Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 34 [Permulaan Rencana]


__ADS_3

“kalau tidak salah, ini rumah sangat dekat dengan bang Mike. Ini adalah wilayah bang Mike. Aku harap bang Mike ada dirumahnya” ucap Petra seraya melihati sekeliling.


Kurang lebih 2 menit perjalanan dari simpang tersebut, Petra berjalan di salah satu gang kecil bagian kumuh wilayah tersebut. sampai pada akhirnya, aku menemui bang Mike yang sedang mengangkat dua buah karung di kedua lengannya.


“bang Mike” sapa Petra seraya berjalan ke arah bang Mike di depan rumahnya.


“ehh, Petra. Kenapa kau ada disini?. bagaimana dengan nenek? Bagaimana dengan rumahmu sekarang? apa kau baik baik saja? dimana mamah?” tanya bang Mike spontan melepaskan karungnya dan berjalan kearah Petra.


“bang Mike sedang apa?” tanya Petra balik.


“ohhh aku?. aku baru saja akan mengantarkan arang ini ke wilayah kompleks orang kaya. Rumah rumah disana menggunakan arang untuk membakar daging di rumah mereka” jawab bang Mike.


“ohh begitu” ucap Petra menggelengkan kepala.


“ada apa kemari? Apa ada kepentingan mendesak?” tanya bang Mike kepada Petra.


“aku ada kepentingan yang sangat amat penting, bang. Aku butuh uang untuk sekedar fotokopi lembaran kertasku. Apa bang Mike ada? Nanti pasti akan ku kembalikan” jawab Petra.


“apa yang tidak kuberikan untuk adikku ini. katakan kau butuh berapa?” tanya bang Mike.


“kumohon, aku butuh 5 dollar untuk fotokopi 200 lembar kertas ini” ucap Petra.


“hah!? 5 dolar? Bahkan gaji ku mengangkat arang hanya sebesar 20 sen” ucap bang Mike begitu terkejutnya.


“kumohon bang Mike. Aku sangat amat butuh sekali uang itu. hanya 5 dollar saja. aku akan melakukan apapun yang bang Mike lakukan. Aku akan berhenti sekolah untuk membantu bang Mike bekerja untuk mengembalikan uang bang Mike itu” ucap Petra seraya menundukkan kepala.


“adikku tidak akan pernah meminta uang kepada abangnya dengan begitu mendadak seperti ini. katakan kepada abangmu ini, apa yang sebenarnya terjadi” ucap bang Mike kepada Petra.


“maaf, bang. Tapi ini bukanlah urusan abang. Aku hany-“ ucap Petra terhenti.


Dengan cepat dan kuat, bang Mike menampar pipi kanan Petra dengan telapak tangannya yang kotor sebab hitamnya arang. Tamparan bang Mike begitu kuat hingga wajahnya terangkat dan membuat Petra membuka mata begitu lebar.


“itu bukan Petra yang ku kenal. Petra yang ku kenal adalah Petra yang selalu cerewet. Kau selalu menceritakan semuanya kepada abangmu ini ketika kita berdua berada di warnet. Kau selalu menceritakan semuanya saat kau membutuhkan bantuan. Bahkan kau menceritakan kepadaku kalau teman sekelasmu mengambil pisangmu. Pada akhirnya, aku yang merebut kembali pisang tersebut dari temanmu. Tapi kau yang sekarang bukanlah Petra yang ku kenal. Aku sangat membenci Petra yang sekarang ini. masuklah kerumah. Didalam ada bang Fred yang sedang membuat minuman jahe penghangat. Ceritakan kepada kita berdua tentang semuanya” tutur bang Mike kepada Petra.


“terimakasih” ucap Petra menganggukkan kepala.


Pada akhirnya, Petra dan bang Mike berjalan memasuki rumah kumuh dimana rumah itu adalah rumah bang Mike seorang. Rumah kecil nan sempit bak sebuah rumah di desa pada umumnya. Petra dan bang Mike memasuki rumah dan nyatanya saat itu terdapat bang Fred yang sedang merokok dan menonton televisi yang berada di ruang tengah.


Tidak ada ruang tamu, baru masuk rumah langsung ruang tengah dengan tembok yang kotor dan sofa yang sudah rusak serta bau.

