
Beberapa jam pelajaran yang tersisa di hari ini terasa lama dan canggung bagi seorang Serly. Ia memang tak seaktif dan seheboh Cassandra. Dan memang benar Cassandra dipilih menjadi menjadi ketua kelas karena selain anak seorang pemimpin daerah, ia juga dikenal sebagai sosok yang peringan, aktif dan banyak bicara. Serly lebih tenang, periang namun tak seheboh Cassandra dan Lydia. Kecanggungan Serly cukup berasalan sebab setelah memperkenalkan murid baru , Bu Nina mengubah denah kelas, memindahkan Cassandra yang sebelumnya duduk di samping Serly dan anak baru yang bernama Jimmy tersebut telah duduk di samping Serly sekarang. Canggung memang, namun apa boleh buat, Serly harus berdamai dengan situasi dan mau tak mau ia harus mencairkan suasana ini dengan saling berkenalan lebih dekat. Dan waktu itu tiba ketika bel pertanda waktu istirahat tiba.
###
" Duh... Sial... Ibu guru menempatkan aku duduk paling depan dan sudah begitu, dudiuk di samping seorang wanita lagi." Kata Jimmy dalam hati.
" Mana akau tak biasa duduk sebangku dengan wanita. Aku memang memiliki sorang saudari wanita, dan sahabat wanita yang cukup dekat namun kami tak sekelas. Di sekolah sebelumnya aku tak pernah sekalipun duduk sebangku dengan wanita. Aku juga belum sempat manjalin relasi yang cukup baik dengan teman-teman sekelas sebab baru beberapa bulan aku harus pindah ke sekolah baru ini, di ujung timur Pulau Jawa ini." Lanjut jimmy dalam hati.
Namun Jimmy bertekad agar dapat memecahkan kecanggungan di antara mereka berdua dengan barangkali obrolan-obrolan sederhana. Dan waktu itu tiba ketika lonceng tanda istirahat berdentang.
###
Setelah guru mata pelajaran keluar dari dalam ruangan kelas, para siswa kelas VII A pun beranjak dari bangku masing-masing dan ke luar entah itu ke kantin, atau pun ke ruang rekreasi lain untuk melepaskan kepenatan kelas.
Agar terlepas dari rasa canggungnya Serly pura-pura membereskan buku-bukunya. Merapikan tasnya lalu mencoba mencari keberadaan kedua sahabatnya Cassandra dan Lydia. Namun belum sempat menemukan keberadaan kedua sahabatnya tersebut, satu telapak tangan terbentang vertikal di hadapannya. Sepersekian detik Serly terpaku melongo dan bingung reaksi apa yang harus ia berikan pada ajakan kenalan dari siswa baru di sampingnya ini. Lalu beberapa detik kemudian ia tersentak lalu buru-buru menyambut ajakan perkenalan tersebut.
###
" Nama kamu sia..."
" Salam ken...."
Saking canggungnya mereka berdua mengeluarkan pertanyaan perkenalan secara bersamaan dan disambut dengan wajah gugup dan senyum yang mentah dari keduanya.
" Ah.... Ma-maaf, kamu saja yang duluan!" Kata Serly gugup, seraya menarik tangannya dari genggaman murid baru tersebut.
" Aku Jimmy seperti yang kamu dengar dari perkenalan aku tadi, asal aku dari Jakarta. Dan boleh tahu nama kamu siapa?" Balas Jimmy panjang lebar menepis kecanggungan antara mereka berdua seraya memperlihatkan senyum manisnya.
__ADS_1
" Huh... pamer." Gerutu Serly dalam hati setelah melihat dan menyadari kalau Jimmy memiliki senyum yang sangat manis.
" Namaku Serly. Serly Sriningsih." Balas Serly singkat seraya memamerkan senyum seadanya.
Tiba-tiba.
Prakkkk..
Seseorang menggebrak meja mereka berdua.
" Cieeee.... ," Cassandra muncul dari balik mereka dan tiba-tiba menggebrak meja Jimmy dan Serly.Dari belakangnya lagi muncul Lydia sambil tersenyum simpul pernuh arti.
