Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
cakep


__ADS_3

pagi telah tiba , matahari telah menyebarkan cahaya kehangatan, menembus tirai penghalang pada jendela .


Riska terbangun pagi hari, karena untuk Riska mau setelat apapun ia tidur jika memang sudah ada progres untuk hari esok ia akan bisa bangun pagi seperti biasa .


Riska bergegas membersihkan dirinya , lalu menggunakan pakaian kerja nya yang formal namun tetap modis . saat sedang merias sedikit wajahnya, ia teringat Sandi yang semalam tidur di kamar sebelah .


Riska membuka pintu kamar sebelah dengan hati-hati , dan ya benar saja dilihatnya Sandi masih berbaring , tertidur dengan lelapnya , terlihat ketenangan dalam wajah tampannya , Sandi yang jika bertemu Riska apa adanya , tidak ada yang tau sisi tegas , dingin namun tetap berwibawanya saat bekerja .


"kamu tampan ,bahkan saat tidur pun terlihat sangat tampan . " lirih Riska, sambil mengusap wajah sandi, dipegangnya alis tebal, idung mancung , bulu mata yang cukup lentik bagi lelaki , dan terakhir bibir tipis berwarna merah . Walaupun Sandi sesekali ngeroko , tapi bibir Sandi tetap terlihat sehat berwarna merah.


" enghhhh" Santi menggeliat merasa ada yang menyentuh


" bangun, udah siang " ucap Riska menggoyang pelan tangan Sandi .


Sandi mengerjap-ngerjapkan matanya , ia melihat sosok Riska disebelahnya , mengingat kejadian sebelumnya

__ADS_1


" ah ya gue tidur di ruma Riska . betapa senangnya saat membuka mata , wanita cantik ini yang pertamakali kulihat" gumam Sandi dalam hati . lalu dia bangun dan duduk di kasur itu


" lo mandi dulu aja , tar gue minta pelayan beliin baju buat lo, biar lo juga ga telat sama urusan lo" ucap Riska sambil menutup pintu kamar Sandi


"*kenapa jantung gue astaga Tuhan" gumam Riska sembari menuruni tangga


@Telfon


Riska " siapkan pakaian kerja lelaki lengkap dengan dalaman dan lainnya , dengan ukuran ********** , sekarang supirku akan mengambil nya" tuuuuuut tuuuuut tuuuut*.....


" tolong ambilkan pakaian di butik X sekarang" begitu perintah Riska pada supir yang stanby di Rumah Utama itu .


Lalu Riska berjalan menuju dapur , dia membantu pelayannya yang sedang memasak sarapan , walaupun Riska jarang menginjakan kakinya di dapur tapi sebenarnya Riska lumayan baik dalam hal memasak


Selesai memasak , supir suruhannya sudah kembali membawa pakaian yang dipesan di butii X , lalu Riska berjalan menuju kamar yang di gunakan Sandi, Riska masuk tanpa mengetuk .

__ADS_1


Dilihatnya Sandi hanya menggunakan handuk kimono yang memperlihatkan sedikit dada dibangnya . Riska biasa saja karena memang dia merasa terbiasa dengan tubuh lelaki,


" ni bajunya " ucap Riska menyodorkan paperbag berisi pakaian lengkap


" uiiih bagus juga badan lo" ucap riska lalu menyentuh dada bidang Sandi namun, saat baru menyentuh tangan sandi langsung memegang tangan Riska itu , seketika entah mengapa di antara keduanya terlihat gugup


" jangan sembarang pedang , nanti lo ketagihan" begitu ucap Sandi sambil berlalu menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya


Riska mematung di tempat semula "gue kenapa ? kenapa gue ? ada apa ini . Jantung gue . gue harus periksa ke dokter kalo beginu terus" begitu batin Riska


Tak lama Sandi keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian yang Riska pesan, pakaiannya terlihat sangat pas sekali di tubuh Sandi


" Cakep " kata itu yang lolos dari mulut Riska , Sandi sedikit terkejut dengan kata itu , Riska langsung mengalihkan pembicaraan


" ayok sarapan dulu , udah jam 7 juga" Riska keluar terlebih dahulu meninggal kan Sandi .

__ADS_1


keduanya melakukan sarapan lalu berangkat ke tempat tujuan masing-masing


__ADS_2