS_3

Saat kedua belah pihak sudah sama sama duduk , Sandi dan Riska saling menatap penampilan lawannya


pertemuan pemilik perusahaan BP.group dan satya group


" kaya baju yang di beli Sandi" gumam Riska dalam hati


" kaya baju yang dibeli Riska" gumam Sandi dalam hati


" baik karena sudah berhadapan , kita buka menutup wajah kita sekarang" ucap Dino


Dino membuka masker wajahnya , Satria membuka masker wajahnya , Sandi cukup terkejut melihat Satria .


Lalu sandi dan Riska sama-sama membuka topi nya , lalu keduanya membuka maskernya


Saat saling melihat, Riska dan Sandi saling bertatapan tajam dan dalam . keduanya tidak mengeluarkan kata apapun


" ehemmmm" suara deheman Dino membuyarkan focus Riska dan Sandi


Begitupun Satria yang melihat Sandi didepannya sebagai pemilik perusahaan Satya Group , Satria tidak mengeluarkan kata apapun

__ADS_1


Entah mengapa ,mata Riska berkaca-kaca . bagaimana bisa Riska tidak mengetahui Sandi , Sandi yang melihat wajah Riska langsung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan


" Sandi Prasatya " ucap Sandi


" Riska Roslina Pamungkas" ucap Riska membalas jabatan tangan sandi , dan Riska tidak bisa menahan bulir bening itu , air mata Riska lolos membasahi pipinya .


Riska menghapus kasar air mata di pipinya , Sandi tidak kuat ingin memeluk Riska , dia tidak tahan melihat Riska mengeluarkan air mata.


Sandi berdiri dari duduknya , dan langsung memeluk Riska erat, mengelus punggung Riska dan mengecup jidat Riska .


Riska membalas pelukan Sandi dengan erat, Riska menangis tanpa mengeluarkan suara .


berbeda dengan Dino yang tampak terkejut akan perlakuan Sandi , Dino tidak mengetahui hubungan apa yang terjalin antara kaka iparnya dengan rekan bisnis nya itu


" Udah jangan nangis , gue ga tahan liat lo nangis" ucap Sandi pada Riska


" kenapa gue ga tau lo sampe sini, padahal sehari-hari gue sering nyusahin lo" ucap Riska melonggarkan pelukannya dan mendongakkan wajahnya ,menatap manik hitam Sandi .


Mereka bertatap seakan sedang berbicara lewat sorot mata

__ADS_1


" cakep " itu kata yang keluar dari mulut Riska saat melepas pelukannya dan melihat penampilan Sandi dari atas hingga sepatunya


Sandi kembali memeluk Riska , dan sekali lagu mengecup kening Riska lalu ia lepaskan pelukannya


" lo juga cantik ko , apalagi pake baju pilihan gue" goda Sandi sambil mengacak rambut Riska


" enak aja , ini gue yang pilih keles , baju lo itu yang gue pilihin " jawab Riska gak mau kalah sambil membereskan rambutnya


Riska dan Sandi menyadari bahwa Satria dan Dino hanya melongo


" ayok kerja !" ucap Sandi membuat Dino dan Satria focus


Setelah 2jam berlalu , Riska dan Sandi akhirnya menyepakati kerjasama dengan menandatangani dokumen masing-masing dan juga berjabat tangan , lagi-lagi Sandi memeluk Riska


Dino yang kelihatan bingung pun diberitahu oleh Satria


" santai pak Dino, sebenarnya kami cukup dekat dengan Sandi, bahkan Riska dan Sandi sering bersama setelah saya dan teman lainnya sudah menikah menyisakan Riska , dan Sandi kini sosok teman terdekat Riska . tapi kami benar-benar tidak menyangka bahwa Sandi adalah pemilik perusahaan Satya group, perusahaan terbesar di Indonesia" ujar Satria menjelaskan pada Dino


Dino hanya mengangguk paham , Sandi mengajak Riska pulang bersama menggunakan mobil sandi , dan mobil Riska disimpan di apartemen Sandi, Satria dan Dini pulang kerumah masing-masing

__ADS_1


__ADS_2