Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 22 [Pertemanan Dimulai]


__ADS_3

“yeaaahh, Petra mau bergabung” ucap Alex dengan teriak semangatnya.


“aku tidak menyangka kalau Petra akan masuk kedalam kelompok kita” ucap Emma.


“sudah kubilang, jika kelompok kita ada Lia, pasti dia akan bergabung” jawab Lucas.


“dasar bucin!” sahut Anna.


“kalian semua sudah punya pacar, kenapa aku berbeda” ucap Issak dengan wajah murungnya.


“kau harus mengurangi makanmu. Dasar gendut!” ucap Alex diikuti tawa seisi kelas.


“hey, aku tidak gendut. Aku hanya chubby” sahut Issak.


“itu sama saja” sahut Petra diikuti tawa seisi kelas.


“kalau begitu. Mulai dari sekarang, kalian memiliki kelompok kerja masing masing. Kalian harus memilih ketua dari kelompok kerja kalian” tegas pak walkel.


“baik” jawab seisi kelas.


“dikarenakan Petra sudah menjadi ketua kelas, maka dari itu Petra tidak boleh ada sangkut pautnya mengenai tetua kelompok” tegas pak walkel.


“yeeaaahhh, akhirnya aku bukan jadi ketua lagi!” ucap gembira dari Petra.


“kalau begitu, biar aku yang menjadi ketua” sahut Anna dengan penuh semangatnya.


“tidak, biar aku saja yang menjadi ketua” sahut Alex dengan penuh semangatnya pula.


“kalau kalian berdua yang menjadi ketua, kelompok ini pasti hancur” ucap Issak.


“aku setuju. Kalau kalian berdua yang menjadi ketua kelompok dan wakil kelompok, pasti akan hancur” sahut Petra.


“menurutmu, siapa yang pantas menjadi ketua kelompok?” tanya Issak kepada Petra.


“lebih baik Emma dan Lucas” jawabnya.


“itu sama saja” jawab Issak.


“aku bilang sedikit lebih baik” tegas Petra.


“menurutku itu sama saja. jika Alex dan Anna yang menjadi wakil dan ketua kelompok, mereka berdua tidak akan pernah berhenti bertengkar. Dan jika Emma dan Lucas yang menjadi ketua dan wakil kelompok, mereka berdua tidak akan pernah berhenti membucin. Paling sempurna menjadi ketua dan wakil kelompok adalah kau dan Lia, tapi kalian berdua pasti kerepotan sebab menjadi ketua dan wakil kelas dan kelompok bersamaan. Kalau sudah begini. Aku harus mengambil alih. Aku yang akan menjadi ketua dan Lia yang akan menjadi wakilnya. apa kau tidak keberatan jika Lia menjadi wakil ku?” tanya Issak.


“kenapa tidak Anna?” tanya Petra.


“aku akan menghajarmu” sahut tegas Alex.


“ma-maaf, aku tidak tau” ucap Petra spontan menutup mulutnya dengan kedua tanganya.


“kalau begitu, apa kau mengizinkan Lia menjadi wakil kelompok ini?” tanya Issak kepada Petra.


“aman” jawab Petra.


“wah, benar benar pacar yang baik” sahut Lucas.


“aku hanya menjadikan Lia sebagai wakil kelompok, apa salahnya?” ucap Petra.


“apa kau bisa membayangkan sesuatu?” tanya Lucas.


“membayangkan apa?” tanya Petra.


“bayangkan jika Issak menyukai Lia, dan mereka berdua tiba tiba menikah di hadapanmu. Lia dan Issak sudah menikah dan diberkati anak yang sudah bersekolah. Apa yang akan kau rasakan?” tanya Lucas.

__ADS_1


“aku tidak bisa membayangkan hal itu karena aku yakin Lia tidak akan bisa menikahi Issak begitupula menikah denganku” gumam Petra sedikit menundukkan kepalanya.


“yapp, maaf memotong permbicaraan” sahut Anna spontan memukul meja dengan begitu keras.


“aku yang akan menjadi ketua sekarang. Dan aku akan menyuruh kalian untuk merangkum apa saja yang akan kita lakukan untuk observasi tempat yang akan di datangi. Apa kalian paham?” tanya tegas Alex.


“iya deh terserah” gumam mereka semua.


Dan pada akhirnya, hari itu hanya dihabiskan untuk bekerja di kelompok kerja. seisi kelas begitu bersemangat karena kita memiliki kelompok kerja. bahkan seisi kelas tidak beristirahat saat jam istirahat datang.


Tapi tidak dengan Petra. dirinya adalah maniak kebebasan. Petra hanya ingin menghirup udara damai di loteng sekolah sambil memakan salad buatan Lia. loteng di atas kelas, hanya sebuah loteng seperti sekolah biasanya. Hanya ada pagar pembatas, dan itupun berwarna merah muda. Sungguh warna yang LAKIK.


Petra menyuap salad di loteng sembari menikmati suara kicauan burung yang saling berkomunikasi. Udara yang segar nan hangat meniupnya dengan kuat nan eloknya, hingga tanpa sadar salah satu potongan buah kiwi jatuh ke seragam putihnya.


“aku benar benar membenci udara ini” ucap Petra.


Ia perlahan menyuap salad itu masuk kedalam mulutnya dan mengunyahnya. Nampaknya, lengan kirinya masih sakit sebab lebam yang tidak kunjung sembuh.


