Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
sosok itu


__ADS_3

@vidio call


riska " halo sayang sayang ku , kalian sudah bersiap meuju perusahaan kah ?" tanya nya pada Rasya dan Tasya yang terlihat sedang sarapan dengan pakaian yang sudah rapih


Tasya " haloooooooo, kangen banget . kapan kamu ke eropa , tidak kah kau merindukan bertemu dengan ku ?"


Rasya " apa kau akan terus membuatku lelah mengurus perusahaan mu saja tanpanpernah bertemu lagi ?"


Riska " ha ha ha sebegitu rindu kah kalian padaku , ya ya ya kutau memang sudah setahun tidak bertemu "


Rasya " segeralah ke Eropa ! lihat perusahaan mu disini sudah semakin maju "


Riska " baik tuan , pay pay "


mereka mengakhiri vidio call


Riska memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu , walau memang tidak merasa lapar tapi setidaknya dia harus menjaga kondisi tubuhnya . hari ini ia tau bahwa akan ada meeting penting , tapi Riska tidak memberitahu Rasya dan Tasya kalo ia akan ke Perusahaan dan mengikuti meetingnya


Setelah selesai Sarapan Riska bersantai sejenak menonton tv di ruang keluarga , karena ia tau jam berapa meeting dilakukan jadi tidak terburu-buru pergi ke perusahaan ,


satu jam kemudian Riska meminta supirnya mengantarkan ke perusahaan, walaupun masih satu jam lagi dia memilih berangkat agar dia dapat mengecek proposal yang akan di bahas saat meeting.

__ADS_1


Riska langsung memasuki ruang direktur yang tak lain ruangan Rasya bekerja


kreeeeet....


Riska membuka pintu


" bisa mengetuk dulu sebelum masuk!" tegar Rasya yang masih fokus pada map yang di pegangnya


Riska berjalan santai menuju samping Rasya ,


"apakah kamu ingin berhenti bekerja?". bisik Riska


Rasya sangat terkejut dan langsung memeluk temannya itu , teman yang mengubah nasibnya juga saudara kembarnya


" keruangan ku sekrang!" perintah Rasya pada Tasya yang berada di ruangan berbeda


" kapan kamu kemari ? luar biasa tadi pagi kau di rumah Utama ternyata saat menghubungi kami . bagaimana kabarmu ?"


" hahaha ini kejutan untuk kalian . aku kesini kemarin , aku merindukan ruangan ini . dan kabarku baik" jawab Riska


Tasya membuka pintu ruangan Rasya dan langsung berlari memeluk Riska , Tasya memeluk dan menangis

__ADS_1


" bagaimana bisa kamu kemari tidak memberi kabar pada kami ? apa memang kau tidak merindukan kami?" ucap Tasya sambil memicingkan matanya


" santai saya , aku hanya memberi kalian kejutan . aku akan ikut meeting sekarang ini , hanya ingin tau seberapa bagus perusahaan cabang Indonesia itu" jawab Riska santai menuju sofa


Rasya dan Tasya pun mengikuti Riska


" kau pemiliknya dan memang seharusnya kau tau progres perusahaan kan" seru Rasya


mereka berbincang sebentar


" pak , buk sudah saatnya meeting" seru sekertaris Rasya ( pake bahasa sono ya)


" baik, bawa berkasnya dan pergilah duluan " jawab Rasya


Tasya kembali ke ruangannya , sedangkan Rasya dan Riska menuju ruang meeting, Riska sebelumnya sudah membaca sedikit bahasan meeting itu dan lebih di jabarkan oleh Rasya sembari jalan menuju ruang meeting


Saat memasuki ruangan meeting Riska dan Rasya masuk tanpa melihat orang-orang yang telah duduk , ya mereka adalah partner bisnisnya


Saat ada Riska , Riska lah yang akan duduk di kursi paling depan , dan Rasya di sampingnya . Begitu memperkenalkan diri , tatapan Riska melihat bergantian pada setiap orang , dan terhenti saat melihat sosok Sandi yang juga duduk disana .


Saat membahas tentang kesepakatan , Sandi terlihat focus dibantu oleh seseorang di sebelahnya .

__ADS_1


"apa dia memang tinggal disini dan kemarin di Indonesia hanya berkunjung saja ?" gumam Riska


__ADS_2