__ADS_1


“wehh, Petra. Sudah lama tidak ada kabar. Bagaimana rumah? Bagaimana kondisi mamah? Apa kau sudah berziarah ke nenek? Bagaimana kondisimu, apa baik baik saja?” tanya bang Fred dengan senyum tulusnya kepada Petra.


Suara hangatnya sapaan dari bang Fred serta tamparan keras dari bang Mike telah menyadarkan Petra. Petra telah terlalu terbutakan akan ambisinya menyelamatkan Lia hingga dirinya sama sekali tidak menyadari kalau banyak sekali orang disampingnya yang sangat ingin membantunya juga.


Layaknya sebuah otak yang tertutupi akan embun asap hingga membuatnya tak mampu berfikir jernih dan matang. Ia menatap wajah bang Fred dan bang Mike dengan polosnya hingga tak kuasa menahan rintik air matanya.


Petra melompat ke tubuhnya yang tengah duduk di sofa dan memeluknya erat. Dengan seketika Petra memeluk tubuhnya yang besar dan hangat. Petra menangis begitu histeris di pelukannya hingga membasahi pakaian milik bang Fred.


“ehh? A-apa apaan? Kenapa? Ada apa dengan Petra?” tanya bang Fred kepada bang Mike.


“dia sekarang sedang ada masalah. Biarkan saja dia mengeluarkan semuanya disini” jawab bang Mike.


“berikan dia susu hangat dan pisang dari dapur segera” ucap bang Fred.


“baik” jawab bang Mike berjalan ke arah dapur belakang.


“hey, Petra. Ada apa? Kenapa denganmu?” tanya bang Fred kepada Petra.


“bang Fred, aku,… akuhh,…” ucap Petra dengan mengelus kepadaku dengan halusnya.


“katakan semuanya, keluarkan semuanya. Abangmu pasti akan memahaminya” jawab bang Fred memeluk balik tubuhku dengan pelukan hangatnya.


“aku,.. aku tidak kuat lagi. aku sangat berdosa. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Aku,…. Aku,….” Teriak tangis Petra tersedu sedu hingga kesusahan untuk berbicara.


“bang Fred,.. a-aku, aku sama sekali tidak tau apa yang harus kulakukan. A-aku tidak bisa berfikir jernih. Aku tidak tau bagaimana caraku untuk menyelamatkan Lia. apa yang harus kulakukan? Aku tidak tau. Aku putus asa. Sangat putus asa. Aku tidak tau arah jalan yang harus kutempuh. Aku harus melakukan apa agar Lia bisa selamat. Aku tidak mungkin berdiam diri di dalam kamar seraya menunggu hari terakhirnya. Aku tidak tau. Aku sama sekali tidak tau” teriak Petra dengan isak tangis tersedu sedu.


Hingga sampai Petra tak mampu lagi menangis. Kelopak matanya sudah begitu kering dan perih. Petra telah meminum air putih yang diberikan oleh bang Mike. Petra duduk di sofa bersama dengan bang Mike dihadapannya dan bang Fred disampingnya.


Keadaan Petra sudah sedikit lebih mendingan. Petra hanya bisa menunduk, namun setidaknya dirinya sudah lebih tenang. nafasnya sudah terkondisikan begitupula dengan emosinya.


“sekarang, kau bisa bercerita akan semuanya” ucap bang Mike.


“terimakasih, aku sudah sedikit lebih mendingan saat ini. aku akan memberikan rahasiaku dan aku minta kepada bang Fred dan bang Mike agar sama sekali tidak memberi tahukan ini kepada mamahku. Aku sangat memohon sekali” ucap Petra.


“katakan apa yang terjadi” ucap bang Fred.


“baik” jawab Petra menganggukkkan kepalanya.


Petra mulai menceritakan semuanya. Dirinya mulai menceritakan dari awal hingga akhir. dimulai dari dirinya bermimpi terjebak di kubangan lumpur, bertemu dengan kembarannya yang ada di masa depan, sampai dari dirinya menyelamatkan nenek bersama dengan dokter pribadi Lia.

__ADS_1


Semuanya Petra ceritakan kuranglebih 10 menit. Sampai matahari terbenam, Petra baru saja menyelesaikan ceritanya. Tidak ada pengurangan dan penambahan cerita. Semuaya murni Petra ceritakan secara langsung melalui perspektif miliknya sendiri.


