
“maaf anak anak, bapak baru masuk. Bagaimana pembelajarannya? Apa Petra mengajari kalian dengan baik?” tanya pak Jimmy.
“sangat baik pak. Hanya dalam 3 jam pembelajaran, Petra sudah bisa membuat kita paham dengan sangat paham” jawab Alex.
“iya pak. Jujur saja, jika Petra yang mengajari kita, kita bisa mudah paham. Namun berbeda dengan yang bapak lakukan. Kita agak sulit untuk memahami materi yang bapak berikan” ucap Issak.
“dan juga, kita akan lebih mudah paham jika Lia ikut mengajar di kelas ini bersama dengan Petra” ucap Anna dengan tawa jahatnya menjahili Petra.
“sekali lagi kau berkata seperti itu kupatahkan tulang lehermu!” tegas Petra menatap tajam kedua mata Anna.
“benar juga sih. Nilai Lia dan nilai Petra tidak jauh berbeda. Mereka berdua sama sama memiliki nilai diatas 90 di semua mata pelajaran. Dan juga, sebentar lagi, bapak juga akan keluar kota untuk sementara karena bapak harus menjadi pengawas ujian di sekolah lain. entah itu untuk berapa lama bapak akan pergi. Mungkin hanya untuk sementara, bapak akan meminta tolong kepada Lia dan Petra agar mengajar materi dikelas. Sebenarnya, bapak barusan sudah meminta pendamping baru kelas ini kepada pak kepala sekolah untuk sementara. tapi sepertinya, semua guru sedang sibuk di kelas masing masing sementara ada beberapa guru yang dipindahkan juga. maka dari itu, mungkin sebaiknya bapak percayakan kelas ini kepada wakil dan ketua kelas. Aku kira, itu akan sangat membantu bapak” tutur pak Jimmy.
“ehh? Ke-kenapa harus wakil kelas juga? aku sendiri sudah bisa” tegas Petra kepada pak Jimmy.
“nilai bahasa inggris kamu lebih kecil dari milik Lia, sementara nilai fisika mu lebih tinggi dari milik Lia. Kalian akan saling membutuhkan satu sama lain dan pastinya semua orang juga akan belajar. Ini hanya untuk sementara. Jadi untuk Petra dan Lia, bapak harap kalian belajar lebih keras dan lebih memahami materi agar kalian berdua bisa mengajari teman teman kalian” jelas pak Jimmy.
“tapi, Lia sekarang tidak masuk sekolah” ucap Petra.
“ehh? Tidak masuk sekolah? Jadi siapa dia?” tanya pak Jimmy seraya menunjuk ke arah Emma.
“saya Emma pak, tempat duduk Lia ada di samping Petra” jawab Emma.
“astagaa, punya guru kok pelupa. Sangat hebat sekali” lantang Lucas menepuk jidat dan diikuti tawa seisi kelas.
“oalahh hooh dia itu emmak bukan Lia, yaahh, pokoknya itulah. Untuk Alek, bapak harap kau selalu mengawasi dan memperhatikan pembelajaran yang diberikan Petra. Nilai kamu seluruhnya seperti pantat istri bapak. Merah semua” tegas pak Jimmy.
“kenapa bapak malah memberitahukan hal yang sangat sensitif!?” teriak Alex dengan emosinya.
“kalau begitu, limabelas menit lagi sudah istirahat pertama. dikarenakan kalian masih memiliki waktu 15 menit, kalian boleh istirahat terlebih dahulu. Tapi ingat! Jangan keluar kelas. Makan bekal kalian di dalam kelas dan jangan keluar!. Untuk Petra! Catat nama temanmu yang keluar kelas tanpa seijinmu. Dan juga, pelajari bab selanjutnya untuk materi pengajaranmu nanti” tegas pak Jimmy.
“yaelah pak, biarin aja mereka. mereka bisa beli makanan di kantin dan dimakan di kelas” ucap Petra kepada pak Jimmy.
“hmm benar juga ya. Yaahh,… pokoknya jangan berisik dan mengganggu kelas lain! bapak pergi dulu. Jangan lupa jadwal piket dan mengerjakan PR yang diberikan oleh Petra” tegas pak Jimmy.
“baik pakk” jawab mereka semua.
“baik pak” jawab Petra kepada pak Jimmy.
__ADS_1
Seketika itupula, Petra mengingat akan isi surat yang diberikan oleh kembarannya pagi tadi. Isi surat tersebut berisikan tentang kebenaran yang terjadi. isi surat tersebut berisi informasi kalau saja Lia tidak masuk sekolah, dan ternyata surat tersebut benar. Isi surat tersebut juga berisikan perintah jika Petra harus menjadi ketua kelas yang baik, dan Petra melakukan apa yang dilakukan didalam isi surat tersebut.
