
" Selamat pagi bu," panggil seorang wanita muda dari balik pintu sebuah ruangan, disusul suara ketukan pintu.
" Silahkan masuk!" Jawab wanita yang berada dalam ruangan tersebut yang tidak lain adalah Julia sendiri. Dan tentu saja ruangan ini adalah ruangan kerjanya. Ruangan Direktur Utama. Perusahaan yang Julia pimpin adalah sebuah perusahaan yang menyediakan atau lebih tepatnya memasarkan rumah-rumah susun yang murah yang dapat dibayar Cash atau pun Credit. Perusahaan yang belasan tahun lalu dirintis Julia dengan modal seadanya tersebut kini berkembang pesat dan telah menjadi salah satu perusahaan yang cukup besar di Kabupaten Trenggalek.
Seoramg wanita muda yang cantik tentu saja, dan modis melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut dan dengan sopan mendekati meja kerja Julia. Ia adalah sekertaris pribadi Julia yang bernama Dinda dan masih berusia 25 tahun. Dengan sikap sopan dan hormat ia datang meletakkan setumpuk map hasil rekapan data-data perusahaan bulan ini.
" Bu, ini data-data yang ibu minta untuk diperiksa dan diselesaikan hari ini. Sudah saya kerjakan semalam bu dan file softwarenya ada di dalam Flashdisk hitam di dalam map itu, bu." Lapor Dinda dengan sopan.
" Oh ya Dinda, terimakasih ya. Kamu boleh keluar." Balas Julia singkat melirik Dinda sekejab sambil mengulas senyum kecil lalu menarik tumpukkan map untuk memeriksa data-data yang dikerjakan oleh Dinda tersebut.
Namun sebelum Dinda membalikkan badannya, ia kemudian teringat akan percakapannya dengan Wira pagi tadi sebelum ke kantor.
" Maaf bu,"
Julia mengangkat wajahnya seraya mengerutkan keningnya menatap Dinda dengan penuh tanda tanya.
" Ada apa Dinda?"
" Pagi tadi, saya mendapat telefon dari Wira bu," Dinda memulai ceritanya.
" Katanya ada calon clien kita bersikeras untuk ingin bertemu dengan ibu dan melakukan transaksi pembelian salah satu perumahan kita langsung bersama direktur PT. BERDIKARI." Jelas Dinda singkat sambil menunggu respon balik dari bosnya tersebut.
"Hah?? Siapa ya?? Bukankah segala urusan pembelian dapat diselesaikan bersama marketing dan petugas kantor lain tanpa harus dengan saya kan??" Tanya Julia sambil menatap lekat pada Dinda seraya meminta penjelasan lanjutan darinya. Wira adalah kepala Marketing PT. BERDIKARI. Lumrahnya dan harusnya segala urusan penjualan dan pembelian oleh clien akan diurus tuntas oleh Wira. Dan memang selama ini, Wira dapat menyelesaikan semuanya dengan baik tanpa melibatkan Julia di dalamnya. Pada situasi khusus mana barulah Julia sendiri yang turun tangan mengurus penjualan dan transaksi pembelian.
" Entahlah bu, kata Wira, ia bahkan sudah memberikan penjelasan berulang-ulang kali kepada clien tersebut, namun ia tetap bersikeras untuk melakukan transaksi bersama ibu." Balas Dinda melanjutkan penjelasannya.
" Aku jadi penasaran. Siapa sebenarnya orang ini?" Gumam Julia dalam hati.
__ADS_1
" Ya sudah kamu atur meeting aku bersama clien tersebut. Lebih cepat lebih baik dan bila perlu sekarang." Perintah Julia seraya menatap Dinda dengan tatapan tegas.
" Siap bu, saya coba menghubungi clien itu sekarang,"
" Saya pamit bu." Ujar Dinda seraya meninggalkan Julia yang masih nampak kebingungan dengan informasi dari Dinda sekertarisnya.
" Siapa orang ini?"
####
Di sekolah Serly.
Pukul 08:00 di kelas VII A.
