
Saat kedua belah pihak sudah sama sama duduk , Sandi dan Riska saling menatap penampilan lawannya
pertemuan pemilik perusahaan BP.group dan satya group
" kaya baju yang di beli Sandi" gumam Riska dalam hati
" kaya baju yang dibeli Riska" gumam Sandi dalam hati
" baik karena sudah berhadapan , kita buka menutup wajah kita sekarang" ucap Dino
Dino membuka masker wajahnya , Satria membuka masker wajahnya , Sandi cukup terkejut melihat Satria .
Lalu sandi dan Riska sama-sama membuka topi nya , lalu keduanya membuka maskernya
Saat saling melihat, Riska dan Sandi saling bertatapan tajam dan dalam . keduanya tidak mengeluarkan kata apapun
" ehemmmm" suara deheman Dino membuyarkan focus Riska dan Sandi
Begitupun Satria yang melihat Sandi didepannya sebagai pemilik perusahaan Satya Group , Satria tidak mengeluarkan kata apapun
__ADS_1
Entah mengapa ,mata Riska berkaca-kaca . bagaimana bisa Riska tidak mengetahui Sandi , Sandi yang melihat wajah Riska langsung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan
" Sandi Prasatya " ucap Sandi
" Riska Roslina Pamungkas" ucap Riska membalas jabatan tangan sandi , dan Riska tidak bisa menahan bulir bening itu , air mata Riska lolos membasahi pipinya .
Riska menghapus kasar air mata di pipinya , Sandi tidak kuat ingin memeluk Riska , dia tidak tahan melihat Riska mengeluarkan air mata.
Sandi berdiri dari duduknya , dan langsung memeluk Riska erat, mengelus punggung Riska dan mengecup jidat Riska .
Riska membalas pelukan Sandi dengan erat, Riska menangis tanpa mengeluarkan suara .
berbeda dengan Dino yang tampak terkejut akan perlakuan Sandi , Dino tidak mengetahui hubungan apa yang terjalin antara kaka iparnya dengan rekan bisnis nya itu
" Udah jangan nangis , gue ga tahan liat lo nangis" ucap Sandi pada Riska
" kenapa gue ga tau lo sampe sini, padahal sehari-hari gue sering nyusahin lo" ucap Riska melonggarkan pelukannya dan mendongakkan wajahnya ,menatap manik hitam Sandi .
Mereka bertatap seakan sedang berbicara lewat sorot mata
__ADS_1
" cakep " itu kata yang keluar dari mulut Riska saat melepas pelukannya dan melihat penampilan Sandi dari atas hingga sepatunya
Sandi kembali memeluk Riska , dan sekali lagu mengecup kening Riska lalu ia lepaskan pelukannya
" lo juga cantik ko , apalagi pake baju pilihan gue" goda Sandi sambil mengacak rambut Riska
" enak aja , ini gue yang pilih keles , baju lo itu yang gue pilihin " jawab Riska gak mau kalah sambil membereskan rambutnya
Riska dan Sandi menyadari bahwa Satria dan Dino hanya melongo
" ayok kerja !" ucap Sandi membuat Dino dan Satria focus
Setelah 2jam berlalu , Riska dan Sandi akhirnya menyepakati kerjasama dengan menandatangani dokumen masing-masing dan juga berjabat tangan , lagi-lagi Sandi memeluk Riska
Dino yang kelihatan bingung pun diberitahu oleh Satria
" santai pak Dino, sebenarnya kami cukup dekat dengan Sandi, bahkan Riska dan Sandi sering bersama setelah saya dan teman lainnya sudah menikah menyisakan Riska , dan Sandi kini sosok teman terdekat Riska . tapi kami benar-benar tidak menyangka bahwa Sandi adalah pemilik perusahaan Satya group, perusahaan terbesar di Indonesia" ujar Satria menjelaskan pada Dino
Dino hanya mengangguk paham , Sandi mengajak Riska pulang bersama menggunakan mobil sandi , dan mobil Riska disimpan di apartemen Sandi, Satria dan Dini pulang kerumah masing-masing
__ADS_1