Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
krukkkukukuku (bunyi perut)


__ADS_3

Riska bergegas membersihkan diri , ia bersiap dengan pakaian dengan penampilan santai ya hanya sweater , jeans , sneaker dan topi, tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidungnya , tak kalah dengan penampilan Sandi yang juga santuy tetap ganteng MAX nokomen.


saat di bandara , Sandi lebih dulu ke bagian pemesanan tiket


" Riska ,. tinggal bisnis class untuk penerbangan jam terdekat. gimana ?" tanya Sandi


" yauda ga apa lah, emang napa kalau bisnis class " jawab Riska santai sembari memberikan segala yang dibutuhkan dalam pemesanan tiket


akhirnya mereka sudah memegang tiketnya , keberangkatannya 3jam lagi dan Riska merasa lapar berinisiatif


" cari makan dulu lah, serius kek ada kunang-kunang ni pala gue . perut gue demo mulu dari tadi" pinta Riska yang sambil melihat salah satu restoran cepat saji , ya memang Riska dari kemarin sore tidak lagi memakan atau minum apapun dan merasa pusing


Sandi hanya mengikuti langkah Riska dengan membawa dua koper ukuran sedang milik ya dan Riska


"penampilan gak pernah neko-neko , dia gadis ceria hanya dengan orang yang dekat dengan nya , cantik" gumam Sandi yang mengikuti dan memperhatiian terus arah Riska


setelah makan selesai, keduanya memilih boarding pass saja agar mereka menunggu di ruang tunggu seharusnya .

__ADS_1


saat dalam pesawat , Riska mendapati rasa kantuknya lagi dan tertidur menyender pada bahu Sandi .


Sandi melihat arah sampingnya itu, dia tersenyum "cantik" gumam Sandi sambil menyelipkan anak rambut yang menghalangi wajah mulus Riska . lama kelamaan entah mengapa Riska merasakan sangat nyaman dalam tidurnya , ia memeluk lengan sandi seperti sedang memegang guling hangatnya .


Pada saat Riska terbangun, merasakan kepalanya sedikit berat, dilihatnya dengan hati-hati ternyata Sandi tertidur dengan menyandarkan kepalanya pda kepala Riska


deg,,,,.,.,.,.,. ( lagi lagi degup jantung ica mulai berpacu cepat"


merasakan ada pergerakan di bawah kepalanya , Sandi pun terbangun setelah tertidur beberapa jam


" emh , kau sudah bangun" ucap Sandi yang tak lama terdengar pengumuman bahwa sebentar lagi akan sampai di bandara Soekarno-Hatta


keduanya berlajan keluar bandara


" bareng aja sama aku , mobil ku memang ku taruh disini ,kamu tidak usah minta jemput supir mu" ucap Sandi masih dengan membawa kedua koper mereka


Riska tanpa bantahan dan penolakan mengikuti langkah Sandi menuju parkiran , dalam perjalanan hanya keheningan yang ada

__ADS_1


krukkkukukuku ....(gitulah pokoknya bunyi perut laper)


Riska yang langsung memegang perutnya dan Sandi tersenyum dan melirik Riska


" kita makan dulu sebelum ke rumah " tutur Sandi dan mereka pun terhanyut begitu saja


Saat sampai didepan rumah Riska , sengaja dimasukan kedalam garasi agar penjaga rumah dengan mudah membawa koper Riska dalam bagasi mobil Sandi


". gue balik ya , istirahat lah" pamit Sandi


" iya makasih ya" jawab Riska sambil melambaikan tangan


Riska pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya diikuti oleh penjaga rumah yang membawa koper Riska


Riska merebahkan tubuhnya , mengingat wajah Sandi , mengingat sikap Sandi padanya yang baik .


" aduh gue lupa kan anj*m ongkos pesawat belom diganti" gerutu Riska sembari menepuk jidatnya . ya tadi memang Sandi yang mengeluarkan uang baik untuk tiket , makan , ataupun membeli minuman

__ADS_1


" eh rumah dia kan deket ya , yaudah lah besok-besok deh mampir gantiin duitnya . gaenak kalo dah malem gini" gerutu Riska sambil menuju kamar mandi untuk berendam di bathtub dengan aroma terapi yang menenangkan


__ADS_2