Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 10 [Surat Pemberitahuan Terakhir]


__ADS_3

“aku tidak menyalahkanmu jika kamu tidak suka mengajar. Kamu sudah bekerja terlalu keras hingga mempelajari materi yang bahkan bapak belum ajarkan kepadamu. Hanya saja, jika kamu memiliki minat untuk mengajar lagi, bapak bisa mempersilahkanmu untuk mengajar lagi. Dan juga, bersama Lia, kalian bisa mengajar berdua” jelas pak Jimmy kepada Petra.


“aku tidak peduli entah dengan siapa aku mengajar. Mau bagaimanapun juga, mengajar itu melelahkan bahkan aku tidak sempat istirahat” jawab Petra.


“hehehe, maaf” jawabnya.


“hanya Lia yang belum mengikuti ujian dariku. Jadi aku tidak tau apakah Lia sudah paham atau belum mengenai materi yang kuajarkan” tutur Petra.


“kalau begitu, berikan kertas ujiannya dan biarkan dia mengerjakan ujiannya dirumahnya” tegas pak walkel.


“benar juga” jawab Petra menganggukkan kepalanya.


“tenang saja, mulai besok kamu tidak lagi mengajar. Biar bapak saja yang mengoreksi jawaban dari Lia. dan juga, bapak akan mengajar kembali mulai besok. Itu karena adanya pergantian guru untuk mewakili sekolah. Bapak kepala sekolah telah menggantikanku dengan guru lain. dan hasilnya, aku tidak jadi pergi. Pak kepala sekolah berkata jika beliau begitu kasihan denganmu karena itu akan mengganggu waktu bermainmu di rumah” jelas pak walkel.


“tunggu dulu, jika bapak tidak jadi pergi, kenapa bapak tidak kunjung kembali kedalam kelas?” tanya Petra kepada pak walkel.


“kemarin malam, istri bapak keluar rumah dan pergi bersama teman temannya. Mau tidak mau, bapak harus memasak untuk makan malam bapak dirumah sendiri. saat bapak memakan semur jamur buatan bapak sendiri, perut bapak luar biasa bergejolak. Dan pada akhirnya, bapak terkena diare karena jamur milik bapak sendiri. jadi, maafkan bapak” ucap pak walkel.


“aku tau perasaan bapak. Aku juga pernah merasakan hal yang sama. ternyata bukan hanya aku yang merasakan penderitaan pedih itu” ucap Petra dengan mata yang berkaca kaca.


“terimakasih, aku sangat senang saat melihat spesies manusia yang sama saling merasakan kepahitan hidup yang begitu menyiksa lahir batin” jawab pak walkel dengan begitu terharunya menyentuh pipi kanan Petra.


“hentikan itu. tanganmu kasar dan menjijikkan” ucap Petra dengan tatapan tajamnya.


“baik, maaf” jawab pak walkel dengan datar ekspresi wajahnya.


“sangat menjijikkan” ucap Petra mengusap pipi kanannya menggunakan kain bajunya.


“dan juga untuk Alex. Kenapa kamu pindah bangku? Bukannya kamu harusnya duduk disamping Anna? Kalau kamu duduk di pojokan lagi seperti dulu, kamu sering mengupil dan memandang keluar kelas lewat jendela” teriak pak walkel dari meja guru.


“ayolah pak, hanya untuk sementara. Besok Petra juga sudah tidak mengajar dan pastinya Petra balik ke tempat ini lagi. biarkan aku disini sampai pulang nanti. Aku membutuhkan tempat ini untuk melepaskan semua kesedihanku” ucapnya dengan wajah yang begitu memelas.


“yaudahlah, terserahmu” jawab pak walkel.


“untuk Petra. Ini tas mu dan buku bukumu. 15 menit lagi pulang. bapak ingin memberitahukan sesuatu untuk seisi kelas” tegasnya kepada Petra.


“baik pak” jawab Petra seraya menerima semua barangnya darinya.


