Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
masalah cinta gak nemu mulu


__ADS_3

makan siang selesai, tapi mereka masih berdiam di restoran itu dan melanjutkan pembicaraan mereka


" apakah anda orang Indonesia?" tanya Sandi pada Rasya


" ya , saya orang Indonesia tapi saya dan adik saya bekerja di sini" jawab Rasya sopan


" adik ?" tanya Sandi lagi


" ya , ini dia Tasya adik saya. adik kembar saya" jawab Rasya


" wah maaf, saya kira itu pacar anda tuan" tutur Sandi


" emang kalo yang gak tau bakal ngira mereka sepasang kekasih yang selalu nempel setiap saat. padahal mereka sikembar yang selalu jombs" kekeh Riska


" ih Ca jangan ledek tasya , kaya lo aja punya pacar. apakah tuan asli Eropa sini? sahut Tasya


" ah tidak , saya asli Indonesia , saya juga tinggal di sana , saat ini hanya sekedar menggantikan paman saya untuk urusan disini" jawab Sandi

__ADS_1


" begitu rupanya . dilihat-lihat anda masih muda sekali tuan" tutur Rasya


" ah mungkin tidak, sepertinya kita memang seumuran" jawab Sandi . mereka semakin akrab akan pembicaraan ini


" Ca , lo kan masi sering ke tempat Alex , gimana dah ada yang nyantol ? " tanya Tasya


" apanya yang nyantol " tanya Riska


" ya laki lah, apalagi coba lo kalo ke tempat Alex kan cari cogan" jawab Rasya


" cogan sih banyak, tapi gada yang oke . jadi gue ke tempat Alex ya buat minum obat batuk aja " jawab Riska


" oh masih dong obat batuk selalu dihati , hangat dan menghanyutkan" kekeh Riska


" tapi , pas gue ke tempat si Alex kemaren itu ,, bartendernya ga asikkk . dia ga ngegubris pesenan gue masa . gue nunggu ampe setengah jam depan dia , dia so sibuk banget kaga nyodorin bat batuk gue, gemes gue minta Alex pecat orang itu, tapi Alex malah bela orang itu katanya pelanggannya pada puas ama minuman racikan bartender songong itu" lanjut riska kesal mengingat baru pertama keinginan nya ditunda-tunda


" sabar pea kalo pesen tu , ya kali dia lagi racik pesenan orang lain sebelum lo pesen. dasar si ga sabaran main minta pecat orang." tutur Rasya

__ADS_1


"blue ice , yang pesen jaeger , apa dia yang pelukan sma alex malam itu?" batin Sandi. Ya malam itu sandi lah yang menjadi bartendernya di blue ice , karena memang setiap malam minggu sandi akan menjadi bartender di Blue ice club.


" tuan, apa rumah mu di perumahan Nirwana? bukan kan kita pernah bertemu saat joging?" tanya Riska


" ya benar, saya tinggal di komplek AX.no 5" jawab Sandi


" tapi saya baru kali itu liat anda , apakah anda baru pindah?" tanya Riska lagi


" ah tidak, saya sudah dari lama tinggal disana , dan memang kita baru bertemu saja pas joging itu" jawab Sandi


" apakah bisa saat diluar pekerjaan kita bicara santai ? tidak usah terlalu formal" pinta Sandi


" apa bisa ?" tanya Rasya


" boleh juga , bukan nya memang kita terlihat seumuran" sahut Tasya


" iya udah santuy aja saat diluar kerja , lo lo pada juga kelewat santuy sama gue pas kerja apalagi diluar kerja" sahut Riska sambil menunjuk pada Rasya dan Tasya

__ADS_1


" oh dia orang sebebas itu , dan seceria ini diluar , padahal dihatinya mungkin seperti di kuburan terakhir kali itu" batin Sandi melihat Riska yang rapuh saat di kuburan orang tuanya berbeda dengan saat bersama teman-temannya


__ADS_2