
"Celine?" Teriak Jimmy dengan mulut terbuka. Ia tak menyangka jika sosok yang dimaksudkan oleh Jelita tadi adalah Celine.
Jelita dan Jimmy masuk ke dalam ruangan tersebut. Betapa dan terkejutnya mereka ketika di dalam kamar rawat tersebut hanya terdapat dua orang. Celine dan seorang pria 30 an tahun yang masih berpakaian kerja. Ia berjas hitam layaknya seorang pegawai perusahaan. Ia lantas berdiri ketika Jimmy dan Jelita masuk ke dalam ruangan tersebut.
" Tuan muda. Selamat datang. Terima kasih telah berkunjung kemari." Ucap pria berjas hitam tersebut sambil berdiri dari tempat duduknya.
" Hmmm?? Tuan Muda??" Tanya Jimmy dalam hati.
" Siapa pria ini? apakah ia juga adalah salah satu bawahan ayah di Mariski Corp?" Lanjut Jimmy lagi.
" Ahhh.... Sudahlah!! Sekarang aku ingin memastikan terlebih dahulu keadaan Celine barulah setelah itu aku ingin memastikan siapa dia." Gumam Jimmy lagi dalam hati.
Jimmy kemudian menghampiri Celine dan duduk di samping remaja cantik yang terbaring lesu di atas pembaringan rumah sakit tersebut. Tampak perban di beberapa bagian tubuhnya yang masih baru pertanda Celine baru saja di rawat di rumah sakit milik keluarganya ini. Walau secara kontekstual memang kepanikan Jimmy terlalu berlebihan sebab wanita remaja cantik ini baru saja ia temui siang tadi di kantin sekolah barunya. Namun ia memiliki hubungan khusus secara emosional dengan remaja satu ini. Yah apa lagi kalau bukan karena Celine orang pertama yang menyapa ia dan menjadi sahabat pertamanya di sekolah barunya siang ini. Ia jugalah yang menjadi sumber pertikaian dengan remaja senior, kakak kelasnya siang tadi di sekolah. Oleh karena itulah Celine menjadi sosok yang sangat membekas bagi Jimmy di hari pertamanya menapaki sekolah barunya.
" Celine?? Mengapa kamu sampai begini? Apa yang terjadi dengan dirimu?" Tanya Jimmy seraya memegang telapak tangan Celine yang tampak pucat.
" Heii.... kamu Jimmy kan? Siswa baru itu?" Tanya Celine ketika mendengar suara seorang lelaki remaja yang menyapa dengan akrab sambil memegang telapak tangannya.
" Makasih sudah menyempatkan diri untuk berkunjung." Lanjut Celine seraya mencoba bangkit dari tempat tidurnya.
__ADS_1
" Heiii.... Jangan memaksakan dirimu. Kamu masih lemah. Istirahat saja dahulu." Seru Jimmy sambil menahan lengan Celine yang mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya.
" Kamu belum menjawab pertanyaan aku tadi." Tanya Jimmy lagi dengan lembut.
" Aku celaka bersama ayah dan ibuku. kamu mungkin belum tahu. Paman Michael tolong jelaskan ke Jimmy kejadian sebenarnya. aku belum terlalu kuat untuk berbicara dalam waktu yang sedikit lebih lama. Apa lagi menjelaskan seluruh kejadian tadi ke Jimmy." Balas Celine sambil menatap sayu ke arah pria berjas yang di panggil dengan nama Michael.
" Maaf tuan muda. Nona kami masih sangat lemah. Bolehkah kita bicara secara pribadi di sudut sana? Di sana ada sofa kita dapat berbicara dengan aman di sana agar dapat mengganggu nona Celine. Ia Masih butuh istrihat tuan muda. Maafkan aku." Kata pria berjas yang dipanggil dengan nama Michael seraya mengajak Jimmy ke sudut ruangan yang memang pada dasarnya bisa dikatakan cukup besar apalagi sekelas paviliun di rumah sakit elit milik Mariski Corp tersebut.
Jimmy mengikuti langkah Michael ke sofa yang terdapat di ruangan tersebut sedangkan Jelita duduk di samping Celine untuk bercengkrama dengan dirinya. Suasana begitu canggung sedang Jimmy masih belum mengerti dengan keadaan saat ini, saudarinya Jelita hanya duduk tenang sambil sesekali mengelus rambut halus sahabat sekelasnya tersebut.
