Pemuas Nafsu Ku

Pemuas Nafsu Ku
cincin dan gelang


__ADS_3

selama perjalanan , Riska tidak berhenti mengoceh , Riska memberitahu Sandi bahwa ia ingin mampir di toko toko tertentu yang berada di salah satu mall terbesar di Jakarta yang ternyata adalah milik Sandi. Sandi yang mendengarkan tanpa mengatakan apapun


sesampainya di mall tersebut, keduanya jalan berdampingan ,. Sandi mengikuti kemanapun Riska melangkah , saat memasuki store sepatu yang Riska tuju , tidak sengaja Sandi bertemu dengan teman sekantor yang sama dari departemen keuangan BP.Group , karena tidak ada yang tau sosok pemilik perusahaan itu sehingga teman sandi menyangka Riska adalah kekasih Sandi


" eh pak Sandi , jalan sama pacar ya eh apa istrinya? baru pertama saya lihat pak sandi bersama perempuan" ujar teman kerjanya sambil melirik Riska


belum sempat Sandi menjawab, Riska menyodorkan tangannya pada teman Sandi


" Riska" kata Riska sambil menyodorkan tangan


" Ujang " sahut Ujang membalas jabatan tangan Riska


" saya kedalam duluan ya , silahkan mengobrol" ucap Riska meninggalkan keduanya dan memilih-milih sepatu yang ia suka


" pak sandi saya duluan ya , itu ko pacar saya dah masuk sana aja . takut kena omelan nya" kata Ujang pamit duluan, sandi pun tersenyum . lalu Sandi masuk store dan mendekati Ica


" San, bagus biru atau Army ?" tanya Riska pada Sandi melihatkan sepatu yang ia suka

__ADS_1


" bagus dua duanya , coba aja " jawab Sandi santai


dan Akhirnya Riska meminta pelayan untuk membungkus kedua pasang sepatu dengan warna berbeda dan ukuran Riska.


Saat akan menuju kasir , ternyata Sandi telah menyelipkan debit card nya pada pelayan tadi , setelah selesai transaksi pelayan tersebut menyerahkan dua paper bag dan satu debit card , Riska melirik pada Sandi


" ini sudah di bayar sama suami anda " ucap pelayan


"suami ? kenapa lo bayarin ? tar gue ganti ga ada penolakan" ketus Riska kesal, karena biaya yang Sandi keluarkan untuk Riska sebelumnya pun selalu saja Sandi menolak untuk di bayar, tidak mempermasalahkan kata suami yang diucapkan pelayan tadi


" anggap aja hadiah ulang tahun lo lusa nanti. gue kasi di awal" ucap Sandi


" mbak , gelang keluaran terbaru. polos simple elegan. kalo ada mas putih" ucap Sandi pada pelayan


Riska yang sudah di sebelah sandi melihat-lihat cincin yang berbentuk seperti paku melilit , dan meminta pelayan mengambilnya . lalu Riska pun mencoba nya , tak lama pelayan yang diminta membawa barang yang di maksud Sandi pun datang


" ini pak barang terbaru nya , dan kebetulan ini satu set dengan cin-cin yang dipakai istri bapak" kata pelayan melirik ke tangan Riska

__ADS_1


Sandi melirik tangan Riska , dilihatnya cincin itu memang cocok dengan pribadi Riska


"bagus tuh , cocok sama tangan lo" kata Sandi lalu Sandi menarik tangan Riska dan memakaikan gelang nga


" tuh kan cocok udah , kalo orang gatau bakal nyangka mainan jadi lo aman dari jambret" kata Sandi


Riska terus melihat tangannya , membulak balikan telapak tangan dan melihat pantulan kaca , dan Ya Riska tersenyum , Riska menyukainya


" oh iya mbak , kita bukan suami istri" kata Riska mengingat apa kata pelayan tadi , baik di store sepatu atau di toko perhiasan


kedua pelayan itu meminta maaf pada Riska dan Sandi , Sandi langsung memberikan debit card nya lagi pada pelayan perhiasan itu , Riska yang melihat langsung membuka cincin dan gelang nya


" gue ga suka lo bayarin terus , lo emang gawe sama paman lo dan lo gawe jadi bartender tapi gue gak suka lo keluarin banyak duit buat gue " kesal Riska pada Sandi


Sandi meraih tangan Riska dan memasangkan kembali cincin dan gelangnya


" gue tadi bilang, gue kasi kado ulangtahun lo di awal. gue beli bukan tanpa alasan. jadi pake aja" ujar Sandi , beberapa saat pelayan datang memberikan nota dan bukti kepemilikan juga struk harga dan debit card . lalu sandi memasukan itu pada saku celananya tanpa melihat pengeluaran nya

__ADS_1


mereka akhirnya menuju supermarket yang berada di lantai dasar, karena Riska takut jika masuk lagi toko lain , lagi-lagi Sandi akan membayarnya


__ADS_2