Suasana kelas nampak sedikit riuh, sebab pada jam pertama ini semua guru mengikuti rapat dadakan bersama kepala sekolah dan pihak yayasan. Rapat ini sedikit mendadak sebab biasanya akan ada pengumuman terlebih dahulu, namun pagi tadi lewat pengeras suara tiba-tiba saja pihak sekolah mengumumkan bahwa pada jam pertama ini para siswa-siswi melakukan kegiatan belajar mandiri di kelas masing-masing berhubung semua guru wajib mengikuti rapat tersebut.
Ribut, riuh, ada yang duduk bercengkrama, gosip, ada pula yang saling mengejar mengelilingi ruangan kelas, saling melempar kertas, dan pada intinya ruangan kelas cukup gaduh.
Tak terkecuali dengan ketiga remaja cantik yang duduk di sudut ruangan.
" Serly, esok hari ulang tahun kamu kan?" Tanya salah satu gadis remaja bermarga Tionghoa dan bernama Lydia kepada gadis cantik yang dipanggil dengan nama Serly tersebut.
" Hem... em..!!" Jawab Serly singkat sambil tersenyum lebar pada salah satu sahabat karibnya tersebut.
" Ibumu ngadain acara ya? kalau ada jangan lupa undang-undang ya seperti yang kemarin-kemarin." Ujar gadis remaja lainnya yang mana duduk berhadapan dengan Serly. Dia adalah Cassandra putri kedua dari Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek.
Keduanya adalah sahabat karib dari Serly. Bukan dilebih-lebihkan, namun sebagian anak-anak yang bersekolah di tempat ini adalah anak-anak dengan orang tua yang cukup mumpuni jika bicara finansial.
__ADS_1
Mereka memang baru beberapa bulan menjadi siswi SMP namun ketiga sudah sangat akrab sebab sudah sejak SD mereka sekolah di tempat yang sama. Sekolah Dasar tempat mereka bersekolah dulu adalah SD yang masih dalam kompleks yang sama dengan SMP yang sekarang sebab masih dalam naungan Yayasan Nusantara.
" Tunggu bentar ya," Serly kemudian merogohkan tangannya mencari sesuatu dalam tas sekolahnya. Setelah menemukannya, ia menyerahkan selembar kertas yang dibungkus kertas bening tersebut kepada Cassandra. Cassandra menerima kertas tersebut dengan dahi mengkerut namun selang dua menit kemudian Cassandra tersenyum lebar.
" Ser, ini benaran ya?" Tanya Cassandra menyembunyikan kegembiraannya.
Pertanyaan Cassandra kemudian dijawab oleh Serly dengan anggukkan dan senyum manis yang merekah.
" Apaan sih?" Lydia yang sedari tadi kebingungan menatap tingkah kedua sahabatnya pun ikut nimbrung dan mencoba membaca isi kertas tersebut.
" Eittt... Ini adalah surat rahasia yang hanya boleh diketahui oleh ketua kelas." Cassandra berdiri dari tempat duduknya sambil menggoda Lydia yang sudah nampak cemberut.
Cassandra pun berjalan ke depan kelas lalu kemudian berteriak dengan suara kelas mencoba melawan suara gaduh teman-temannya.
" Hallo selamat pagi teman-teman semua," sebagai ketua kelas VII A Cassandra memang memiliki legal standing untuk memberikan pengumuman.
Semua yang mendengar suara Lydia kemudian serentak hening. Mereka menghentikan aktifitas mereka sebab melihat Cassandra yang memberikan pengumuman tentu ini adalah pengumuman penting.
" Esok adalah hari ulang tahun saudari kota yang paling cantik dalam kelas ini Serly Anastasia. Di tangan saya adalah undangan resmi dari keluarga Serly kepada kita semua untuk dapat hadir dalam acara ulang tahun di rumahnya."
Mendengar pengumuman Cassandra semua sontak kembali gaduh. Gembira pastinya sebab esok malam adalah malam minggu dan itu kesempatan bagi mereka untuk dapat keluar rumah. Maklum remaja puber.
Ketika kelas sedang dalam suasana riuh, dan Cassandra masih di depan kelas, pintu ruangan kelas yang sebelumnya tertutup kemudian tiba-tiba terbuka dari luar.
Guru wali kelas mereka masuk ke dalam kelas yang masih nampak riuh namun berangsur hening bersama dengan seorang remaja yang mengenakan seragam sama dengan Serly dan kawan-kawan.
###
__ADS_1