“aku tidak tau harus bangga atau kesal. Aku menjadi guru pengganti dan itu membuatku benar benar kesal. Namun aku juga senang saat ia berhasil memenuhi perintah di dalam surat tersebut. Mulai detik ini juga, aku benar benar percaya kalau isi surat tersebut adalah surat yang menuntunku sehari hari. Dan aku harus melakukan apa saja yang diperintahkan oleh surat itu”
Limabelas menit kemudian, sisi kelas beristirahat. Semua orang memakan bekal mereka masing masing. Seperti biasa, Petra adalah orang yang suka menyendiri. Dirinya membawa salah satu bekalnya dan memakannya di taman kantin tanpa ada satupun teman yang menemaninya.
Tidak lama setelah itu, dirinya kembali kedalam kelas. Petra mengajari mereka materi tentang penyerbukan dan pembuahan bunga. Selama kurang lebih 3 jam pembelajaran, dirinya mengajari seisi kelas didepan papan tulis hingga mereka semua paham akan materi yang telah ia berikan.
Jam istirahat kedua dimulai. Tepat pukul 12 siang, Petra hanya membawa semacam makanan ringan yang ia makan sembari membaca buku sebagai materi nantinya. Pada akhirnya, istirahat pun selesai. Petra sedikit kesal sebab makanan ringannya terkena daun yang gugur. Ia pun kembali masuk kedalam kelas.
Petra kembali mengajari mereka materi tentang pencangkok tanaman. Perlahan namun pasti, selama kurang lebih 3 jam Petra mengajari mereka. Dengan begitu bangganya ia mampu membuat mereka semua paham akan materi yang telah Petra berikan. Sampai akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, semua orang bergegas pulang kerumah mereka masing masing termasuk dirinya sendiri.
Petra pulang, melepas sepatu dan jaket, pergi kedalam kamarnya, melepas semua pakaian, kembali ke kamar mandi di lantai bawah dan kemudian makan bersama dengan mamah dan neneknya. Selepas itu, Petra mulai membuat materi baru dan mempelajarinya di buku. Dirinya berusaha sangat keras saat itu. Ia mencoba memahami materi yang bahkan dirinya sendiri masih belum diberitahu dan belum diajarkan.
Dirinya di tuntut untuk mengajari materi dari materi yang bahkan dirinya sendiri baru membacanya malam itu. “Kurasa itu adalah pekerjaan yang mudah bagi seorang guru sebab guru sudah membaca dan mengajari orang lain materi ini bertahun tahun, namun berbeda denganku yang menurutku ini adalah neraka.”
Hingga sampai pada jam 8 malam, Petra masih saja belajar dan mencatat materi yang telah ia pelajari. Dirinya berhasil menyelesaikan kurang lebih 8 materi baru dari hasil kerja kerasnya sendiri. otaknya serasa seperti ingin meledak. Pada akhirnya, Petra merebahkan tubuhnya di kasur dan kemudian terlelap tidur.
Sebelum tidur, ia kembali berfikir mengenai Lia dan lelaki pemberi surat itu. Lelaki itu setiap pagi selalu memberinya surat yang berisikan informasi dan perintah. Mungkin akan ada larangan dan ajakan di keesokan harinya, maka dari itu Petra ingin bergegas menemuinya dan ingin sekali menerima surat dari kembarannya itu.
Seperti biasa, Petra berjalan keluar kamar hendak menuju ke kamar mandi bawah. Membasuh tubuhnya menggunakan air hangat, memakai seragam, turun hanya menggunakan kaus kaki, sarapan bersama dengan mamah dan memakai sepatu dan berangkat sekolah.
Sama seperti hari lalu, Petra menemui kembarannya yang berdiri di depan rumah. Lelaki tersebut memberikan suratnya kepada Petra, dan ia spontan menerimanya. Lelaki itu kembali tanpa menatap Petra dan bahkan dirinya tidak mengucapkan sepatah katapun kepada Petra.
“kurasa, aku sudah begitu penasaran dengan isinya. Mungkin aku akan membukanya sekarang juga”
Petra membuka surat tersebut dan kemudian membaca isi surat tersebut. Isi dari surat tersebut adalah “hari ini, Lia masuk sekolah, namun dirinya masih tidak enak badan. Giliranmu untuk merawat tubuhnya. Bawalah obat batuk dan penurun panas, dan juga air putih di dalam botol. Lia melupakan air mineralnya hari ini. jangan suruh dia minum obat sebelum istirahat, dia belum sempat untuk sarapan tadi pagi. Untuk sementara, kau harus menjadi guru selama seharian. Gunakan materi yang telah kau pelajari kemarin malam untuk mengajari seisi kelas. Jangan sesekali membiarkan Lia ikut dalam mengajari di depan kelas. Tubuhnya sakit. Biarkan dia duduk disamping Alex. Istirahatkan tubuhnya dan jangan biarkan Lia untuk melakukan hal berat. Jangan biarkan dia melakukan hal berat. Jangan biarkan dia melakukan hal berat”
“ehh? Tidak boleh melakukan hal berat? Apa maksudnya dia tidak boleh ikut piket kelas? Memangnya lia sakit apa?” tanya Petra dalam hati.
