
sebelumnya ~
ini rumah ku. siapa yang kamu maksud teman ?" tanya Riska heran
" dia" tunjuk Frank ke arah belakang Riska dan Riska pun membalikkan badannya dan yes berhadapan dengan Sandi , dengan jarak yang cukup dekat
******
" Sandi ? teman mu ?" ucap Riska
" ya dia satu-satunya teman yang cukup dekat saat aku kuliah " jawab Sandi
Franky tidak bicara apapun lagi , ia tau betul maksud Sandi mengajak nya karena ingin membantu meluruskan kesalahpahaman antara Sandi dan Riska .
Jika Franky berbicara lebih , ia takutkan masalah menjadi lebih rumit , tapi hal itu tidaklah sejalan dengan pikirannya.
" apa kamu mengenal Frank?" tanya Sandi pada Riska
" ya " ucap Riska , lalu ia duduk di meja makan ,. mengambil sehelai roti dan diolesi selai kesukaannya.
__ADS_1
" sejak kapan ?" tanya Sandi menatap Frank
" sudah lama , mungkin 4 atau 5 tahun lalu" jawab Frank
Sandi tidak ingin menanyakan lebih jauh pada Franky , karena focusnya saat ini ingin menjelaskan kepada Riska
" saat aku mencari orang untuk tidur bersamaku" ucap Riska meneruskan
deggg,,,
Bagai disambar petir , wanita yang ia sayangi, dulunya pernah tidur bersama temannya sendiri , teman yang cukup di percaya oleh Sandi .
Sandi menatap dalam manik Franky mencari kebohongan Dimata Franky, namun Sandi melihat tatapan tulus dari Franky dan akhirnya Sandi percaya .
Sandi ikut duduk di antara Riska dan Frank
"aku ingin menjelaskan semuanya padamu . tolong dengarkan. bahkan aku membawa saksinya kemari" ucap Sandi tapi Riska hanya acuh tak acuh tidak menanggapi dan masih melakukan sarapannya
" Silvy bukan siapa-siapa bagiku, dia hanya sebatas orang yang aku gagalkan rencana bunuh dirinya saat itu , dan aku pun tidak sendiri . Franky bersamaku saat kejadian . memang dia terus mengikuti ku tapi aku sama sekali tidak pernah menggubrisnya. percayalah" ucap Sandi, tapi tetap tidak di gubris
__ADS_1
" benar apa kata Sandi , bahkan dulu Silvy sampai mendatangi rumah ku yang dikiranya Rumah Sandi , saat Sandi terus berusaha menghindar. Silvy orang uang cukup licik Riska. percayalah jangan kalah karena orang licik. karena kebaikan akan selalu menang" ucap Franky. namun masih tetap sama , Riska tidak menggubrisnya
" bahkan aku sudah menyelidiki kehidupan dia , aku mintain bantuan semua sahabat mu . Satria menemukan info dengan cepat . Silvy anak dari salah satu manager di perusahaan mu" ucap Sandi . Riska mulai berhenti memakan sarapannya, Riska menatap Sandi tajam, mencari kebohongan dimata Sandi. Namun tatapan sendu lah yang Riska dapati
" terus " ucap Riska melanjutkan sarapannya
" tuan Danu melakukan kesalahan dalam bekerja di perusahaan mu, Sikap sombong dan licik Silvy salah satunya karena semua kesalahannya selalu ditutupi oleh Danu. " ucap Sandi mengepalkan tangannya , wajah yang sendu terlihat menjadi merah , dahi berkerut dan tatapan tajam memendam kekesalannya.
" Silvy pernah menabrak orang yang pernah berdiskusi denganku dan Sandi . dia kira Sandi pacaran dengan orang itu. sampai wanita itu keluar dari kampus kita" ucap Frank
Franky selalu membantu Sandi , walau memang saat kuliah bersama , tetapi Sandi memang lebih muda 2tahun dari Franky. apapun yang terjadi saat kuliah memang Franky lah yang selalu ada untuk Sandi
" keterlaluan, harus kah diberi pelajaran" ucap Riska yang sudah terpancing emosinya, sambil menatap Sandi dan Frank bergantian
" itu maksud Sandi membawaku , Sandi ingin meluruskan kesalah fahaman kalian, dan ingin mengajakmu untuk sama-sama membuktikan semuanya saat yang pas . Sandi tidak ingin pernikahan kalian terganggu . Percayalah Riska" ujar Franky
" benarkah ?" tanya Riska menatap Sandi , Sandi mengangguk
" maafkanlah aku sudah menyakiti mu" ucap Sandi membalas tatapan Riska
__ADS_1
" oke , kita susun Rencana untuk mematahkan kesombongan wanita itu , beraninya Danu mengacau di perusahaan ku !!" ucap Riska menekankan nada bicaranya , lalu tersenyum licik