Ia pun duduk di kursi tengah. Lebih tepatnya di samping Anna, teman sekelas Petra. Dirinya meletakkan tas dan beberapa bukunya di atas meja kosong disamping Anna.


“permisi, aku duduk disini” ucap Petra kepada Anna.


“silahkan saja” jawabnya.


Petra duduk disamping Anna, dimana tempat duduk itu sebelumnya adalah milik Alex.


“sebentar anak anak, bapak punya pemberitahuan untuk kalian semua. Tapi catatan bapak tertinggal di ruang kepala sekolah. Tunggu sebentar, bapak akan mengambilnya” ucap pak walkel berjalan keluar kelas.


“baik pak” jawab seisi kelas.


“hey, apa kau tau apa yang akan dibicarakan oleh pak Jimmy?” tanya Anna kepada Petra.


“memangnya aku dukun?” tanya Petra balik.


“yaahh, barangkali kau tau” ucapnya.

__ADS_1


“tapi aku juga penasaran. Aku kira pak Jimmy akan balik ke kelas sampai beberapa hari kedepan. Tapi ternyata pak Jimmy kembali hari ini juga” jawab Petra.


“bagaimana jadi guru? Apa mudah?” tanya Anna.


“aku bersumpah aku tidak akan pernah menjadi guru lagi” jawab Petra.


“heh? Kenapa?” tanya Anna sedikit tertawa.


“karena aku harus melihat Alex yang selalu mengupil tak henti hentinya” jawab Petra.


“ahh? Masa? Ahahhahahaha” ucap Anna dengan tawa terbahak bahaknya.


“padahal aku sudah bilang jangan mengupil di dalam kelas, tapi dia masih saja tetap mengupil. Dasar pencari harta karun” jawab Petra diikuti oleh tawa Anna yang semakin keras.


“benar benar jorok banget. upilnya jadi harta karun. Hahahaha” ucap Anna dengan tawa semakin tertawa terbahak bahaknya sembari menampari lengan kanan Petra.


“hehehe, iya” jawab Petra dengan raut wajah datar.


“neh, Petra” panggilnya.


“kenapa?” tanya Petra.


“apa kamu besok ada acara?” tanya Anna.


“acara? Aku tidak ada. Aku selalu dirumah” jawab Petra.


“baguslah kalau begitu” jawabnya.


“kenapa?” tanya Petra.


“nggak ah, males. Kenapa juga aku harus ikut? Merepotkan” jawab Petra.


“sudah kuduga kamu akan menolaknya seperti itu. kamu memang tidak pernah berubah” jawab Anna menghela nafasnya.


“yap, kamu tau sendiri” jawab Petra.


Tidak lama setelah itu, pak Jimmy pun datang memasuki ruang kelas sembari membawa secarik kertas.


“permisi anak anak. Bapak sedikit terlambat” ucap pak walkel.


“sekarang sudah akan pulang” tegas Petra.


“maaf, bapak sedikit terlambat. Kalau begitu, bapak mulai pemberitahuannya. Mulai besok, seluruh siswa wajib membawa syal. Itu karena musim salju akan turun dan menutupi desa ini seperti tahun tahun biasanya. Sekarang adalah bulan terakhir dari musim gugur, dan akan otw menuju musim salju. November ini, diharapkan bagi seluruh murid untuk memakai seragam musim dingin dan pastikan kalau kalian selalu membawa minuman hangat. pihak sekolah sudah memberi perintah kepada kantin untuk melarang penjualan makanan dan minuman dingin untuk 3 bulan kedepan” jelasnya.


“jadi,? apa hanya itu?” tanya Alex.


“yap, hanya itu” jawabnya.


“kalau hanya itu, kenapa bapak sampai membawa kertas dari kantor kepala sekolah?” tanya Alex begitu emosi.


“ini kertas pemberitahuan untuk Lia seorang. Bukan untuk seisi kelas” jawab pak walkel.


“eh? Untuk Lia seorang? Apa isinya?” tanya Alex.


“kau tidak boleh tau!” tegasnya.

