
stelah menuntaskan marathon drakor dan menyantap mie rebus , tak terasa waktu sudah malam ,. sudah saat nya orang-orang beristirahat tidur .
keesokan harinya , karena memang ini adalah hari rabu yang mana Riska sudah mengutus David agar meliburkan para karyawan , yang berarti perusahaan di liburkan hingga minggu depan datang .
Riska bangun pagi sekali, ia ingin melakukan joging di sekitar komplek, ica mengenakan pakaian olahraganya , dengan rambut di kuncir kuda dan juga menggunakan topi
Riska joging melewati rumah Sandi , dan saat ini Sandi sedang akan memulai joging nya juga . Sandi menyadari Riska sedang berlari kecil di depannya dan dia mengikuti arah Riska berlari .
sesekali Riska melihat keadaan sekitar , udara sejuk membuatnya tersenyum saat hendak sampai lapang komplek Riska melihat tukang bubur ayam dan akhirnya Riska menghampiri tukang bubur itu untuk makan bubur lah.
" bang seporsi tanpa kacang sama bawang-bawangan yak" pinta Riska pada abang bubur
berbeda dengan Sandi , dia memilih melanjutkan joging nya melewati Riska , Riska sekilas melihat Sandi , saat sandi berlalu Riska terus menatap perawakan , sesaat teringat sosok pria yang memberikan saputangan
" ini neng bubur nya , kecap sama sambel di belakang neng " ucap abang bubur membuyarkan focus ica
__ADS_1
ica melahap bubur dengan cepat , sedangkan Sandi masih melakukan joging pagi nya
"cantik " batin Sandi yang memikirkan Riska
Riska telah menyelesaikan makan buburnya dan lagi berjalan terlihat sosok lelaki yang tadi dia lihat masih joging mendekat ke arah Riska , Riska hanya tersenyum karena saat itu sandi melihat Riska begitupun dengan Sandi yang membalas senyum Riska.
" penduduk baru kah ?" batin Riska
Riska kembali ke rumahnya dengan berjalan santai , beberapa tetangga yang sering dijumpai saat joging menyapa Ica , dan sedari tadi Sandi sudah kembali ke rumahnya karena memang beda blok dengan rumah Riska
Riska bersiap dengan koper kecil berisikan beberapa stel pakaiannya , ia berniat menuju eropa menemui Rasua dan Tasya sambil mengujungi perusahaan nya
penerbangan Riska memang terbilang dadakan , namun semua lancar dari mulai membeli tiket dan lainnya karena memang sudah terbiasa Riska hidup bebas , selain di Perusahaan miliknya yang lowprofil.
beberapa jam kemudia , sampailah Riska di bandara di eropa saat hendak keluar bandara Riska melihat sosok yang dijumpainya tadi pagi , Sandi pun yang melihat Riska menyapa dengan senyuman begitu pun Riska
__ADS_1
" hai ,. kau sedang berlibur atau ada urusan pekerjaan ?" tanya Sandi
" eh saya sedang berlibur plus bekerja" jawab Riska yang sama-sama menuju parkiran . rupanya keduanya memang sudah mempersiapkan kendaraan yang akan mereka gunakan .
tanpa basa-bsi lain mereka menuju arah berbeda , Riska menuju rumah peninggalan orang tuanya dan begitupun Sandi
di perjalanan , Riska terbayang akan Sandi
"suatu kebetulan yang aneh" gumam Riska namun tidak memperpanjang pikirannya
sesampainya di rumah peninggalan orangtuanya , Riska disambut oleh beberapa pelayan , Riska langsung menuju kamarnya yang biasa ia gunakan dan membaringkan tubuhnya
begitupun Sandi , sesampainya dirumah ia bergegas menuju kamar untuk menaruh kopernya dan lalu menuju ruang kerja nya . Rupanya Sandi yang mendapat libur dari kantor tempat kerjanya di Indonesia digunakan untuk bekerja dan memantau perusahaan cabang yang dibangun orangtuanya di Eropa dan akan melakukan meeting untuk bekerja sama dengan perusahaan terbesar di Eropa yang tak lain juga milik Riska .
Riska terhanyut dalam tidurnya hingga pagi menjelang, Riska terbagun dan bersiap .
__ADS_1