
*keesokan harinya
Hari ini adalah hari dimana pertemuan antara pemilik perusahaan BP.Group dengan pemilik perusahaan Satya group , yang tidak lain adalah pertemuan Riska dan Sandi
di antara keduanya tidak ada yang tahu akan hal ini
Semenjak pagi hari Riska memang sudah berada di kantor nya , iya membereskan pekerjaan nya untuk hari ini dan esok hari , karena Riska berniat agar Sabtu dia tidak di ganggu oleh pekerjaan , dia ingin jalan-jalan ke kota B menemui David dan Bintang bersama Sandi
@flashback onn (saat Riska sedang sarapan sebelum berangkat kantor)
@telfon
Riska " dimana lo?"
Sandi " di ruma om gue , ada apa?"
Riska " besok free gak ?"
Sandi " free , lagian gue dah gak gawe di BP.Group"
__ADS_1
Riska " ke bandung yok besok kita jalan aja sambil mampir ke si David"
Sandi " boleh , besok pagi gue ke rumah lo"
nereka mengakhiri percakapan di alat telekomunikasi tersebut .
@flashback off
" oke , setelah nanti malam . gue pengen bebas dulu dari kerja. ini pertama kali gue turun langsung kerjasama antar perusahaan. gue kudu siap !!" begitu gumam Riska menyemangati dirinya sendiri
pasalnya memang Riska dari awal sangat tidak mau jika orang luar mengetahui Riska sebagai pemilik perusahaan , karena pribadi diluar perusahaan dia sangat bebas
pekerjaan selesai lebih cepat, waktu jam pulang kantor masih ada satu jam lagi, gaoi Riska memilih pulang untuk istirahat sebentar sebelum pertemuan
" nak , apa kamu yakin untuk pertemuan malam ini?" tanya Juna
" Yakin om, setelah pertemuan ini pun cepat atau lambat orang akan mengetahui siapa Sandi. Sandi gamau bikin om cape dan sakit lagi, udah saatnya Sandi muncul dihadapan publik tapi biar publik sendiri yang mengetahui dengan sendirinya tanpa Sandi mengumbarnya" ucap Sandi mantap
" baiklah, karena memang ini adalah hak dan kewajiban mu , sebentar lagi juga kamu sudah berusia 26 tahun . Om akan selalu mendukung mu , om pasti membantu segala hal yang om bisa jika kamu mendapati kesulitan" ujar Juna sembari menepuk pundak Sandi
__ADS_1
karena saat ini sudah jam 6 sore menuju malam , Sandi memilih pulang ke rumahnya untuk bersiap , ia membersihkan diri dan memakai pakaian yang ia beli saat bersama Riska
Saat memakai pakaian itu, Sandi terus teringat akan sosok Riska
" Riska , gue bakal maju sekarang juga , gue bakal berusaha semampu gue untuk jagain lo . Gue pengen lo selalu deket gue , dengan Cara gue ini, lama kelamaan orang tau siapa gue , dan saat itu tiba gue bakal tarik lo ke kehidupan gue dan gue pastiin ga akan ada orang yang berani nyakitin lo . Tunggu gue , gue pastikan itu semua" gumam sandi sambil melihat pantulan dirinya pada Cermin
Tampan , itulah yang tergambar jelas pada wajah Sandi , walaupun memakai pakaian casual versi dia karena pilihan Riska , tidak mengurangi kewibawaan nya
Sandi bergegas menuju apartemen miliknya yang berada cukup dekat degan perusahaan nya , tidak lupa ia membawa masker dan juga topi .
***
Dirumah Riska , dia sedang bersiap diri , tidak lupa dia sedikit memoles wajahnya . Riska sudah memakai pakaian yang ia beli dengan Sandi, ia melihat penampilan nya , rambutnya ia biarkan terurai, dipakainya masker juga topi abang becak yang sedikit menutupi matanya .
Riska mengendarai mobil sport nya sendiri menuju alamat yang diberikan oleh Satria , sedangkan Satria dan Dino selaku tangan kanan dari masing-masing perusahaan sudah berada di tempat menggunakan masker saja tetapi penampilan mereka pun sama sama casual
Sandi sudah menunggu di dalam apartemen nya , ia duduk di balkon sambil menyesap rokoknya dalam sebelum tamu nya datang, bagaimanapun ia merasa gugup karena ini pertama kalinya juga untuk sandi turun langsung dalam masalah perusahaan nya
sesampainya Riska di lobi, Satria langsung membuka pintu mobil dan mempersilahkan Riska keluar . Lalu Dino memimpin jalan mengarahkan Riska dan Satria ke unit apartemen Sandi
__ADS_1
Sesampainya di depan pintu ruang Sandi , Dino menyalakan bel pertanda mereka datang. dengan segera Sandi mematikan Rokoknya dan memakai topi juga maskernya
Dino mempersilahkan Riska juga Satria masuk , dan saat Riska dan Satria duduk , Sandi masuk kedalam ruangan dari arah belakang Riska dan Satria duduk