Pemulung Jadi Direktur Baru

Pemulung Jadi Direktur Baru
Ulang Tahun 1


__ADS_3

Melihat perubahan ekspresi yang ditunjukkann ibunya, Serly kemudian bertanya-tanya dalam hatinya, ada apa gerangan sehingga tiba-tiba ibunya terlihat gugup. Walaupun Serly masih dalam keadaan marah dan bete namun ia menyadari akan perubahan sikap ibunya tersebut.


" Memangnya kenapa bu? Kayaknya ibu penasaran banget deh sama tu anak baru." Tanya Serly dengan penuh selidik.


" Ahhh.. Ti-tidak kok sayang," jawab Julia cepat seraya memalingkan wajahnya menatap ke luar kaca mobil.


Ia mulai mengira-ngira apa yang akan terjadi dengan kehidupan ia dan Serly ke depannya dengan hadirnya keluarga Mariski.


Ia punya sejarah dengan keluarga ini. Ia berharap di hari ulang tahun Serly nanti anak baru yang bernama Jimmy tersebut boleh menghadiri acara anaknya. Sebab ia memiliki banyak pertanyaan yang menjanggal di dalam kepalanya.


###


Dan saat yang ditunggu-tunggu oleh Serly pun akhirnya tiba. Julia menyiapkan suatu pesta ulang tahun yang cukup mewah. Acaranya diadakan di sebuah hotel di perbukitan tak terlalu jauh dari pusat kota. Viewnya indah sebab di atas hotel tersebut terhampar indahnya kota Trenggalek. Malam itu Serly dirias begitu cantik. Balutan gaun pink menjadi senada dengan dekorasi yang juga bertemakan unicorn. Tampak Serly dan ibunya mulai menyapa tetamu undangan yang berdatangan di depan hotel. Lebih tepatnya hotel ini seperti Villa yang di design terpisah antara satu bangunan dengan bangunan yang lain. Dan di tengah-tengah kumpulan bangunannya terdapat taman cukup luas disertai kolam renang. Pada tempat itulah acara ulang tahun Serly di buat dan didekorasi menjadi tempat acara.


Sudah mulai banyak tamu yang berdatangan. Di antaranya terdapat teman-teman sosialita dari Julia, beberapa rekan bisnis, beberapa pejabat daerah yang kebetulan memiliki relasi bisnis dengan Julia. Dan terakhir tentu saja teman-teman kelas Serly. Hampir semua mereka telah tiba di tempat acara ini sebab kebetulan sekali malam ini adalah malam minggu. Malam panjang buat para anak-anak muda dan tentu saja juga bagi remaja seperti Serly dan kawan-kawan.


Tak lama berselang datang Cassandra dan Lydia bersamaan. Mereka semobil diantara sopir pribadinya Lydia yang juga berasal dari keturunan Tionghoa yang tentu saja cukup kaya di Trenggalek ini.


Kebetulan tempat acara tersebut tak jauh dari parkiran mobil dan motor, Serly langsung menyadari kedatangan kedua sahabat karibnya ketika mereka keluar dari pintu mobil.


Serly berlari menghampiri keduanya.


" Selamat ulang tahun Serrrr...Duhhhh.... Cantiknya!!!" Seru Cassandra heboh seraya memeluk Serly di susul Lydia. Cassandra berdiri melipat kedua tangannya dan sambil menatap dari bawah kaki hingga pucuk rambut Serly ia memuji dengan tatapan kagum.


" Selamat ulang tahun Ser... Panjang umur sehat selalu, semakin cantik dan makin disayang semua orang." Ucap Lydia dengan bahagia setelah melepaskan pelukannya dengan Serly.

__ADS_1


" Terimakasih sudah datang ya. Tadi aku bolak -balik cari kalian berdua di antara teman-teman yang lain. Aku coba tanya ke teman-teman kan. Eh.. Kata mereka kalian belum datang." Balas Serly tak kalah bahagianya.


" Syukur kalian datang. Kalau sampai tak datang aku bakalan benar-benar marah loh." Lanjut Serly lagi sambil melotot ke arah kedua sahbatnya tersebut.


" Heloww.. Tak mungkin dong masa sahabat karibmu ini tak datang. Itu kan ngga mungkin dan tentu saja akan menjatuhkan maratabat aku sebagai ketua kelas dong," balas Cassandra cepat dengan ekspresi hebohnya.