__ADS_1


“jahat banget. Kenapa nasib buruk selalu menimpa orang tampan” ucap Alex memasang raut wajah lebih memelas dari biasanya.


“nih, Lia. Ambillah” ucap pak walkel kepada Lia.


“baik pak” jawab Lia menerima surat tersebut.


“dalam 5 menit lagi, bell sekolah akan berbunyi. Selama itu, kalian berkemaslah dan berbenahlah. Bapak akan pergi sekarang juga. terimakasih untuk Petra karena sudah menggantikan bapak. Dan juga untuk Lia, jangan terlalu memaksakan untuk melakukan kegiatan berat. Bapak kekamar mandi dulu, terimakasihh” ucap pak walkel seketika berlari keluar kelas.


“sama sama pak” jawab seisi kelas.


Seisi kelas pun membenahi barang barang mereka dan memasukkannya kedalam tas ransel sekolah masing masing. Tidak lupa juga, Petra melakukan hal yang sama. Tidak lama setelah, itu, Alex berjalan ke bangku yang sedang Petra duduki saat itu dan mengatakan sesuatu kepada Petra.


“kau tidak bilang kalau Lia adalah pacarmu. Dasar bocah laknat. Aku sangat malu, dasar kurang ajar. Bocah biadab laknat murid lucifer” ucapnya seraya memasang raut wajah datar.


“siapa juga yang suruh kamu menggoda Lia. Padahal Lia sendiri sudah bilang kalau dia sudah punya pacar” sahut Anna disamping Petra.


“jangan ikut campur kau, dasar cebol” sahut Alex.


“hah? siapa yang kau panggil cebol?” tanya Anna dengan murka marahnya.


“Anna cebol. Anna cici cucu cece cebol” ucap Alex sembari menjulurkan lidahnya.


“ihh, Alex nyebelin banget!. dasar bodoh” ucap Anna tersulut emosi.


“bwek” ucap Alex menjulurkan lidahnya.


“apa apaan kalian berdua ini. berisik” ucap Petra seraya memakai jaketnya dan menggendong tas ranselnya.


“Petra mau kemana?” tanya Lia kepada Alex didepannya.


“biasalah. Dia selalu pulang terlebih dahulu sebelum jam pulang berbunyi. Dasar bocah laknat biadab murid Asmodeus Satanas Lucifer” sahut Alex.


“aku pulang” teriak Petra seketika berjalan hendak keluar kelas.


“tunggu dulu” sahut Lia.


“ada apa?” tanya Petra.


“mengenai yang ada di dalam ruang UKS” sahutnya.


“ada apa? Apa tanganmu sudah berkeringat?” tanya Petra.


“emm, ini agak memalukan untuk didengar oleh semua orang disini” ucapnya.


“ada apa? Katakan padaku” tegas Petra seketika kembali berjalan ke arah meja Lia.


Lia pun membisikkan sesuatu kepada Petra mengenai didalam UKS. Petra mendekatkan telinganya sementara Lia berbisik sesuatu di telinga Petra.


“sebenarnya, aku tadi sedang demam dan dirawat oleh perawat disana. maka dari itu, keringatku benar benar menetes deras. Mau tidak mau, perawat disana memaksaku untuk mandi namun tubuhku masih lemas dan takut kalau terjatuh di dalam kamar mandi. Alhasil aku mengganti pakaianku menggunakan pakaian pasien agar sang perawat disana bisa membersihkan tubuhku di atas kasur. Namun saat aku sudah selesai mandi, sang perawat tersebut tidak memperbolehkanku untuk memakai pakaian dalam untuk sementara. Jadi sampai sekarang, aku tidak memakainya dan hanya menggunakan seragam luar. apa kamu bisa mengantarku untuk mengambilnya di rua-“ ucap Lia tersahut henti.


“aku ini laki laki loh, setidaknya kamu berkata seperti ini kepada teman perempuanmu” sahut Petra.


“tapi ada yang lebih penting lagi” sahut Lia.


“apaan?” tanya balik Petra.

__ADS_1


-BERSAMBUNG-


__ADS_2