
Saat mereka semua mendengar suara Petra, spontan mereka semua berdiri dari tempat duduknya dan seketika berlari menghampiri Petra terkecuali Lia yang hanya duduk dan tetap memakan roti isi miliknya.
“Petra, kau sudah sadar” ucap Anna seketika memeluk tubuh Petra begitu erat.
“ma-maaf, jhangan pheluk akhu therlalu erat. Aku tidak bhisa naphas. Ueegghh…” ucap Petra dengan wajah yang membiru.
“ma-maaf” sahut Anna spontan melepaskan pelukannya.
“kau sudah sadar, kawan” ucap Lucas menepuk pundak kanannya.
“akhirnya kamu udah sadar” ucap Emma.
“aku sangat khawatir dengan keadaanmu” ucap Issak.
“tapi sepertinya, tubuh Petra ini adalah tubuh yang sangat kuat. Benar bukan?” tanya Alex memberikan satu jempolnya dan mengedipkan satu matanya.
“te-terimakasih banyak” ucap Petra kepada mereka semua.
“dan Lia, apa kamu tidak senang saat melihat Petra sudah baikan?” tanya Issak kepada Lia yang masih sibuk makan di meja makan.
“itu salah Petra sendiri” sahut Lia menyuap makanannya kedalam mulutnya.
“ehh? Kok salahku?” tanya Petra balik.
“Kalau sakit, lebih baik jangan masuk sekolah, dasar bodoh!” tegas Lia dari meja makan.
"yaahh aku hanya menuruti apa kata yang dituliskan oleh kembaranku dari masa depan" gumam Petra dalam hati
“terimakasih karena telah mengkhawatirkanku. Aku tak tau harus mengatakan apa, tapi yang pasti, terimakasih karena telah mengkhawatirkanku dan merawatku serta menjagaku” ucap Petra sedikit menundukkan kepalanya.
“kamu masih memiliki hutang kepadaku” ucap Lia kepada Petra.
“iya iya, kapan kapan aja” jawab Petra.
“ma-maaf, aku harus ke kamar mandi” sahut Issak kepada mereka semua.
Dan pada akhirnya, Petra pun duduk bersama dengan yang lainnya. Dikarenakan tubuhnya yang masih lemas dengan infus yang masih menggantung, dirinya tidak mampu mengunyah makanan yang sedikit keras layaknya roti gandum.
Tidak lama setelah itu, Issak berjalan bersama sang ibunda dan papah Lia dari lantai atas. Mereka bertiga pun bergabung di meja makan bersama untuk menikmati hidangan yang super mewah disana. Semua orang memakan makanan yang mewah sementara hanya Petra yang memakan bubur untuk anak balita disana.
“bagaimana, nak Petra? Apa sudah baikan?” tanya mamah kepada Petra.
“sudah mah” jawabnya.
“apa kamu mengingat sesuatu?” tanya papah Lia kepada Petra.
“tidak pah, sama sekali tidak. Bahkan aku tidak tau bagaimana aku bisa ada disini” jawab Petra.
“kau disini karena saat kita dihukum menarik telinga kita dan berdiri di depan kelas, kau tiba tiba terjatuh pingsan dan kepalamu terbentur di dinding dengan keras hingga hidung dan telinga mu mengeluarkan darah. Kau di bawa ke rumah sakit segera dan pada akhirnya dokter hanya mengatakan kalau kau hanya kelelahan dan dehidrasi hebat. Maka dari itu, hari itu juga kau dipulangkan. Namun saat kau akan di pulangkan kerumah dari rumah sakit, papah Lia memaksa mamahmu untuk merawatnya di rumahnya” jelas Alex.
“aku? jatuh? Terbentur?” tanya Petra balik.
“sepertinya kamu tidak ingat apa apa” jawab Emma.
“maaf, tapi aku tertidur selama berapa jam?” tanya Petra kembali.