“kalau kalian berdua tidak percaya dengan ceritaku yang tidak masuk akal ini, aku tidak akan menyalahkan kalian berdua” ucap Petra kepada mereka berdua.


“kau sampai berjalan kemari hanya untuk meminjam 5 dollar kepada abangmu ini, dan kau kira abangmu ini tidak percaya kepadamu?” tanya bang Fred.


Seketika saat itu juga, bang Mike berdiri dan berjalan ke arah almari di ruang tengah tersebut. dirinya membuka lemari pakaian tersebut dan mengambil satu celengan yang terbuat dari tanah Liat berbentuk layaknya babi di karakter game “Angry Birds”


Dirinya mengambilnya dan kemudian dengan sengaja menjatuhkan celengan uang tersebut. celengan tersebut pecah dan menimbulkan suara yang begitu kencang. Bang Mike pun segera memungut semua uang tabungannya selama ini. tidak hanya uang berbentuk koin receh, namun tidak sedikit juga yang berupa lipatan uang kertas.


Tidak lama setelah itu, bang Fred pun melakukan hal serupa. Bang Fred seketika berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kamar bang Mike. Dirinya keluar sembari membawa sebuah celengan yang terbuat dari botol plastik. Dengan sengaja, bang Fred menggunting botol tersebut dan mengeluarkan semua uangnya.


Setelah bang Fred dan bang Mike menghitung dan merapihkan semua uang mereka, mereka berdua kembali duduk di sofa semula.


“aku ada kurang lebih 114 dolar 80 sen” ucap bang Mike.


“milikku hanya 90 dolar 38 sen” ucap bang Fred.


“itu terlalu banyak. Aku hanya membutuhkan uang untuk fotokopi kertas formulir pendonoran jantung ini” jawab Petra dengan begitu terkejutnya.


“kau bilang sendiri kalau kau akan pergi ke kota untuk mencari orang disana. kau pasti butuh transportasi dan uang makan. semua abang tidak ingin adiknya berjalan sendiri” sahut bang Fred.


“maaf karena kita berdua sedang banyak kerjaan disini. tapi kita berdua hanya bisa memberikan masing masing dari kita 25 dolar. Aku akan memberikanmu 25 dolar dan Fred akan memberikan 25 dolar pula. Bawalah semuanya dan gunakan sebijak mungkin” tegas bang Mike.


“sudah kubilang, itu terlalu banyak” tegas Petra balik.


“hey, dengarkan aku. kita berdua percaya akan cerita khayalanmu itu. karena kau sudah kita anggap sebagai saudara dan bahkan adik kita sendiri. bahkan kalau kau berbohong mengenai itu, kita tidak akan marah kepadamu. Tapi kita percaya kalau adik kita tidak akan pernah berbohong. Sekarang pulanglah dan bawa uang ini. besok pagi, kau bisa membawa sepeda kayuh milikku untuk pergi ke kota. kita akan berangkat kerja dan kau lakukanlah apa yang kau inginkan. kau bisa pulang sekarang. tapi sebelum itu, kau bisa fotokopi terlebih dahulu lembaran kertas itu” tegas bang Fred kepada Petra.


“aku, aku sangat amat berterimakasih” ucap Petra dengan mata yang mulai berkaca kaca.


“ayolah kawan, jangan menjadi cengeng. Menangis memang boleh, tapi menangis tidak merubah apa apa. Daripada kau membuang waktu untuk menangis, lebih baik kau gunakan waktu itu untuk hal yang berguna. Kita berdua akan menjamin keselamatannya. Uang itu akan kau gunakan hingga tanggal 25 desember nanti” tutur bang Mike.


“terimakasih. Sekali lagi aku sangat bersyukur telah bertemu kalian berdua” jawab Petra menganggukkan kepalanya.


“cepat pakai jaketmu dan fotokopi lembaran itu sebanyak banyaknya. Pastikan kau tidak kelelahan dan istirahat tepat waktu. Besok adalah hari yang melelahkan. Untuk itu, semangatlah!” ucap bang Fred dengan genggaman tangannya merujuk kepada Petra.


“terimakasih, aku akan sangat bersemangat untuk esok hari” jawab Petra dengan senyum tulusnya.


“sekarang pulanglah, aku ingin menonton bola” sahut tegas bang Mike.

__ADS_1


“terimakasih banyak” jawab Petra menganggukkan kepala.


-BERSAMBUNG-


__ADS_2