Hari itu juga, Petra seketika percaya dengan apa yang dikatakan dalam kertas. Dirinya telah percaya seratus persen terhadap apapun yang terjadi di dalam kertas itu. Dan ia harus melakukan apapun yang ada di dalam kertas tersebut. Hari ini, Petra mendapatkan perintah dari surat agar dirinya merawat Lia yang sepertinya sedang sakit. Maka dari itu, Petra memutuskan untuk membawa obat obatan sama seperti yang ada di dalam instruksi obat tersebut.
Petra kembali masuk kedalam dan mengambil obat batuk serta penurun demam untuk Lia seorang. Petra juga membawa sebotol air mineral yang telah ia beli di toko sebrang rumahnya. Dan pada akhirnya, Petra bergegas menuju sekolah secepatnya.
Jam 06:50, ia sampai di sekolah. Dirinya memasuki ruang kelas dan mendapati kalau saja Lia sudah duduk dikelilingi oleh Issak, Emma, Lucas, Alex dan Anna disana. Tempat duduk Petra saat itu sedang ditempati oleh Alex begitupula bangku depannya.
“hey hey hey, kenapa kalian disini? cepat pergi” tegas Petra mengusir mereka semua.
__ADS_1
“apa kau lupa?” tanya Issak.
“lupa apa?” tanya Petra balik.
“kau adalah guru disini, dan kau diperbolehkan untuk duduk di meja guru yang ada di depan. Biar aku yang menemani Lia di sini” ucap Alex sedikit menggoda Petra.
“eh, a-apa yang?. hufftt,.. walau aku yang mengajar, tapi aku juga harus duduk di bangku ku sendiri bukan?” tanya Petra sedikit emosi.
“aku sudah diberitahu oleh mereka semua. Kamu disuruh mengajar menggantikan walikelas untuk sementara bukan?. Kalau itu benar, menurutku itu sangat keren” ucap Lia kepada Petra.
“walau menurutmu itu keren, tapi menyiapkan materi tidak semudah yang difikirkan. Aku harus mempelajari materi yang bahkan aku belum menerima materi itu sebelumnya.” Jawab Petra menghela nafas berat.
“dan pak walkel juga menyuruhku untuk mengajar didepan bukan?” tanya Lia balik.
“yap” jawab Petra.
“kalau begitu, mungkin aku akan menemanimu di depan dan akan ikut mengaj-” ucap Lia tersahut henti.
“menurutku itu tidak usah. Duduklah disamping Alex dan jangan kemana mana. Dan juga jangan melakukan hal yang aneh aneh” sahut Petra.
“ada apa, Petra? Apa kau cemburu kalau aku yang duduk dengan Lia disini?” tanya Alex semakin menggoda Petra.
“bu-bukan begitu. A-aku tidak masalah dengan siapapun yang duduk di tempatku, tapi-“ ucap Petra terhenti.
“tapi apa?” tanya Alex kepada Petra dengan senyum sinisnya.
“bu-bukan apa apa. Kau duduklah di tempat dudukku. Aku hanya akan memberikan air minum kepada Lia karena dia tidak membawanya hari ini” ucap Petra spontan mengeluarkan air putih dari dalam tas-nya.
“ehh, kok kamu bisa tau kalo aku tidak membawa airku” tanya Lia sedikit terkejut.
“itu bukan apa apa” jawab Petra seraya berjalan ke meja guru dan duduk disana.
Hanya Petra seoranglah satu satunya murid yang duduk di meja guru, sembari melihati seisi kelas sedang mengobrol kesana kemari bersama sohib mereka. Petra melihat Anna, Emma, Lia, Alex, Lucas dan Issak bercerita dan tetawa begitu lepas di pojok ruangan. Dirinya juga melihat hal yang sama di murid lainnya.
Jam menunjukkan pukul 07:00, bel jam pertama berbunyi. Petra menyuruh mereka untuk segera kembali duduk di tempat mereka masing masing dan bersiap untuk menerima materi darinya. Sepertinya, Alex benar benar duduk di tempatnya menemani Lia disampingnya. Hal itu membuat Petra semakin percaya bahwa isi surat itu adalah asli no debat.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1