
" Jadi.. Jadi Tuan Martyn Handoko yang tadi di kamar ayah itu adalah ayah Celine??" Tanya Jimmy dengan terbata-bata.
" Iyah... Benar sekali tuan muda gadis remaja tadi di pembaringan adalah Celine Handoko putri tunggal sekaligus anak tunggal di tuan Handoko." Jawab Michael cepat.
" Lalu di manakah Tuan Martyn? Mengapa hanya paman sendirian menjaga Celine di sini? Keluarga yang lainnya?" Tanya Jimmy lagi penuh selidik.
" Nona Celine adalah putri tunggal dari keluarga Handoko tuan muda. Kakek dan neneknya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Jadi mereka hanya bertiga tuan muda. Tuan Martyn sedang menjaga istrinya, ibunya Celine di kamar sebelah." Jawab Michael lagi.
" Hmm.... Begitu ya.. Lalu apa hubungan paman dengan Mariski Corp? Bukankah paman adalah asisten pribadinya Tuan Martyn? Tuan Martyn juga pengusaha dan memiliki perusahaan sendiri??" Tanya Jimmy dengan wajah penuh keheranan.
Dalam hati Michael sangat memahami tuan muda yang baru saja diumumkan sebagai pewaris tunggal Mariski Corp ini masih sangat belia usianya dan masih sangat awam dengan dunia bisnis dan dunia manajemen perusahaan tentu jika Michael menjelaskannya sekarang akan membuat ia semakin pusing dan tentunya akan melahirkan pertanyaan-pertanyaan baru yang sudah pasti akan membuat Michael semakin pusing sendiri.
__ADS_1
Michael kemudian menghela nafas panjang dan dengan kata-kata yang dikemas seadanya dia menjawab;
" Tuan muda, dunia usaha, dunia bisnis adalah suatu dunia yang sangat rumit dan berbelit-belit. Suatu hari nanti ketika tuan muda sudah cukup usia dan kemudian memegang estafet kepemimpinan sebagai presidir baru. Maka tuan muda akan memahami dengan sendirinya mengapa paman harus memanggil kamu dengan sebutan tuan muda." Jawab Michael dengan mantap.
" Untuk saat ini lebih baik tuan muda menjaga Tuan James. Sebab aku tak yakin istrinya akan mengurusnya dengan baik." Ujar Michael lagi dengan senyum penuh arti sambil menggaet tangan Jimmy untuk segera bangkit dari tempat duduk mereka.
Keduanya kemudian beranjak dari tempat duduk mereka dan pergi menuju ke pembaringan Celine. Celine sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Jelita sibuk dengan Iphonenya. Jimmy memandang paras cantik Celine yang nampak pucat dan pikirannya beradu entah kemana. Secara pendidikan memang ia baru saja menginjak bangku SMP sedangkan secara usia ia telah memasuki usia 15 tahun yang mana ia seharusnya sudah berada di jenjang akhir sekolah menengah pertama. Dan berbicara tentang kematangan mengolah jalan hidup, ia sudah dapat dikatakan cukup matang sebab bertahun-tahun ia hidup dijalanan mengarungi susah perihnya hidup sebatang kara. Entah kenapa ia begitu terikat secara emosional dengan James sehingga ia dengan tekad bulat menganggukan kepala ketika dimintai persetujuan untuk menjadi anak asuhnya beberapa bulan yang lalu. Sudah sekian bulan dan ia merasa baru kemarin meninjakkan kakinya di dalam keluarga konglomerat ini.
#####
Hari ini genap seminggu sudah setelah musibah menimpa keluarga Mariski. Jimmy nampak menyendiri di sudut kantin. Sambil menopang dagunya ia menatap kosong kepada siswa siswi yang hilir mudik membanjiri kantin sekolah tersebut. Banyak yang tertawa bercengkrama di bangku-bangku kantin, ada yang sibuk bergosip tentang cinta-cinta monyet mereka dan banyak hal yang terlihat di dalam kantin itu namun tidak ada yang membuatnya tertarik. Tempat ini adalah tempat favoritnya semenjak ia menjadi salah satu siswa sekolah menengah pertama di sini. Sebuah kursi di sudut kantin. Dan benar hari ini genap satu minggu kejadian tragis malam itu. Celine dan keluarganya sudah kembali ke rumah mereka beberapa hari yang lalu dan sejak saat itu Jimmy semakin dekat dengan Celine karena toh memang mereka tetanggaan. Celine juga sudah kembali ke sekolah setelah tiga hari beristirahat dan sembuh dari kecelakaan maut tersebut. Jimmy dan keluarga Martyn Handoko ayah dari Celine Handoko sahabatnya semakin erat bahkan beberapa waktu Nathan dibuat pusing karena harus mencari Jimmy yang menghilang dari rumah.
__ADS_1
Namun malangnya, dan inilah yang membuat selama beberapa hari ini Jimmy terlihat murung dan menyendiri sedih bercampur aduk di dalam hatinya.
Sampai detik ini ayahnya James masih koma dan belum sadarkan diri sejak hari di mana kecelakaan maut tersebut. Dan dua hari yang lalu ayahnya harus dipindahkan ke ruangan ke ICU karena detak jantungnya melemah bahkan sempat beberapa detik detak jantung berhenti. Belum selesai sampai disitu, setelah ayah James drop, tadi pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke sekolah Jimmy harus menandatangi beberapa surat dari tim advokat Mariski Corp sebagai bukti Jimmy remaja yang baru bertunas tersebut resmi menjadi pewaris sekaligus menjabat sebagai Presidir Mariski Corp. yang baru.
" Selamat tuan muda. Anda adalah presidir termuda selama sejarah Mariski Corp. berdiri." Ucap salah satu advokat Mariski Group.
Ketiga Advokat tersebut berdiri dan memberikan penghormatan kepada Jimmy kemudian memohon pamit dari Jimmy sendirian tanpa ditemani siapapun. Paman Steven setelah kecelakaan tersebut meminta cuti selama sebulan kepada Jimmy setelah mendengar Jimmy akan menjadi Presidir yang baru dan dengan ketakberdayaannya terpaksa menerima permintaan cuti dari Steven sebab ia tak memiliki alasan yang cukup untuk menahan Steven. Apalagi Steven beberapa hari ini sedikit drop setelah kecelakaan tersebut. Satu hal lagi yang membuat Jimmy kebingungan adalah tentang asisten pribadi ayahnya ini. Steven setahu Jimmy adalah seorang asisten yang sangat loyal dengan keluarga Mariski bahkan ia sampai saat ini belum pernah mengambil cuti karena ia yakin hadir dan bekerja di Mariski Corp sudah menjadi masa yang membahagiakan buat dia. Dan ia sebatang kara demikian kata ayah James ketika menceriterakan dan mengenalkan Steven kepada Jimmy. Lalu tiba-tiba ia meminta cuti, sungguh suatu hal yang jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi.
Dan akhirnya Jimmy sendirian menghadapi situasi ini di usia yang belum pantas dan belum cukup umur untuk menghadapi ini semua kebingungan dan kepelikkan keluarga konglomerat ini.
###
__ADS_1