Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 45 [Juan, Ryu, Hyuna dan Qeira]


__ADS_3

Di tanggal 5 mei 2011, Lia pulang kerumahnya dan kembali sekolah di sekolahnya yang lama. Dengan jantung milik Petra, ia berhasil sembuh dari penyakit bawaannya. Semuanya begitu senang, mereka semua merayakan keselamatan Lia dan melakukan hal hal bersama seperti biasa. Terutama dengan Emma dan Lucas, mereka berdua adalah orang yang paling senang saat Lia kembali kesekolah dengan keadaan sehat wal afiat. Dan pastinya, semua itu karena Petra.


“bagaimana dengan Petra?” tanya Issak.


“aku masih belum sempat untuk melihat pengistirahatan terakhirnya disana, setidaknya di ukraina dia bisa bertemu dengan kedua orangtua kandungnya” jawab Lia.


“sudahlah, dia pasti marah jika melihat kita semua murung. Lebih baik kita kerumahku, orangtua ku memiliki resep baru untuk roti baru yang akan dijual minggu depan” sahut Issak mengalihkan pembicaraan.


“wahh sepertinya itu enak” ucap Anna.


“hey, kemarin kau sudah makan banyak dirumahnya tanpa membayar sepeserpun! Seharusnya kau malu!” sahut Alex.


“hehehe itu tidak apa, lagipula itu juga memang untuk percobaan” jawab Issak.


“roti rasa baru? Isinya apa?” tanya Lia.


“ada dua rasa baru, kacang merah dan madu” jawab Issak.


“waah aku sangat rindu makan kacang merah. Apa aku boleh mencobanya?” tanya Lia dengan ekspresi wajah yang begitu bersemangat riang.


“aku memang membuatnya spesial untukmu seorang karena kamu sudah berhasil melewati masa sulitmu. Sekarang waktunya kita untuk merayakannya” jawab Issak.


“hmm, iya” jawab Lia menganggukkan kepalanya.


Pada akhirnya, sepulang sekolah mereka semua berjalan kerumah Issak hanya untuk merasakan roti rasa baru di tokonya. Kedua orangtua Issak merasa sangat bersyukur karena Lia mampu menghadapi operasi panjangnya itu. Lia makan roti madu sangat banyak saat itu.


“apa perutmu tidak meledak?” tanya Anna.


“aku sudah tidak kuat” sahut Lucas mengangkat tangannya.


“aku juga” sahut Alex memegang perutnya dengan kedua tangannya.


“heh? Lemah sekali dasar cowo!” sahut Lia diikuti tawa seisi rumah.


Dengan begitu, hari hari berikutnya mulai terasa seperti mimpi. Semuanya berjalan tanpa Petra, dan itu tidak masalah buat mereka. Berhari hari mereka lalui bersama, semenjak Petra tidak ada, Issak semakin dekat dengan Lia. Dan ada masanya mereka saling memiliki perasaan satu sama lain.


MINGGU - 25 JULI 2022. 03:00 PM


“sial kepalaku sakit sekali!?” ucapnya seraya memegangi kepalanya.


“hah? aku dimana? Apa aku dirumah sakit? Aku dimana? Kenapa sangat sepi disini? Apa ada orang? Haloo” teriaknya sedikit kencang di kamar rumahsakitnya.


“tubuhku benar benar lemas. Sebenarnya apa yang terjadi? tanganku berkeringat, padahal tidak ada yang memegangi tanganku. Untuk apa? agar tanganku berkeringat? Yang lebih penting adalah, siapa aku? Apa aku memiliki nama?” tanya Petra kepada dirinya sendiri.


“cepat ikutlah denganku, duduklah di kursi roda” sahut seseorang dari ujung ruangan.


Disisi lain, disebuah taman yang cerah, musim panas yang menghangatkan suasana, semua anak anak bermain. Hari libur yang panjang mereka habiskan bersama dengan bermain main di taman. Sementara itu…


“rasakan ini!” ucapnya membilah pedang balonnya.


“hey itu terlalu kencang!” ucapnya dengan merengek kesakitan.


“aku tidak peduli, bweekk!” jawabnya menjulurkan lidahnya.


“nak Juan! Kalau main yang benar!” sahut Alex kepada anaknya.

__ADS_1


“aku Cuma pelan kok pah” sahut Juan, anaknya.


“meskipun pelan, musuhmu itu perempuan. Kamu tidak boleh berperilaku keras kepada perempuan!” sahut Anna.


“iya mah, maaf” jawab Juan, anaknya.


