Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
Silvy


__ADS_3

Sesampainya di mall X, Riska meminta Sandi untuk terlebih dahulu membeli minuman dingin. Riska merasa sangat haus


" ay , beli itu dulu yuk" ajak Riska sembari menunjuk counter minuman yang memang lagi hitz


Sandi mengikuti langkah Riska. Riska memesan minuman kesukaannya , Riska juga memesan satu minuman berbeda untuk Sandi .


Setelah itu mereka berjalan menuju toko perhiasan yang terkenal , yang berada di mall tersebut .


Banyak pasang mata seperti biasa memperhatikan keduanya , Sandi yang memakai setelan jas berwarna biru tua dan Riska yang hanya menggunakan Hoodie hitam dan celana jeans hitam juga sepatu sneaker warna putih .


Riska dan Sandi langsung memasuki toko perhiasan


" Saya ingin melihat cincin pernikahan koleksi terbaik toko ini" ucap Sandi kepada pelayan


Dari kejauhan di toko perhiasan juga , ada sepasang mata yang memperlihatkan Sandi .


Silvy, dia orang yang memperhatikan Sandi .


Silvy merupakan teman kuliah Sandi , Silvy sangat menyukai Sandi sejak pertama kali mereka bertemu karena Sandi membantu Silvy saat ia berniat bunuh diri .

__ADS_1


Silvy yang menaruh rasa dan selalu blak-blakan saat mengejar Sandi, berbeda dengan Sandi yang biasa saja pada Silvy .


Silvy mendekati Sandi dan langsung memeluknya , sedangkan Riska yang sedang melihat' koleksi terbaik yang dibawakan oleh pelayan toko terkejut dengan apa yang dilihatnya .


" Sandi aku sangat merindukanmu " ucap Silvy


" Lepaskan" ujar Sandi sembari berusaha melepaskan pelukan Silvy, Sandi mengingat siapa orang yang memeluknya ,lalu melirik Riska


Riska melihat keduanya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan dan dipahami oleh Sandi .


Riska berusaha berpura-pura cuek dan melanjutkan melihat kedua pasang cincin yang ada di depannya mencobanya satu persatu, padahal hatinya sangat sakit , terlebih takut jika Sandi meninggalkan nya karena pengakuan Riska yang tidak perawan juga kehadiran Silvy yang memeluk Sandi .




Silvy melihat Sandi yang memperlihatkan Riska , langsung mendekati Riska dan mencoba juga cincin itu .


" apa kamu mampu membeli ini, " ujar Silvy pada Riska, Silvy melihat penampilan Riska yang menurutnya jauh dibawah Silvy.

__ADS_1


ya Cincin mas putih dengan berhiaskan berlian murni ( anggap aja gitu)


" Sandi apakah ini bagus ?" tanya Silvy sambil memperlihatkan tangannya


Riska membuka lagi cincin yang ia coba lalu melangkahkan kakinya keluar Toko , Sandi tidak merespon apapun pada Silvy , melihat Riska keluar dari toko


" segera bungkus keduanya" ucap Sandi pada pelayan namun matanya masih tertuju pada Riska .


Silvy kegirangan, dikiranya Sandi membelikannya untuk Silvy ( yey kepedean)


setelah selesai bertransaksi ,Sandi membawa paper bag khusus perhiasan yang ia beli lalu berlari tidak mempedulikan Silvy untuk mencari Riska , namun Riska sudah pergi meninggalkan mall menuju rumah kecilnya yang ia beli untuk bi Eha .


Rumah kecil dan Rumah Riska memang cukup jauh, bi Eha tidak menikah dan selalu setia Bekerja dengan Riska , tetapi Riska tetap membeli salah satu rumah sederhana atas nama bi Eha.


Silvy kesal melihat Sandi malah berlari menjauhinya , tapi karena ketekunan ngintilin Sandi sampai ke komplek perumahan Sandi dan Riska.


Sandi langsung masuk kerumah Riska mencari keadaan Riska namun hasilnya nihil , karena Riska saat ini berada di rumah sederhananya sambil nonton Drakor untuk mengalihkan rasa sedihnya. Riska sengaja mematikan handphone nya ,ia tidak mau ada yang menggangu nya saat ini .


Sedangkan di dalam mobil , Silvy tersenyum

__ADS_1


" wah ternyata rumahnya di komplek elit , berarti dia kaya . gue bakal terus berusaha" ucap Silvy sendiri dalam mobilnya , lalu menjalankan mobilnya dan pergi .


Sandi bingung , tidak mungkin jika menanyakan pada sahabatnya Riska , akhirnya Sandi memilih tetap diam di kamar Riska hingga ketiduran .


__ADS_2