
Keesokan harinya , Sandi sudah bekerja di Satya Group tetapi tidak banyak pegawainya yang tahu , para pegawai hanya beefikiran bahwa Sandi adalah kerabat pak Dino yang saat ini menjadi Wakil Dirut
Da di perusahaan BP.Group Riska segera memantau Cctv yang berada di bagian ruangan keuangan, ia melihat dengan teliti mencari sosok Sandi yang katanya bekerja di bagian keuangan tapi Riska tidak melihat satupun orang yang mirip Sandi
Riska akhirnya menyerah , dia melanjutkan pekerjaannya dan mempersiapkan dokumen untuk kerjasama dengan Satya Group
toktoktok........
" Ca , Satya group menyetujuinya . besok malam jam 8 di apartemen milik pemilik Satya Group, mereka bilang kita harus berpakaian se santai mungkin, tidak diperkenankan menggunakan pakaian kerja. untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan" ujar Satria
" baik, atur saja . besok kamu pergi bersama ku!" ucap Riska
Riska dan satria kembali bekerja menyelesaikan pekerjaan masing-masing
Begitupun Sandi yang mengerjakan pekerjaan yang sekarang di handle langsung olehnya di ruangan Direktur Utama Satya Group.
Sandi memeriksa berkas penting internal dan eksternal
semua di koreksi kembali oleh Sandi , yang menurutnya sudah baik langsung di tandatangani sedangkan yang memerlukan revisi ia tandai.
Waktu pulang kantor pun riba , Sandi memilih pulang dengan mobil Riska dan Riska pulang di jemput oleh Sandi , karena pagi tadi Riska berangkat menggunakan taxi online , sedangkan Sandi menggunakan mobil Riska.
Riska minta di jemput di tempat yang cukup jauh dari BP.Group , ia sengaja menunggu Sandi di salah satu mall yang berada paling dekat dari BP.Group
Saat Sandi sudah berada di mall, ia langsung menghubungi Riska
@telfon
Sandi " haloooooo, dimana lo?"
Riska " gue di lantai 2 tapi lagi di toilet bagian Barat . lo tunggu deket Timezone lantai 2 aja
__ADS_1
Sandi " oke gue tunggu. buruan"
mereia mengakhiri percakapan nya
Sandi segera naik ke lantai dua z dan Riska masih antri untuk masuk Toilet dan tak sengaja bertemu dengan Sela yang akan keluar toilet
" eh ka Riska disini, sama siapa ?" tanya Sela
" eh Sela ya , aku sendiri nunggu jemputan sekalian keliling tapi kebelet .trus antri deh" jawab Riska
" oh yaudah, Sela duluan ya kak soalnya Sela udah di tunggu Suami Sela di parkiran" ucap sela pamitan langsung menuju parkiran .
akhirnya Riska sudah menuntaskan semuanya di toilet wanita , Riska membasuh mukanya lalu mengusapnya dengan Tisu, ia menambah lipstik ombre andalannya. ya hanya Lipstik saja karena sehari-hari memang sela tidak pernah memakai make up kecuali pelembab dan sunscreen.
Riska segera menuju Timezone yang berada di lantai dua , ia melihat sosok Sandi melambaikan tangannya , Riska berlari kecil mendekat pada Sandi
" makan dulu lah gue laper biar pas sampe ruma bisa langsung istirahat" ucap Sandi dan di anggukki oleh Riska
Mereka memilih restoran makanan Jepang, keduanya menikmati makanan masing-masing, setelah makan Sela mengajak Sandi untuk pergi ke Butik
Riska memilih dua sweater berwarna merah muda dan warna biru muda ( warna nya manis banget, juga Rok Jeans berwarna putih selutut dengan aksen kancing didepan
" bagus pink atau biru ?" tanya Riska pada Sandi , dan Sandi menunjuk sweater oversize dengan model leher V neck ada aksen tali juga model tangan yang menggelembung seperti terompet warna biru muda dan rok jeans putih .
Riska membayar belanjaan nya karena sebelum ke kasir Riska meminta Sandi untuk membelikan minuman dingin di counter minuman yang cukup terkenal, untuk mencegah Sandi yang pasti bakal membayar belanjaan nya
setelah membawa belanjaan nya , Riska menghampiri Sandi , laku bergegas ke store sepatu
" Astaga ca , bukan minggu lalu baru beli sepatu!" ucap Sandi
" hehe ini perlu buat di cocokin sama baju tadi, barangkali ada barang baru yang lebih bagus dari sepatu kemaren" Ucap Riska sambil menyedot minumannya
__ADS_1
karena tidak melihat barang yang menarik menurut Riska akhirnya tidak lagi memilih, Riska melihat Sandi memilih sepatu
Sandi memilih sepatu yang warnanya hampir sama dengan warna baju yang Riska beli tadi , dengan aksen tali sepatu berbentuk karet , Polet berwarna putih dan biru tua . Sandi memang seperti Riska yang mengoleksi sneaker , tapi sepatu yang ia pegang dan ia coba , Sandi belum punya model itu
Riska melihat Sandi yang mencoba sepatu pilihan Sandi, dan Riska menyukai nya, akhirnya Riska membayar sepatu nya setelah ber drama ria dengan Sandi . ya apalagi kalo bukan masalah siapa yang membayar, Riska merasa untuk membayar belanjaan Sandi saat ini, karena Riska sudah sering dibelikan barang oleh Sandi , tapi Riska belum pernah membayar belanjaan Sandi
" ko mendadak beli baju cewe , biasanya sweater polos item , putih aja yang lo beli ?" tanya Sandi
" Buat jalan aja kalo lagi pengen pake baju bewarna beda dari biasanya gitu" bohong Riska
" sekarang anter gue cari baju juga " ucap Sandi
Riska dan Sandi memasuki store pakaian pria
Riska langsung menyukai satu sweater bewarna yang sama dengan sweater yang ia beli , Riska langsung mengambil nya dan ia berkaca sambil mencocokan di dirinya , Sandi yang melihat itu langsung merebutnya dan mencobanya , Rupanya itu juga sangat bagus digunakan Sandi
Lalu Sandi memilih celana yang cocok untuk ia pasangkan dengan sweater nya, Sandi mengingat warna rok jeans yang dibeli Riska , sehingga Sandi mengambil celana berwarna putih , bukan jeans tapi bukan celana bahan kayak celana kantoran juga
Sandi mencoba sweater dan celananya sekaligus , lalu di perlihatkan pada Riska
" gimana , bagus gak " tanya sandi sambil menyisir rambutnya dengan jari
" bagus gue suka , tapi apa apaan lo ikutan beli baju warna sama kayak gue tadi ! nanti dikira couple an " ujar Riska
" ye enak aja ,. emang lo doang yang boleh beli warna gini " ketus Sandi padahal dalam hatinya berbeda
" bener juga ya jadi couple an" gumam Sandi dalam hati dan tersenyum
Sandi segera menuju kasir untuk membayar bakunya , dan ternyata Riska sudah menyimpan debit card nya kepada kasir dan ia menunggu diluar store
Sandi selesai belanja dan mengembalikan debit card Riska
__ADS_1
" apa apaan nih, gue dikira morotin lo nanti kalo kaya tadi" ketus Sandi lalu mengacak Rambut Riska
Keduanya langsung pulang kerumah masing-masing .