__ADS_1
“kau tidak sadarkan diri kurang lebih 9 hari, dan selama itu kau hanya mengingau saat tidak sadarkan diri” jawab Lucas.
“aku sudah tidak sadarkan selama 9 hari? Sekarang hari apa?” tanya Petra balik.
“sekarang hari sabtu, tanggal 27. Dan juga, mulai besok salju akan turun” jawab Alex.
“salju? Nanti malam pasti akan sangat dingin dirumahku” ucap Petra.
“tenang saja, dirumah ini ada penghangat ruangan” sahut papah Lia.
“penghangat ruangan? Seperti apa bentuknya? Apa itu mahal?. Dirumahku masih menggunakan kayu bakar di katup cerobong asap” ucap Petra.
“itu menggunakan listrik, dan tidak akan ada asap yang masuk kedalam rumah. Dan juga suhu yang dihasilkan akan jauh lebih hangat” jelas papah Lia.
“itu sangat keren. Apa harganya mahal?” tanya Alex dengan begitu terkesima.
“huss, jangan teriak teriak di rumah orang” sahut Anna kepada Alex.
“memangnya kenapa? Aku hanya bertanya” jawab Alex.
“aku juga masih menggunakan api unggun dalam rumah dengan cerobong asap di atap rumah” ucap Issak.
“tapi api unggun di toko mu sangat keren. Terbuat dari batu bata merah. itu sangat keren” sahut Lucas.
“iya, itu benar. Aku juga melihat pembakaran api yang besar di toko roti milikmu” ucap Emma.
“tapi itu untuk memangang roti” jawab Issak.
“waahh, jadi orang tua Issak memiliki toko roti?” tanya sang ibunda.
“waahh, apa itu roti buatan orangtuamu?” tanya papah Lia dengan begitu semangatnya.
“itu pasti sangat enak” jawab Anna dengan girangnya.
“silahkan makan, saya membawanya untuk dimakan bersama” ucap Issak meletakkan semacam kue di meja makan tengah.
“itu roti rasa apa?” tanya Emma.
“ini rasa terbaru toko kita. rasanya adalah roti isi selai melon dan kiwi. Itulah kenapa kulit luar dari roti ini berwarna hijau” jawabnya.
“apa kita boleh mencobanya?” tanya Alex dengan begitu semangatnya.
Namun, tidak lama setelah itu, terdengar suara langkah kaki dari tangga belakang. nampaknya, seseorang yang sedang melangkahkan kaki menuruni tangga tersebut memakai sepatu khusus kemiliteran. Hal itu dapat dibuktikan sebab suara yang dihasilkan begitu keras namun tidak begitu berisik.
Lelaki tersebut membawa semacam tas ransel besar dan memakai helm serta jaket tebal. Petra sama sekali tidak dapat menatap wajahnya sekalipun rambutnya. Beliau begitu tinggi dan berjalan hingga berdiri dari belakang tubuh papah Lia yang duduk di kursi meja makan.
“permisi, tuan besar. Dikarenakan saya sedang ada panggilan, saya mohon ijin untuk meninggalkan rumah ini. sepertinya, keadaan nona muda sudah baik baik saja untuk tiga hari kedepan. Selama itu, nona muda dapat bersekolah kembali” tegas lelaki tersebut.
“nona muda? Itu siapa?” tanya Petra kepada papah Lia.
“aku benci panggilan seperti itu” sahut Lia seraya menyuap roti isi kedalam mulutnya.
“Lia adalah nona muda, dan lelaki ini adalah dokter pribadi Lia yang telah papah panggil untuk merawat Lia selama Lia sakit. lelaki ini juga yang merawatmu saat 9 hari kamu tidak sadarkan diri” jawab papah Lia kepada Petra.
“jadi om om ini adalah orang yang merawat Lia dan merawatku selama aku tidak sadarkan diri?” tanya Petra begitu terkejut.
__ADS_1
“saya hanya melakukan apa yang telah di perintahkan oleh tuan besar” tegas lelaki tersebut.
