Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 37 [Kebenaran Perjodohan]


__ADS_3

“maaf, apa kamu Elmo?” tanya Lia sedikit terkejut pula.


“wahh, sudah lama tidak ketemu. Dan dia?” tanya lelaki tersebut menunjuk kearah Petra.


“ohh, salam kenal. Kau bisa memanggilku Petra” jawab Petra seketika melepas pegangan tangannya dari Lia dan memberi salam kepadanya.


“salam kenal, namaku Elmo” jawabnya menjabat tangan Petra.


“salam kenal juga” jawab Petra.


“jadi, kau pacarnya Lia?” tanya Elmo kepada Petra.


“iya” jawab Petra.


“wahh, ternyata sudah dapat pacar lagi” ucap Elmo sedikit terkejut.


“maaf, tapi kau ada hubungan apa dengan Lia?” tanya Petra kepada Elmo.


“ohh tenang saja. aku hanya mantannya saja. kita berdua pernah berpacaran tapi sudah putus sangat lama” jawabnya.


“ohh mantan” ucap Petra menganggukkan kepalanya.


“maaf sebelumnya. Tapi apa kau benar benar pacarnya Lia untuk sekarang?” tanya Elmo kepada Petra.


“iya” jawab Petra.


“ohh, jadi kau tinggal di desa yang sama dengan yang Lia tinggali. Apa benar?” tanya Elmo kepada Petra.


“yap aku tinggal didesa” jawab Petra.


“ohh, aku kira Lia tidak tertarik dengan lelaki desa. Ternyata-“ ucap Elmo tersahut henti.


“jangan bahas itu lagi!” sahut Lia kepada Elmo.


“ohh maaf kalau itu membuatmu tersinggung. Aku hanya sedikit syok” jawabnya dengan tawa sinisnya.


“memangnya kenapa?” tanya Petra kepada Elmo.


“ti-tidak apa apa. Aku tidak masalah dengan lelaki desa. Aku hanya sedikit terkejut akan selera Lia” ucapnya dengan tawa sinisnya.


“mohon maaf, kita sedang terburu buru” sahut tegas Petra kepadanya.


“tidak apa apa. Aku mengerti. Apa kau sedikit kedingingan dengan udara AC? Atau kau ketakutan saat menaiki lift?” tanya Elmo dengan tawa yang semakin kencang.


“terimakasih, kita terburu buru. Maaf” sahut tegas Petra seketika menekan tombol lift pergi kebawah.

__ADS_1


“hey, kau tidak sopan. Kau menutup pintu lift nya. biarkan aku masuk!. Hey‼” ucapnya terhenti saat pintu lift hendak tertutup.


“aku ingin berbicara kepada Lia saat kita akan pindah nanti!” sahut Elmo.


Mendengar kata kata itu, Petra seketika terkejut akan apa yang tengah dikatakan oleh Elmo. Petra kembali membuka pintu lift tersebut dan membiarkan Elmo berbicara.


“apa yang kau katakan? Pindah dengan Lia?” tanya Petra balik.


“ohh, jadi Lia belum memberitahukannya kepadamu? Kalau belum mendengarnya, aku akan menjelaskannya disini” ucap Elmo.


“tidak perlu, Elmo. Dia tidak perlu tau” sahut Lia seraya menundukkan kepala.


“tenang saja, aku tidak akan memberitahukannya tentang yang itu” ucap Elmo.


“katakan kepadaku. Apa yang kalian berdua lakukan?” tegas Petra kepada Elmo.


“tanggal 25 desember nanti, kita berdua akan pindah ke Chernivtsi. Dan itu karena ada bisnis keluarga diantara keluarga kita berdua. dan disana, kita akan-“ ucap Elmo tersahut henti.


“hentikan itu, Elmo!” sahut Lia.


“katakan apa yang akan kalian lakukan disana?” tegas tanya Petra kepada Elmo.


“kita berdua akan menikah disana” jawabnya.


“itu karena-“ sahut Elmo terhenti.


“jangan katakan lebih jauh lagi” sahut Lia seketika menyahut tangan Elmo yang berada di luar lift.


“baiklah kalau begitu. Dia sudah menggenggam tanganku dan pastinya itu adalah permintaan dari calon istriku” ucap Elmo.


“hmm, benar juga. leluconmu tidak lucu” tegas Petra.


“aku tidak menganggap ini lelucon” jawab Elmo.


“biarkan aku mentertawakan lelucon sampah kalian berdua” ucap Petra seketika menekan tombol lift.


Pintu lift pun tertutup perlahan. Petra hanya bisa melihat wajah senyum sinis Elmo dari dalam lift sementara Lia yang saat itu hanya menundukkan kepalanya dan mematung tak bergerak.


“Petra” panggil Lia di dalam lift.


“hmm” jawab Petra.


“apa kamu marah?” tanya Lia.


