
Sesampainya di mall X, Riska meminta Sandi untuk terlebih dahulu membeli minuman dingin. Riska merasa sangat haus
" ay , beli itu dulu yuk" ajak Riska sembari menunjuk counter minuman yang memang lagi hitz
Sandi mengikuti langkah Riska. Riska memesan minuman kesukaannya , Riska juga memesan satu minuman berbeda untuk Sandi .
Setelah itu mereka berjalan menuju toko perhiasan yang terkenal , yang berada di mall tersebut .
Banyak pasang mata seperti biasa memperhatikan keduanya , Sandi yang memakai setelan jas berwarna biru tua dan Riska yang hanya menggunakan Hoodie hitam dan celana jeans hitam juga sepatu sneaker warna putih .
Riska dan Sandi langsung memasuki toko perhiasan
" Saya ingin melihat cincin pernikahan koleksi terbaik toko ini" ucap Sandi kepada pelayan
Dari kejauhan di toko perhiasan juga , ada sepasang mata yang memperlihatkan Sandi .
Silvy, dia orang yang memperhatikan Sandi .
Silvy merupakan teman kuliah Sandi , Silvy sangat menyukai Sandi sejak pertama kali mereka bertemu karena Sandi membantu Silvy saat ia berniat bunuh diri .
__ADS_1
Silvy yang menaruh rasa dan selalu blak-blakan saat mengejar Sandi, berbeda dengan Sandi yang biasa saja pada Silvy .
Silvy mendekati Sandi dan langsung memeluknya , sedangkan Riska yang sedang melihat' koleksi terbaik yang dibawakan oleh pelayan toko terkejut dengan apa yang dilihatnya .
" Sandi aku sangat merindukanmu " ucap Silvy
" Lepaskan" ujar Sandi sembari berusaha melepaskan pelukan Silvy, Sandi mengingat siapa orang yang memeluknya ,lalu melirik Riska
Riska melihat keduanya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan dan dipahami oleh Sandi .
Riska berusaha berpura-pura cuek dan melanjutkan melihat kedua pasang cincin yang ada di depannya mencobanya satu persatu, padahal hatinya sangat sakit , terlebih takut jika Sandi meninggalkan nya karena pengakuan Riska yang tidak perawan juga kehadiran Silvy yang memeluk Sandi .
Silvy melihat Sandi yang memperlihatkan Riska , langsung mendekati Riska dan mencoba juga cincin itu .
" apa kamu mampu membeli ini, " ujar Silvy pada Riska, Silvy melihat penampilan Riska yang menurutnya jauh dibawah Silvy.
__ADS_1
ya Cincin mas putih dengan berhiaskan berlian murni ( anggap aja gitu)
" Sandi apakah ini bagus ?" tanya Silvy sambil memperlihatkan tangannya
Riska membuka lagi cincin yang ia coba lalu melangkahkan kakinya keluar Toko , Sandi tidak merespon apapun pada Silvy , melihat Riska keluar dari toko
" segera bungkus keduanya" ucap Sandi pada pelayan namun matanya masih tertuju pada Riska .
Silvy kegirangan, dikiranya Sandi membelikannya untuk Silvy ( yey kepedean)
setelah selesai bertransaksi ,Sandi membawa paper bag khusus perhiasan yang ia beli lalu berlari tidak mempedulikan Silvy untuk mencari Riska , namun Riska sudah pergi meninggalkan mall menuju rumah kecilnya yang ia beli untuk bi Eha .
Rumah kecil dan Rumah Riska memang cukup jauh, bi Eha tidak menikah dan selalu setia Bekerja dengan Riska , tetapi Riska tetap membeli salah satu rumah sederhana atas nama bi Eha.
Silvy kesal melihat Sandi malah berlari menjauhinya , tapi karena ketekunan ngintilin Sandi sampai ke komplek perumahan Sandi dan Riska.
Sandi langsung masuk kerumah Riska mencari keadaan Riska namun hasilnya nihil , karena Riska saat ini berada di rumah sederhananya sambil nonton Drakor untuk mengalihkan rasa sedihnya. Riska sengaja mematikan handphone nya ,ia tidak mau ada yang menggangu nya saat ini .
Sedangkan di dalam mobil , Silvy tersenyum
__ADS_1
" wah ternyata rumahnya di komplek elit , berarti dia kaya . gue bakal terus berusaha" ucap Silvy sendiri dalam mobilnya , lalu menjalankan mobilnya dan pergi .
Sandi bingung , tidak mungkin jika menanyakan pada sahabatnya Riska , akhirnya Sandi memilih tetap diam di kamar Riska hingga ketiduran .