Seketika Petra pun teringat saat ia menguping pembicaraan papah Lia dan mamahnya bersama dengan nenek yang ada di dalam kamar mamah dirumah saat lalu. Petra mengingat kondisi jantung Lia dan juga mengingat jika Lia memiliki dokter pribadi.
“ini adalah kesempatanku untuk memastikan akan kondisi tubuh Lia” fikirnya dalam hati.
Spontan Petra berdiri dan menatap tajam wajah lelaki tersebut yang tertutupi helm. Petra menatap tajam wajahnya dan kemudian berjalan mendekatinya. Semua orang sedikit terkejut sekaligus heran tentang apa yang sedang ia lakukan.
“apa anda adalah orang yang merawatku selama 9 hari ini?” tanya Petra kepada lelaki tersebut.
“iya, itu benar” jawabnya.
“apa kita bisa berbicara empat mata di luar rumah?. Di luar rumah di lantai satu, apa kita bisa berbicara berdua saja?” tanya Petra kepada lelaki tersebut.
“kondisi tubuh anda masih tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas terlalu berat” jawabnya.
“kumohon, untuk sebentar saja” sahut Petra.
“ba-baiklah” jawabnya.
“apa aku boleh ikut?” tanya Lia.
“aku hanya sebentar” jawab Petra kepada Lia.
“nak Petra, apa ada yang salah?” tanya sang mamah sedikit khawatir.
“tidak apa apa, mah. Bisa dibilang aku hanya ingin menanyakan mengenai kondisi tubuhku saja” jawab Petra.
Pada akhirnya, Petra dan lelaki tersebut menuruni 3 lantai sekaligus. Letihnya tubuhnya dengan tangan yang mulai berkeringat. Petra melihat di setiap lantai, nyataya rumah ini sangat amat luar biasa besar. Bahkan jika Petra membersihkan seluruh rumah ini, mungkin dibutuhkan waktu 2 hari agar bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Sesampainya di teras luar lantai satu, Petra melihat matahari dari cahaya pagi menyambutnya dengan hangatnya. Angin yang tidak terlalu kencang dan meniup sepoi sepoi pakaian dan rambutnya seakan akan membelai sekujur tubuhnya.
Saat itu, Petra hanya memakai pakaian tidur piyama dan berjalan tanpa alas kaki di teras luar rumah.
“sekarang, apa saya bisa menjawab pertanyaan dari anda?” tanya lelaki tersebut kepada Petra.
“ma-maaf pak, tapi saya tidak bisa diperlakukan seperti ini oleh orang yang jauh lebih berumur daripadaku. Aku merasa tidak enak” ucap Petra.
“baiklah. jadi, apa saya bisa membantumu?” tanya lelaki tersebut.
“saya hanya ingin anda menjaga rahasiaku. Saya sangat memohon kepadamu” ucap Petra seraya menatap tajam wajah lelaki tersebut.
“maaf, tapi jika tuan besar menanyakan apapun kepada saya, saya tidak akan pernah bisa berbohong kepada tuan besar saya” jawabnya.
“itu tidak masalah, rahasia saya tidak terlalu difikirkan oleh papah Lia. jadi saya bisa menjamin bahwa papah Lia tidak akan pernah membahas ini kepada anda” jawab Petra.
“jadi, apa yang bisa kubantu?” tanya lelaki tersebut.
“aku hanya ingin menanyakan mengenai kesehatan jantung dan performa jantung milik Lia” tegas Petra.
“apa kau sudah tau mengenai kondisi jantung milik nona muda?” tanya lelaki tersebut.
“saat papah Lia dan Lia berada di rumahku, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. bisa dibilang, aku berniat menguping dari awal. Aku mendengar jika kesehatan jantung Lia sudah sampai pada batasnya tanggal 25 desember bulan depan. apa itu benar?” tanya Petra kepada lelaki tersebut.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1