
Riska kembali kerumah dengan sedikit berlari, Sandi yang khawatir melihat riska bergegas menyusul dan berlari mengejar riska dengan tanpa mengganti pakaian dan sendal japit rumah nya .
Saat riska sampai didepan rumahnya sudah ada tiga laki-laki berdiri menyandar pada mobil milik Satria ,. ya mereka berangkat bersama menggunakan satu mobil
" dah sampe lo , sory gue lupa hehe" tutur riska sambil mengatur nafasnya
" dari mana lo , pake daster , sandal capit gitu, rambut keuray panjang serem dah kalo yang kaga tau itu manusia" tutur David
tak lama Sandi pun tiba dan ngos-ngosan
"Sandi" tanya alex
" eh bos " jawab Sandi
" kenapa kamu disini" tanya Alex sambil melihat sandi dari atas hingga bawah
" oh itu tadi gue lagi di rumahnya , gue lupa pamit juga sama dia , pas dapet telfon dari lo gue buru-buru lari" jawab riska
" iya tadi aku kira Riska ada apa sampe buru-buru banget mangkanya aku susulin" jawab Sandi
" eh bentar, lo kenal Sandi ?" tanya Riska pada Alex
__ADS_1
" iya lah , dia bartender di club tiap malam minggu. Sandi itu yang bikin lo mewek gegara ga dibawain jaeger" Alex
Sandi dan Riska saling tatap
"Lo" riska dan Sandi kompakan
"*ini cewe ribet malam itu" batin Sandi
" oh ini bartender sialan itu" batin Riska*
" buru masuk gue pegel kelamaan bediri " Satria yang sudah kesal
" eh iya ayok masuk aja semuanya " tutur Riska sambil jalan masuk ke dalam rumah , dan diikuti ke empat pria tadi . Riska mempersilahkan para lelaki duduk di ruang tamu , dan Riska berjalan ke arah dapur meminta bi Eha menyiapkan makan malam untuk semuanya , dan kembali ke ruang tv
" oh iya bos" jawab Sandi
" gausah panggil bos , panggil aja Alex . kalo lo udah bisa deket sama riska , berarti lo juga temen gue. santuy ae bro" titur Alex sembari menepuk pundak Sandi
" Ca , rumah lo gede banget tapi lo malah sering keluyuran " tanya Satria
" iya tu ada mini bar tapi masi aja lo seneng ke club gue yang rame" tutur Alex
__ADS_1
" kesepian kelamaan jombs" sahut David
ketiga lelaki tertawa
" brisik lo pada. ya sukasuka gue lah , ga rugiin kalian kan hahaha" jawab Riska
Sandi hanya diam mendengarkan ke empat mahluk bergurau
" eh tapi tar dulu, napa lo bisa sampe ke rumah Sandi ca? ngapain lo ? apa jangan-jangan udah nemu pemuas nafsu lo" tanya Satria , Satria dan teman lain tau jika Riska tidak mudah dekat dengan orang lain, bahkan saat Riska sedang tidur dengan laki-laki dia memilih untuk tidur di apartemen yang dia miliki
" panjang lah kalo di ceritain " sahut Riska , tak lama bi Eha memberitahu Riska kalo makanan sudah siap
" non, makanan nya sudah siap" begitu kata bi Eha
" udah yok makan dulu, tar lanjut ngobrol nya" ajak Riska
semua makan malam di kediaman Riska begitu pun Sandi yang awalnya menolak dan ijin pulang duluan jadinya ikut makan malam bersama .
Riska membuka Sweater nya , dan nampak daster tanpa lengan dan ada sedikit sobek di bagian depan nya
" wuiiiih mulussss juga , dikira make sweater mulu ada korengan nya" kata David , berbeda dengan Alex dan Satria yang sudah pernah melihat kulit mulus Riska
__ADS_1
Sandi melihat Ica menggunakan daster biasa saja , tapi pas melihat sobekan di baju bagian depannya dia hampir tersedak
makan malam berjalan dengan celotehan Alex satria dan David , beda dengan Sandi dan Riska yang menyimak dan sesekali tertawa