“kenapa harus minta maaf? seharusnya Hyuna sendiri yang bisa melawan. Kamu kan anak yang kuat!” jawab Issak kepada anaknya.


“iya itu benar, Hyuna kan anak mamah yang kuat. Balas saja dengan balon pedangmu sendiri” sahut Lia menyemangati anaknya.


“apa aku boleh memukulnya?” tanya Hyuna kepada mamah papahnya.


“pukul saja dia!” sahut Issak dan Lia bersamaan.


“dasar orangtua bejad malah mengadu domba anaknya sendiri” ucap Emma kepada Lia.


“tenang saja, mereka masih anak anak. Omong omong, dimana Ryu?” tanya Lia.


“dia masih di dalam mobil. Dasar anak jaman sekarang benar benar kecanduan ponsel” jawab Emma


“bagaimana klienmu, Lucas? Apa masih menumpuk?” tanya Issak kepada Lucas.


“bahkan karyawanku sampai kewalahan dengan tingginya minat pasar sekarang. Tapi selebihnya aku masih berunding dengan bang Mike” jawab Lucas.


“jangan bekerja terlalu berat, ingatlah kalau kau pernah masuk kerumahsakit hanya karena kolesterolmu kumat” ucap Lia diikuti tawa mereka semua.


“entah kenapa Ryu sering berubah mood hari lalu, dan dia juga pemarah” ucap Emma.


“selamat datang di kehidupan orangtua” jawab Alex.


“Hyuna!, apa kamu mau makan roti buatan kakekmu?” teriak Issak sedikit berteriak jauh.


“hah? bukannya kita sudah berziarah kemarin?” tanya balik Hyuna.


“bukan begitu maksud papah. Ayo kita makan roti dari toko roti papah” teriak Issak.


“boleh juga” jawab Hyuna.


“ajaklah Juan juga” ucap Lia.


“iya mah” jawabnya.


Pada akhirnya, sore mereka dihabiskan di toko roti milik Issak hingga larut malam. Semuanya terasa benar benar hangat, pembicaraan masing masing orangtua yang sudah memiliki anak, dengan anak mereka yang tidak bisa diam. Mereka benar benar hidup bahagia dengan keluarga kecil mereka.


SENIN - 26 JULI 2021. 08:00 AM


Semuanya dikejutkan dengan kedatangan murid baru di sekolah. Saat itu, dikelas mereka kedatangan murid baru sekaligus pergantian kepala sekolah baru. Entah kenapa, pemberitahuan itu benar benar mendadak dan diselenggarakan segera.


Semuanya berkumpul di aula sekolah dipagi hari, seperti upacara pada umumnya. Tepat pada jam 8 pagi, kepala sekolah baru dengan anaknya menggantikan posisi kepala sekolah baru. Kebetulan sekali, anak dari kepala sekolah itu masih kelas 1 SD sama seperti Hyuna, Ryu dan Juan.


Setelah upacara di aula telah selesai, semuanya dibubarkan dan kemudian kembali kedalam kelas mereka masing masing. Didalam kelas, anak baru bernama Qeira yang berkebangsaan eropa timur. Ia melakukan perkenalannya dengan gugup dan penuh malu.


“selamat pagi, na-nama saya Qeira, saya adalah anak dari kepala sekolah yang baru. Papah saya asli dari negeri ini, walau bukan papah kandung, dia mengadopsiku dari panti asuhan dan menyayangiku seperti anaknya sendiri” ucapnya memperkenalkan diri didepan kelas.


“Qeira? Sepertinya mamah pernah menceritakan seseorang yang bernama Qeira, tapi aku tidak ingat siapa itu” ucap Hyuna begitu kebingungan.

__ADS_1


“Hyuna? apa kau merasa ada yang aneh dengannya?” tanya Juan.


“aku tidak tau apa yang kalian bicarakan, tapi aku setuju dengan kalian. aku juga merasa kalau ada yang aneh dengan anak baru itu. bagaimana kalau kita interogasi saja dia?” tanya Ryu.


“benar juga, ide yang bagus” ucap Hyuna.


Pada saat jam istirahat pertama, dengan sengaja Hyuna mengajak Qeira sang anak baru itu keluar kelas dan berjalan ke gudang sekolah. Setelah ia membawanya, dengan sengaja Hyuna menutup pintu gudang sekolah dari dalam bersama dengan Ryu dan Juan.


“hey anak baru” sahut tegas Ryu.


“kalian? bukannya kalian teman sekelasku?” tanya Qeira.


