Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
kalian tunangan ?


__ADS_3

malam minggu sangat ramai dengan orang-orang yang menikmati nya , begitu dengan Riska dan Sandi menikmati kemacetan menuju caffe yang dijanjikan David di daerah Dago atas.


Setelah menempuh hampir satu setengah jam perjalanan karena macet , akhirnya mereka sampai di caffe itu. mereka turun dari mobil dan lagi-lagi beberapa pasang mata memperhatikan keduanya


Sandi melihat David melambaikan tangannya langsung menggenggam tangan Riska menuju meja tempat David duduk bersama Bintang


" gila ya macet banget jalanan" ucap Sandi sambil berjabat tangan dengan David


" iyalah , malam Minggu gini, hanya para jombs yang tidak ikut merasakan macet" ujar David


" dah lama kalian disini?" tanya Riska


" enggak ko, kita juga baru sampe" jawab David


" mendingan pesen dulu deh, biasanya makin malem makin penuh dan kalo pesen makin lama dateng . jadi kalo sekiranya bakal nambah pesenan mending sekaligus aja" ujar Bintang


semua memesan dengan dua porsi berbeda setiap orang


lama berbincang akhirnya pesanan datang


mereka ngobrol panjang kali lebar kali tinggi pokoknya segala hal diceritakan baik pekerjaan atau sehari-hari sambil minum dan makan camilan yang mereka pesan

__ADS_1


David yang menyadari cincin yang digunakan oleh Sandi dan Riska sama


" kalian tunangan ?" tanya David serius menatap Riska dan Sandi bergantian


" enggak , kata siapa kita tunangan . kita temenan kok" jawab Riska


" itu " tunjuk David pada jari Riska dan Sandi yang menggunakan cincin yang sama


" oh ini, dapet hadiah pas makan di restoran X yang katanya lagi ultah" jawab Sandi santai


" wih hebat lu pada , dapet hadiah dari restoran . dikira gue pada tunangan tanpa sepengetahuan gue" ujar David lega , karena tadinya David akan marah jika keduanya tunangan tanpa sepengetahuan David


" selowwwww , gue tunangan pasti ngundang lo dan anak anak. iya gak San" ucap Riska dan bertanya pada Sandi


Riska mendengar itu pun jadi gelagapan , entah kenapa degup jantung Riska semakin cepat


" eng nggak gitu juga maksudnya , duh gimana sih" jawab Riska


David melihat gelagat Riska tertawa puas , pasalnya memang sudah lama David tidak bisa melihat mimik muka Riska panik tegang cemas malu dan lainnya setelah David berhenti bekerja dengan Riska


" kalo lo mau tunangan sama gue juga gue siap ko" tambahan kata Sandi mampu membuat David berhenti tertawa , Sandi menatap Riska , Riska menatap Sandi , dan David menatap sandi mencari kebohongan

__ADS_1


David tidak menemukan kebohongan pada Sandi , David berdeham


" ekhem" deheman David


" Ca , lo masih mau cari anak temen bonyok lo ?" tanya David serius pada Riska


" entah lah , gue udah bingung harus cari kemana , bonyok gue ga ninggalin petunjuk apapun selain nama temen nya itu yang entah dimana" sahut Riska


" lo pikir lagi baik-baik . gue cuma mau liat lo bahagia pokoknya sama siapapun nanti lo jadian , tunangan bahkan saat lo nikah" tutur David


" iya iyaaaaaaa et dah " sahut Riska


Sandi yang mendengar nya biasa saja karena memang Sandi sudah tau dan Sandi tetep pengen Riska menemukan sosok Sandi sebenarnya yang Riska cari dengan sendirinya


mereka terus berbincang hal lainnya , Ruska merasakan kedinginan walau sudah memakai jaketnya , Sandi melihat Riska yang menyembunyikan telapak tangan di antara kedua pahanya , langsung meraih tangan Riska , menggenggam kedua tangan Riska dengan sebelah tangan Sandi , lalu Sandi tutup menggunakan jaket Sandi , karena memang sandi sudah memakai kaos dan sweater rajut nya . Riska melihat perlakuan Sandi semakin perhatian padanya


Hingga tak terasa mereka teka berbincang selama tiga jam, dan suhu semakin malam semakin dingin akhirnya David mengajak Riska dan Sandi untuk ke tempat mimi yang santuy di kota Bandung yang sering disebut Triangle yang sekarang menjadi soju house (buset dah tauan banget ya nama tempatnya)


setelah dirasa hangat pada tubuh masing-masing dengan minuman beralkohol, akhirnya mereka kembali pulang ketempat masing-masing begitupun Sandi dan Riska kembali ke hotel dan istirahat


Saat tidur , posisi Riska dan Sandi saking berpelukan hingga pagi hari

__ADS_1


Posisi berpelukan tersebut sangat nyaman bagi Riska .


__ADS_2