Disaat Petra memikirkan kata “lebam” Petra jadi teringat isi kertas yang diberikan kembarannya kepada Petra tadi pagi. Dirinya berkata kalau Petra harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk bisa berteman dan menjalin hubungan baik dengan para “teman temannya”.


Pada akhirnya, Petra mengetahui arti siapa “teman temanya” yang dimaksud di dalam kertas itu. Petra menyadari jika Issak, Anna, Alex, Emma dan Lucas adalah teman teman berharganya dan Petra harus menjalin hubungan baik dengan mereka.


“baru kali ini aku memikirkan tentang bagaimana caranya untuk mempererat tali pertemanan. Kira kira, apa yang dilakukan sebagai seorang teman saat waktu senggang seperti ini?” fikirnya dalam hati.


“ohh! Aku tau apa yang harus kulakukan!” ucap Petra dengan penuh semangat.


Petra pun segera menutup wadah dari bekal makanannya itu dan beranjak pergi dari tempat duduknya disana. dirinya segera berjalan ke arah kantin sekolah dan membeli kurang lebih 3 buah pisang dan meminta tolong kepada om om kantin untuk memotongnya menjadi beberapa untuk dimasuukan kedalam saladnya itu.


Ia bergegas untuk berjalan ke arah kelas. Dan sesampainya disana, Petra mendapati jika kelompoknya sedang menulis serta membaca segala artikel yang telah mereka temukan di buku perpustakaan.


Petra berjalan mendatangi mereka seraya membawa bekal salad yang terbuka. Setelah itu, dirinya meletakkan bekalnya di tengah tengah meja bundar tempat mereka semua menulis.


“waahh, ada silid” ucap Anna dengan semangatnya.


"SALAD!" bentak Lucas disana.


“apa itu salad sayur?” tanya Alex.


“salad buah” jawabnya.


“waahh, sepertinya enak” ucap Lucas.


“makanlah selagi buahnya belum berair” ucap Petra.


“aku tidak tau kalau Petra sebenarnya bisa memasak” ucap Emma.


“bukan aku yang memasak” jawab Petra.


“ehh? Bukan kamu? Siapa?” tanya Emma.


“Lia yang membuatnya” jawab Petra.


“haaaahhh‼?” ucap mereka semua begitu terkejut.


“kenapa kalian terkejut?” tanya Petra begitu terheran.


“a-anu, ma-maaf. Aku ingin menanyakan hal yang serius kepadamu” ucap Anna.


“ada apa? Katakan?” tegas Petra.


“kita semua menganggap kalau Lia hanya berpura pura berpacaran denganmu. Tapi kita sepertinya berfikir salah. Apa kamu memang berpacaran dengan Lia?” tanya Anna.

__ADS_1


“ke-kenapa kalian membahas Lia disini?. sudahlah, jangan fikirkan lagi” ucap Petra seraya membuang wajahnya yang memerah itu.


“apa kau dan Lia memang benar berpacaran?” tanya Anna.


“iya” jawab Petra.


“bagaimana bisa?” tanya Alex.


“aku tidak sengaja bertemu dengan papahnya. Dan dia mengenalkanku kepada papahnya sebagai pacarnya” jawab Petra.


“me-mengenalkan kepada papahnya?” tanya Alex begitu terkejut.


“yap” jawabnya.


“bagaimana papahnya?” tanya Anna.


“papahnya selalu memakai seragam dinas jas kemeja rapih berwarna hitam. setelah melihat pekerjaannya, aku begitu terkesan saat mendapati kalau papahnya bekerja sebagai ketua koordinator sektor pertambangan” jawab Petra.


“ketua koordinator sektor pertambangan? Apa itu?” tanya Emma.


“aku juga tidak tau. Tapi sepertinya itu adalah pekerjaan yang menghasilkan gaji yang luar biasa besar” jawab Petra.


“bagaimana kau tau itu?” tanya Lucas.


“dirinya membawa mobil yang sangat keren. Sebuah sedan berwarna hitam pekat dan mengkilap. Dan juga bahkan, dirinya mampu menyewa seorang dokt…“ ucapnya terhenti.


“menyewa apa?” tanya Emma.


“ti-tidak, bukan menyewa apa apa” jawab Petra menutup separuh perkataannya.


“apa papahnya tinggi? Tampan? Berjenggot??” tanya Alex.


“yang pasti, belalainya mantap” jawab Petra.


“hah? belalai?” tanya mereka semua begitu terheran.


“sudahlah. Kenapa malah bahas papah Lia. sekarang makanlah salad ini” sahut Petra sembari berjalan hendak keluar kelas.


“kau mau kemana?” tanya Anna.


“aku mau ke kantin. Mau beli minum” jawab Petra.


“aku ikut” sahut Anna dengan semangatnya berlari mengejar Petra.


“ehh, ka-kau mau kemana juga? tu-tunggu aku!” sahut Alex berlari mengejarnya pula.


“apa kamu ikutan juga?” tanya Emma kepada Lucas.


“boleh” jawab Lucas.


“aku juga mau ikut” sahut Issak.


“kenapa kalian semua malah ikutan” tanya Petra dengan menghela nafas kesal.


“kenapa? Kau tanya kenapa? Kita ini kan kelompok?” ucap Alex dengan senyum lebarnya.


“itu benar. Kita adalah kelompok dan pastikan kita harus bersama kemanapun kita pergi” ucap Lucas.


Pada akhirnya, mereka semua pun berjalan bersama keluar kelas dan berniat untuk pergi ke kantin bersama sama hanya untuk membeli minuman.


-BESAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2