
hari sudah gelap, Riska merasakan lapar tapi karena di lingkungan rumah sederhana itu banyak penjual makanan juga warung kelontongan , memudahkan Riska mendapat makanan dan minuman .
Riska memang terlahir dari keluarga berada , tetapi Riska tetap seorang Riska dengan segala kebiasaan sederhana nya . Ia sering makan di pinggir jalan atau sekedar jajan di warung kelontong kecil saat ia pulang kuliah dan nongkrong bersama sahabat nya .
Riska membeli banyak makanan ringan dan sebungkus nasi pecel ayam , membeli banyak minuman berasa dan beberapa botol air mineral lalu kembali ke rumah sederhana .
Riska melanjutkan nonton drakor sambil makan Berbeda dengan Sandi yamg terbangun di kasur kamar Riska ,belum melihat sosok Riska disekitarnya.
Sandi memilih membersihkan diri lalu ke lantai bawah
" bi , Ica udah pulang? tanya Sandi pada bi Eha
" belum den , mungkin bersama temannya" jawab bi Eha
tapi Sandi tetap tidak ingin menanyakan keberadaan Riska pada sahabatnya ,
" aden mau makan ?" tanya bi Eha
" bi aku pengen nasu goreng aja " ucap Sandi lalu duduk di ruang tv juga nonton drakor.
__ADS_1
Sandi mengingat Riska , biasanya mereka berdua kalo nonton drakor .
Empat hari berlalu , Riska sama sekali tidak pulang kerumahnya . ia benar-benar ingin merasa tenang terlebih dahulu mempersiapkan dirinya jika Sandi meninggalkan , hanya sekali Riska menghubungi Satria lewat pesan singkat meminta satria dan Tasya menghandle semua urusan perusahaan
Sandi pun sudah empat hari selalu bermalam di rumah Riska , tetapi tidak juga melihat dan mendengar kepulangan Riska . Saat bekerja Sandi sering melamun memikirkan keberadaan Riska .
ini sudah hari ke enak Riska tidak pulang, dan Sandi sudah tinggal di rumahnya sendiri .
Riska memutuskan esok hari ia akan kembali kerumah. Saat pulang ke rumah ,bi Eha sangat senang . Bi Eha tidak banyak bertanya , ia langsung memasak untuk makan siang Riska . Riska berlalu langsung ke kamarnya , membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan daster batik kesukaannya.
setelah selesai dengan berganti pakaian , ternyata Silvy datang ke rumah Riska yang dikiranya rumah Sandi langsung masuk karena ia mengatakan pada ojo bahwa ia teman Sandi.
Riska yang sedang di ruang makan telah menyelesaikan makannya , saat ia hendak ke ruang tv dan saat itu juga Silvy masuk ke dalam ruangan itu
betapa terkejutnya Riska , bagaimana bisa orang yang memeluk tunangannya datang kerumahnya. Hati Riska mulai kembali tidak tenang , ia mengira Sandi benar-benar meninggalkan nya dan menyuruh Silvy kerumahnya untuk memberitahukan itu ..
Silvy yang melihat Riska pun tersenyum kecut , terlebih melihat penampilan Riska yang hanya menggunakan daster
" oh lo pembantu di rumah ini . eh jangan kegatelan ya lo sama tunangannya gue Sandi . gue tau lo cuma deketin dia karena dia kaya kan .Kalo bisa lo mending pergi aja dari rumah ini, ga selevel saingan sama gue" Sombong Silvy menyepelekan Riska
__ADS_1
Sandi yang mendengar kata-kata Silvy pada Riska langsung menghampiri keduanya . Sandi sangat marah pada Silvy yang sudah menyepelekan tunangannya . tapi Saat sandi akan bicara , Riska bicara terlebih dahulu
" bawa cewek lo pergi dari rumah ini. gue udah gak mau lagi ketemu sama lo " bentak Riska pada Sandi sambil menunjuk keras dengan jarinya pada Silvy
Sandi ingin menjelaskan , tapi entah kenapa mulutnya sulit mengeluarkan kata-kata dan hanya melihat kepergian Riska menuju kamar hingga tidak terlihat lagi .
di dalam kamar Riska teramat sangat sakit hati saat ini, pikirannya kemana-mana , cewe yang bilang Sandi tunangannya yang berarti Sandi benar meninggalkannya , pernikahan yang hanya dua minggu lagi , bahkan persiapan semuanya sudah lengkap.
Silvy melihat wajah Sandi tidak memedulikan keadaan sekitar , Silvy terus tersenyum manis pada Sandi , sedangkan Sandi menatap tajam Silvy sambil memikirkan sebuah rencana
" Sandi, liat pembantu itu sangat tidak sopan padamu" ucap Silvy manja . Sandi benar-benar tidak menggubrisnya , ia kembali keluar dari rumah Riska di ikuti oleh Silvy
Ojo yang melihat majikannya berteriak pada Sandi hanya bisa diam , dan sudah di pastikan mulai saat ini Ojo akan selalu menutup rapat gerbang rumah Riska .
Setelah diluar gerbang , Sandi dan Silvy menghentikan langkahnya
" lo pergi sekarang . atau gue panggil security depan buat ngusir lo ?" kata sandi dengan nada rendah penuh penekanan , wajah Sandi sudah sangat jelas menggambarkan bahwa ia marah , menatap tajam pada Silvy seakan ia mampu membunuh Silvy saat itu juga .
Silvy yang merasa sangat ketakutan langsung ngacir masuk mobilnya dan pergi dari komplek tersebut
__ADS_1