“yap kau benar. Kami teman sekelasmu, tapi sepertinya itu sangat aneh” ucap Ryu.


“kenapa? apa ada yang salah?” tanya Qeira begitu ketakutan.


Tangan Qeira bergetar tak karuan karena ketakutan setengah mati di tengah gudang yang minim cahaya itu. Qeira begitu ketakutan dan bahkan tidak bisa berfikir dengan jernih. Padahal saat itu, Ryu, Juan dan Hyuna tidak melakukan apa apa terhadap Qeira.


“katakan apa yang kalian inginkan!?” ucap Qeira sedikit berteriak dan perlahan berjalan kebelakang.


“orangtua kami bertiga sedikit mengenal seseorang yang bernama Qeira, apa itu nama pemberian papahmu? Katakan siapa kau sebenarnya” ucap Juan dengan nada menakut-nakuti.


“aku tidak tau maksud kalian. jangan ganggu aku!” ucap Qeira berjalan kebelakang.


Namun hingga pada akhirnya, Qeira tidak menyadari bahwa dibelakangnya terdapat sebuah rak kayu yang menopang bola basket dan bola voli. Kaki kanan bagian belakang Qeira tidak sengaja menyenggol dan membuka kait pengunci rak tersebut di bawah dan mengakibatnya rak tersebut terbuka.


Dengan seketika puluhan bola voli dan basket menimpa tubuh kecil Qeira hingga terjatuh kedepan. Hidung Qeira berdarah karena kecelakaan tersebut dan dilarikan ke UKS sekolah. Melihat penyebabnya adalah Hyuna, Ryu dan Juan, maka kepala sekolah memutuskan untuk memanggil walimurid dari ketiga murid nakal tersebut.


Dengan kata lain, kepala sekolah memanggil Emma, Lucas, Anna, Alex, Lia dan Issak sekaligus. di siang itu, semuanya berkumpul di ruang BK. Hyuna, Ryu dan Juan benar benar mendapatkan amarah yang besar dari kedua orangtuanya karena telah menyebabkan onar disekolahnya.


“apa yang terjadi, nak Hyuna?” tanya tegas Issak.


“maaf mah, ini Cuma kecelakaan” ucap Hyuna dengan nada murung menundukkan kepalanya.


“sudahlah, lebih baik kita menunggu kepala sekolahnya tiba” tegas Alex.


Hingga kuranglebih jam 1 siang, kepala sekolah mengetuk pintu ruang BK dan kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut.


“permisi, aku masuk” ucap Petra selaku kepala sekolah itu.


Bersama dengan Qeira, Petra menggandeng tangan anaknya dan berjalan masuk kedalam ruangan tersebut. Begitu terkejutnya semuanya karena melihat wajah Petra yang sudah menua sama seperti mereka. Petra berjalan memasuki ruangan dan duduk di hadapan mereka semua.


“anak dari kalian telah melakukan perundungan kepada anak lain yang mengakibatkan luka di bagian wajah. Saya menegaskan bahwa saya akan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan maupun aktivitas berbahaya yang dapat melukai fisik maupun mental seorang anak. Bukan kepada anak saya saja, melainkan kepada seluruh warga sekolah. Maka dari itu, saya minta tolong kerjasamanya kepada walimurid sekalian untuk mendidik anak anaknya agar lebih bisa mengatur atitude dan perilakunya di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitarnya” tegas Petra menatap wajah semua teman lamanya.


“untuk Hyuna Antariksa Arnawa, akan mendapatkan point sebesar 10. Untuk Juan Mahesa, akan mendapatkan point 15 dan untuk Ryu Wardhana akan mendapatkan point 15. Diharapakan agar semua siswa dapat menanamkan rasa bersalah karena telah melukai temannya sendiri” tegas Petra.


“apa kau adalah Petra?” tanya Lia dengan mata yang berkaca kaca.


“mohon maaf, saya mencoba untuk profesional di pekerjaan saya” tegas Petra.


“apa kau benar benar Petra?” tanya Alex dengan wajah yang mulai memerah.


“izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. nama saya adalah Petra Charleston Prakasa yang telah mendonorkan jantungnya kepada seseorang agar dapat hidup menua. Aku harap kalian masih mengenal teman kalian yang gila ini” ucap Petra tersenyum lebar dan menatap lembut Lia.


“kamu benar benar gila” ucap Lia dengan tetesan air mata kebahagiaannya.

__ADS_1


-TAMAT-


__ADS_2