" Dih.... dih... Genitnya kedua remaja ini. Kenalan saja pakai acara baperan!" Teriak Cassandra sambil memandang Serly dan jimmy bergantian.
" Dia kan orang yang mana ketika aku dan Bu Nina masuk ke dalam ruang kelas ini lagi berdiro di depan kelas." Kata Jimmy dalam hati seraya memandang Cassandra lekat-lekat.
" Kenalin. Namaku Cassandra. Aku ketua kelas di sini. Dan ini temanku Lydia. Kami bertiga sahabatan cukup dekat." Kata Cassandra sambil menjabat tangan Jimmy dan juga Lydia.
###
" Jimmy kalau boleh tahu, keluargamu tinggal di mana?" Tanya Cassandra ketika mereka telah di kantin. Cassandra berusaha memecahkan keheningan dengan berusaha mencari tahu lebih jauh tentang Jimmy.
" Aku belum memiliki tempat tinggal di kota ini." Jawab Jimmy singkat dan berusaha sesantai mungkin.
" Hah?? Lalu kalian tinggal di mana sekarang?" Tanya Cassandra bingung.
" Sejauh ini kami masih tinggal di hotel. Pamanku masih mencari tempat tinggal yang cocok untuk kami di Trenggalek ini." Balas Jimmy lagi.
__ADS_1
" Paman??" Gumam Serly dalam hati.
" Oh ya? kenapa harus di hotel? mengapa kalian tidak tinggal saja di rumah kerabat?" Tanya Lydia yang sedari tadi hanya diam.
Sejujurnya Serly pun hendak bertanya namun ia merasa tidak elok jika terlalu mencari tahu latar belakang siswa baru tersebut.
" Kalau ditanya terlalu banyak nanti dikira aku baper lagi sama dia." kata Serly dalam masih dalam hatinya.
" Ini perempuan-perempuan tanyanya banyak banget lagi," keluh Jimmy dalam hati.
" Kami tak memiliki kerabat di kota ini." Jawab Jimmy singkat.
Ketiganya semakin bingung dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Jimmy. Seolah-olah menyiratkan bahwa Jimmy memiliki latar belakang kepindahan yang cukup misterius.
Selanjutnya mereka tak lagi membahas asal muasal Jimmy namun mereka meanjutkan obrolan tentang Kota Trenggalek ini serta segala keunikannya dan wisata-wisata yang boleh ia kunjungi nantinya.
Mereka juga menceritakan dan menjelaskan secara garis besar tentang sekolah Nusantara ini. Kata mereka sekolah mereka adalah salah satu sekolah di bawah yayasan yang sangat terkenal dari milik dari salah satu perusahaan besar di Negeri ini.
Mendengar cerita mereka Jimmy hanya dapat tersenyum simpul. Ia juga sedikit banyaknya merasa sekolahnya ke depan akan sangat berwarna sebab ia justru pertama kali berkenalan dengan wanita di sekolah barunya ini. Mereka bertiga memiliki keunikan masing-masing.
Serly teman sebangkunya adalah orang yang paling cantik dari ketiganya. Cantik Namun sedikit cuek dan boleh dikatakan jual mahal dalam bahasa remaja.
Cassandra adalah tipe seorang remaja yang periang, mudah bergaul, humble dan tentu saja suka bertanya. Inilah yang membuat ia dipilih menjadi ketua kelas di kelas mereka.
Lydia adalah remaja Tionghoa anak salah satu pengusaha keturunan Tionghoa di Trenggalek. Cerdas, murah senyum namun bicara seadanya sedikit malu-malu bila bertemu orang baru.
Berada di tengah wanita sejujurnya membuat ia risih apalagi dilihat oleh para siswa-siswa yang kebetulan ada di dalam kantin.
__ADS_1
Mereka akhirnya kembali ke kelas setelah mendengar lonceng pertanda kembali ke kelas. Cassandra mengajak Jimmy untuk esok mengikuti acara ulang tahunnya Serly. Mendengar undangan tersebut Jimmy berjanji untuk datang setelah meminta alamat rumahnya Serly.
###