“kamu bertanya apakah aku marah atau tidak. Benar benar pertanyaan yang sangat bodoh” jawab Petra.

__ADS_1


“dengarkan aku dulu” ucap Lia mulai menyentuh tangan Petra.


“seharusnya aku tidak ikut ke mall ini bersamamu jika kau hanya ingin aku mengantarmu untuk menemui dia” jawab Petra seraya menyahut kedua tangannya dan menyakunya di saku jaket yang tengah ia pakai.


“maaf” ucap Lia.


Tidak lama setelah itu, pintu lift pun terbuka di lantai bawah. Mereka berdua segera pergi ke parkiran bawah tanah untuk menemui sopir pribadi Lia di sana. Setelah mereka memasuki mobil, Petra menyuruh sopir pribadi Lia untuk segera pulang ke desa.


Beberapa menit kemudian, Petra pun sampai di desa dan sampai di kediaman Lia kembali. Petra berjalan meninggalkan Lia di belakangnya dan menaiki tangga. Lia yang sedikit berjalan cepat berniat mengejarnya dan hendak menggapainya.


“tunggu Petra” panggil Lia.


“aku lelah. Aku ingin tidur” jawab Petra.


“tunggu dulu. Kita bisa membicarakannya sebentar” ucap Lia.


“kurasa aku sudah begitu paham dengan penjelasan Elmo di sana” tegas Petra.


“aku akan menjelaskannya lagi” ucap Lia.


“kurasa penjelasan Elmo sudah sangat jelas bagiku. Dan aku semakin sakit hati ketika mendengarkan penjelasan itu. lebih baik aku tidak mendengarnya daripada aku harus menyakiti hatiku sendiri” tegas Petra memasuki kamar dan menguncinya dari dalam.


“tungg-“ ucap Lia terhenti melihat Petra menutup pintu kamar dari dalam.


Petra berjalan ke kasur dan mengambil kotak kardus berisi formulir pendonoran jantung untuk Lia dari bawah kasur. Petra mengambil selembar dan kemudian memegangnya dengan kedua tangannya. Rasa kecewanya sudah menutupi rasa pedulinya untuk menyelamatkan nyawa Lia, dan Petra rasa kalau saat itu ia tidak ingin membantu Lia untuk mendapatkan jantungnya.


Namun, disaat yang bersamaan pula, Petra dari masa depan secara tiba tiba muncul di belakang tubuhnya dan berdiri di balik tubuhnya. Dengan sergap, dirinya memegang pundak kanan Petra dan membisikkan sesuatu di dekat telinganya.


“ketika kamu menyobek kertas itu, sama saja kamu membuang satu kesempatan untuk Lia mendapatkan jantung baru. Kendalikan emosimu dan bacalah koran itu lagi. pahami mengapa papah Elmo dan papah Lia menjodohkan mereka berdua dan pelajari alasan apa yang akan di dapat oleh Lia dari koran yang telah kuberikan kepadamu” tegas kembaran Petra dari masa depan.


“tapi jantung yang diberikan papah Elmo tidak cocok untuk Lia. itu sama saja seperti membunuh Lia secara perlahan” ucap Petra dengan suara serak basahnya.


“aku tau itu. kau juga tau itu. tapi aku tidak peduli dengan apa yang akan kamu lakukan dengan Lia dan Elmo. Aku hanya ingin kamu tidak menyesal” jawab kembarannya dari masa depan.


“walau aku sudah tau mengapa mereka berdua menikah, tapi tetap saja kalau aku masih tidak terima dengan perjodohan itu. kenapa papahku dan papah Lia begitu jahat?” tanya Petra dengan isak tangis air mata yang mulai berderai membasahi pipi.


“papah kita melakukan itu karena papah kita sayang kepada kita. dan itu yang papah kita katakan sendiri. jangan sampai kamu melakukan apa yang tidak ingin papah kita lakukan atau papah kita akan menyesal meninggalkan kita ke Ukraina” jawab kembarannya dari masa depan itu.


“kau benar. Aku tidak boleh menyobeknya. Aku masih harus berusaha dengan keras agar aku bisa mendapatkan jantung milik Lia sebelum tanggal 25 desember kelak. Dan sebelum itu, biarkan aku sendirian di dalam kamar ini untuk sementara” tegas Petra.


Dengan sekejap mata, kembarannya dari masa depan secara tiba tiba menghilang dari balik tubuh Petra. Seketika tubuhnya menghilang tiada jejak sama sekali. Petra spontan duduk di atas kasur dan menundukkan kepala seraya menyemangati dirinya sendiri.


“demi mamah dan papah kandungku, demi abang kandungku, dengan bang Fred dan bang Mike, demi mamahku sekarang, dan demi Lia. aku akan berusaha semaksimal mungkin agar aku bisa memberikan jantung yang sehat untuk Lia. aku berjanji” tegas Petra seraya mengusap air matanya yang berlinang di pipi.


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2