" Apa arti semuanya ini? Mengapa pria berjas ini memanggil aku tuan muda? sedangkan aku tidak pernah melihat pria ini di kantor ayah atau pun di masion kami." Gumam Jimmy lagi dalam hati.
Keduanya kemudian duduk berhadapan di sofa yang ada dalam ruangan rawat inap VVIP tersebut. Pria berjas tersebut kemudian memulai percakapan keduanya dengan suatu ucapan selamat yang sungguh di luar dugaan Jimmy.
" Selamat tuan muda, sudah diresmikan menjadi pewaris Mariski Corp." Ucap Michael dengan tegas, mantap dibalut dengan senyuman yang lebar dan tulus.
" Hah???? Pewaris?? Apa maksud paman??" Tanya Jimmy dengan ekspresi lucu sekaligus bloon. Ini awal dari percakapan mereka yang sungguh di luar dugaan Jimmy. Jimmy seperti disambar petir di siang bolong sehingga dapat dimaklumi jika ekspresi wajahnya sangat panik seperti orang bloon dan semakin memajukan tubuhnya ke hadapan Michael.
" Yah benar!! Kami telah mendapat kabar tersebut siang tadi!! Dan sungguh beruntungnya saya dapat bertemu dengan tuan muda secara langsung dan secara pribadi seperti sekarang ini di hari di mana tuan muda diangkat secara resmi menjadi pewaris tahta Presidir Mariski Corp." Balas pria itu dengan penuh semangat.
__ADS_1
" Maksud paman? Aku semakin tidak mengerti dengan ucapan tadi!!" Kata Jimmy dengan cepat.
" Hari ini adalah hari pertama aku sekolah dan aku masih remaja yang baru saja menapaki dunia orang kaya beberapa bulan ini setelah Ayah James mengadopsi aku dari pemukiman kumuh di bantaran sungai dan sepanjang hari ini juga aku disibukkan dengan berbagai persoalan sekolah yang ribet dan kacau. Lalu kemudian aku mendapat kabar ayah angkat aku yang sudah seperti ayah kandungku entah kenapa, lalu tiba-tiba bertemu Celine di sini yang juga baru aku kenal di kantin sekolah siang tadi." Lanjut Jimmy dengan panjang lebar agar pria berjas ini tidak berbelit-belit dalam memberikan penjelasan.
" Jadi bolehkan paman memberikan penjelasan atas semuanya ini agar tidak membuat saya semakin bingung??" Tanya Jimmy lagi. Ia memang sudah tidak sabar dengan semua keadaan ini.
Pewaris? Di usianya yang begitu muda? bahkan dia baru saja seumur jagung masuk di dalam ruang lingkup keluarga Mariski. Apa yang akan terjadi dengan perusahaan besar ini?? Sedang ia tidak memiliki keahlian ataupun kecakapan yang mumpuni di usia yang masih bau kencur ini. Lalu bagaimana pria ini tahu aku anak dari James Mariski? sedang mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Itulah kira-kira sebagian pertanyaan dari segunung pertanyaan yang berkecamuk dalam kepala remaja tampan ini.
" Ahhhh.... Maaf tuan muda, aku terlalu bersemangat sehingga melupakan inti dari perbincangan kita malam ini. Aku cukup bahagia karena ternyata pewaris Mariski Corp yang terkenal ini adalah seorang remaja yang sudah sangat dewasa walau di usianya yang masih remaja." Ujar Michael dengan senyum lebar khas pria berjas tersebut.
" Hehehhe... Paman sudah memuji saya sedangkan paman belum menjawab pertanyaan saya tadi." Jawab Jimmy cepat sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
" Ohhhh... ya.. Maaf... Maaf... Tuan muda... Hehehe.." Kata Michael lagi sambil menganggukkan kepalanya mengagumi tuan mudanya yang sangat cerdas di usia yang masih muda.
" Begini tuan muda. Sebenarnya nona muda kami mengalami kecelakaan bersama ayah dan ibunya. Saya adalah asisten pribadi dari ayahnya. Dan tuan muda maaf sebelumnya jika kabar ini membuat tuan muda marah atau pun kecewa terhadap orang tua Nona Celine sebab yang mereka tabrak adalah ayah tuan muda." Jelas Michael kata yang dipilih dengan sangat hati-hati sebab kabar ini akan membuat tuan muda ini sangat terpukul.
" Apa??? Jadi...!!!" Teriak Jimmy dengan mulut terbuka dan suara yang meninggi.
####
__ADS_1