
keduanya menuju bandara dengan mobil Sandi , Riska hanya menenteng tas nya saja dengan jaket yang berada di tangan kirinya , sedangkan kopernya di bawakan oleh Sandi .
keduanya memesan tiket terlebih dahulu, segala persiapan seperti paspor dan lainnya milik sandi sudah ada di dalam tas Ica , Ica dan Sandi sudah mendapatkan Tiket nya yang akan terbang pukul 9 pagi . ya tadi Sandi membangunkan Riska bilang jam 10 biar Riska cepet bangun doang padahal pas itu masi jam 7 guys
keduanya menuju ruang tunggu , banyak pasang mata yang melihat keduanya menyangka bahwa mereka sepasang suami istri , terdengar juga bisikian-bisikan , tapi tidak digubris oleh Riska dan Sandi
" berapa lama lo di eropa ?" tanya Riska
" gue paling seminggu. lo ?" jawab Sandi
" tiga hari doang gue balik " jawab Riska
mereka sibuk dengan ponsel masing-masing, hingga saat mereka memasuki pesawat dan duduk pada tempatnya .
keduanya duduk bersebelahan , Sandi memilih untuk tidur , begitu pun Riska karena memang semalam ia baru bisa tidur jam 3pagi .
dilihat oleh Sandi , Riska mengeluarkan botol obat yang tak lain adalah obat tidur
__ADS_1
" gausah minum itu" kata Sandi sambil mengambil botol tersebut dan dimasukan dalam saku celananya . Sandi langsung menyenderkan kepala Riska pada dada bidang sandi , Sandi menepuk-nepuk tangan Riska dan benar Riska bisa dengan mudahnya tertidur .
Sandi memakaikan Jaket Riska sebagai selimut badan Riska , karena bagaimanapun Sandi lelaki normal, melihat dada Riska yang terlihat padat bisa membangkitkan gairahnya , dan Sandi pun tertidur .
Setelah tiga jam tertidur , Riska merasakan berat pada perutnya dan terbangun, dilihatnya tangan kekar memeluknya dari samping .
"gue bisa tidur tanpa obat , alkohol juga abis sex. ini keduakalinya gue rasa tidur nyenyak tanpa obat dan lainnya setelah 8tahun . Sandi , ya dulu gue tidur pas meluk tangannya di pesawat juga . Sandi , siapa lo ?" gumam Riska dalam hati sampil menatap wajah tampan Sandi
" udah selesai menikmati ketampanan gue?" begitu kata yang Sandi Ucapkan ,. Riska terkejut rupanya sandi tidak tidur
" kenapa bangun ? laper ? mau ke wc ? haus?" tanya sandi membetulkan posisi duduknya ,begitupun Riska
Sandi pun memesan beberapa makanan juga minuman untuk berdua , memakan semua makanan yang di pesan , lalu Sandi beranjak menuju toilet . di dalam Toilet , Sandi membasuh mukanya
" kenapa gue , kenapa jantung gue . astaga . inget Ca , lo belum ketemu sama orang yang mami papi maksud " begitu gumam Riska , tak lama Sandi duduk .
Sandi mendengar gumaman Riska , namun ia tetap terbiasa , karena memang Sandi sudah tau semuanya
__ADS_1
" ga akan ke wc lo , apa mau langsung tidur lagi, masi panjang perjalanan ini" kata Sandi
" engga , belom mau ah gue mau denger lagu aja " jawab Riska mengeluarkan headset nya dan memutar lagu dari hp nya . ya walopun pake mode pesawat kalo denger lagu doang Ok aja kok kan dah di donlot wkwkwkwk
Setelah 30 menit, sandi melirik Ica , dilihatnya Ica sudah mulai memejamkan mata alias tidur. Sandi membuka headset nya dengan sangat hati-hati , karena memang saat tidur tidak baik menggunakan headset dan mendengarkan lagu , lalu meraih handphone yang di genggam Riska , Riska yang merasakan ada pergerakan di sampingnya lalu melilitkan tangannya pada tangan sandi . Begitulah sekarang posisi Riska tertidur .
Sesampainya di bandara yang berada di Eropa ,keduanya langsung ke rumah Utama milik Riska begitu pun Sandi karena memang mengantar Riska . Sandi langsung pamit untuk pulang .
hari sudah malam , saatnya Riska tidur tapi dia tidak bisa tidur , waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari dan besok pagi jam 8 ia harus ke kantor untuk meeting
Riska teringat akan obat tidurnya , ia mencari tetapi tidak ada dan teringat Sandi . Riska langsung menghubungi Sandi lewat telfon
@telfon
Riska " San , obat tidur gue .gue ga bisa molor"
Sandi " ah iya gue lupa kebawa sama gue ,. yauda gue anterin"
__ADS_1
Sandi bergegas menuju kediaman Utama riska , dan memberikan obat tidur Riska
" lo tidur sini aja udah kelewat malem , tu kamar sebelah kosong" kata Riska dan Sandi pun akhirnya menginap di Rumah Riska karena memang sudah merasakan lelah