Lydia hanya tersenyum dan mengiyakan perkataan Cassandra. Mereka berbincang sambil mendekati ibu Serly yang sedang bercengkrama dengan sahabat-sahabat dan rekan bisnisnya.


" Hallo tante." Panggil Cassandra dan Lydia bersamaan.


" Hallo Sayang. Cassandra dan Lydia kan?" Tanya Julia pada kedua remaja yang menyapa dan mencium tangannya.


" Iya benar tante." Jawab keduanya serempak. Seraya mengulas senyum penuh hormat.


" Oh ya tante? Kami betiga memang sahabat dekat tante." Jawab Cassandra cepat sambil mengedipkan mata nya ke arah Lydia dan Serly.


" Ma. Aku mau ajak teman-temanku untuk jalan-jalan ma." Kata Serly kepada ibunya.


" Silahkan sayang."


Julia pun melanjutkan perbincangan dengan ibu-ibu sosialitanya serta rekan-rekan bisnisnya. Sedangkan Serly, Cassandra dan Lydia bergabung bersama-sama teman-temannya yang sudah berkumpul di sudut tempat acara sambil menikmati pemandangan kota Trenggalek.


###


" Mari kita sama-sama menyanyikan lagu Happy Birthday buat anak teman sahabat kekasih kita Serly Sriningsih!!!" Teriak MC yang disambut dengan gemuruh nyanyian Happy Brithday dari tetamu undangan.

__ADS_1


Acara sudah berlangsung setengahnya. MC yang dibayar khusus oleh Julia kemudian memimpin acara tersebut hingga tiup lilin kue ulang tahun. Setelah selesai semua rangkaian cerimony tersebut, semua mulai menjabat tangan Serly sambil menyerahkan kado mereka masing-masing.


Pukul 08:30


" Sayang, teman kamu yang siswa baru itu tidak kamu undang ya?" Tanya Julia setelah memperhatikan teman-teman Serly yang datang malam itu tak ada Jimmy di antara mereka.


" Mama makin aneh deh. Kok dari kemarin sampai detik ini tanyain siswa baru itu terus sih!" Balas Serly dengan kalimat tanya yang lain. Serly memang pantas mencurigai tindakan ibunya yang sedari kemari terus menanyai sswa baru teman sebangkunya. Sejujurnya semakin hari rasa tidak suka Serly terhadap anak baru tersebut semakin memuncak. Pagi tadi dia kembali ke sekolah menggunakan ojek, mengobrol dengan Serly pertanyaan-pertanyaan yang bloon, sok akrab, penampilan tak terurus. Serly heran, siswa sedekil itu dapat sekolah di sekolah mahal dan favorit seperti di SMP Nusantara ini.


Berbeda dengan Serly, Cassandra dan Lydia justru memuji ketampanan siswa baru di kelas mereka tersebut. Kata mereka anak baru tersebut sepertinya adalah keturunan darah campuran atau apalah itu.


Ketika semua sedang sibuk menikmati acara ulang tahun tersebut tiba-tiba sebuah mobil dengan suara yang cukup bising memasuki kompleks hotel menuju parkiran hotel. Mobil Buggatti Chiron memasuki deretan mobil yang terparkir ditempat parkiran hotel. Dengan deru mobil yang cukup berisik, mobil tersebut kemudian menyita semua perhatian para undangan yang berada tak jauh dari parkiran. Pintu mobil terbuka dan layaknya sport car custom pintunya terbuka ke atas layaknya sayap elang.


Semua undangan menatap dengam kagum dan tentu saja merasa penasaran dengan siapa tamu yang satu ini.


" Siapa ya? Kelihatannya ia berasal dari kalangan pengusaha kaya. Namun aku tak pernah merasa mengundang temanku yang memiliki Bugatti Chiron di garasi mobil mereka. Jadi siapa dia?" Tanya Julia dalam hati sambil menatap lekat mobil tersebut.


" Wow keren." Semua teman-teman Serly terbuka menatap sport car yang sangat mewah tersebut.


Sedangkan Serly sedang menanti siapakah yang datang kali ini. Dia menatap ibunya namun jawaban Julia sangat mengherankan. Julia mengangkat kedua bahunya pertanda ia pun tak tahu siapa pemilik mobil tersebut.


" Siapa ya?" Tanya Serly dalam hati.


Beberapa orang dari mereka yang berada dalam acara tersebut tiba-tiba terkejut ketika melihat dan mengenali kedua orang yang keluar dari dalam mobil sport tersebut.


###

__ADS_1


__ADS_2