
JUM’AT- 24 DESEMBER 2010, 06:00 AM
Petra terbangun dari tidurnya dan membereskan tempat tidurnya. Ia mengambil map terakhir yang berisi kertas formulir pendonoran jantung untuk Lia. disana Petra membawa sisanya dan akan ia bagikan di hari terakhir itu.
“aku sangat berharap untuk nanti malam. aku tidak tau apakah aku akan mendapatkan jantung untuk Lia atau tidak, tapi yang pasti aku tidak akan pernah menyerah” ucap Petra menggenggam erat map tersebut.
Petra membasuh tubuhnya dengan air hangat dan segera memakai jaketnya segera. Memakai kaus kaki dan mengenakan sepatu. Tidak lupa juga Petra membawa uang sisa dari pemberian bang Fred dan bang Mike kepadanya. Dan itupun tinggal 20 dollar sisanya.
Saat Petra keluar kamar, ia mendapati jika Lia sedang berjalan masuk kedalam kamarnya dengan menggeret sebuah tas koper besar dibelakangnya.
Petra menghiraukannya dan segera menuruni tangga dan kemudian melakukan hal hal biasa seperti hari hari lalu. Membagikan formulir di kota dan beristirahat sejenak di jam 5 sore. Tidak ada satupun orang yang masuk kantor hari ini karena besok adalah hari natal dan Petra malah keluar di malam natal itu sendiri.
Saat lembaran terakhir ia bagikan, ia sedikit terkejut saat namanya di panggil oleh suara bang Fred dan bang Mike bersamaan. Mereka berdua membawa gerobak bekas arang pembakaran untuk penghangat ruangan di perumahan orang elit.
“Petra?” panggil bang Mike dan bang Fred bersamaan.
“bang Mike? Bang Fred?” tanya Petra sedikit terkejut.
“apa yang kau lakukan disini?” tanya bang Mike kepada Petra.
“a-aku baru saja menghabiskan lembaran terakhir dari 500 lembar formulir itu” jawab Petra.
“dan hasilnya? Aku ingin tau” ucap bang Fred.
“hasilnya akan terbukti di malam nanti. Aku tidak tau apakah akan ada orang yang ingin mendonorkan jantungnya untuk Lia, atau tidak akan ada orang yang menghampiri rumah Lia di malam nanti” jawab Petra.
“malam nanti tidak akan ada yang tau. Yang penting kau harus selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari pendonoran jantung Lia walau besok adalah hari terakhir dimana Lia akan transplantasi jantung” jawab bang Mike.
“terimakasih banyak bang Mike dan bang Fred karena sudah mau membantuku sebanyak ini. aku sangat berterimakasih” jawab Petra.
“tidak apa, jika kau gagal, kembalilah kerumah dan menangislah seperti kemarin hari. Jangan lupa untuk membayar hutangmu” ucap bang Fred.
“aku tidak akan gagal kali ini” jawab Petra.
“kenapa kau begitu yakin?” tanya bang Mike.
“karena aku akan melakukan sesuatu di bukit nanti. Dan aku membutuhkan bantuan kalian” jawab Petra.
“hah? apa yang akan kau lakukan di bukit atas?” tanya mereka berdua.
“memenggal kepala seseorang yang sangat kubenci” jawab Petra.
Disisi lain, di jam 6 sore, Lia dan semua teman temannya sudah berkumpul di ruang tengah lantai 1. Disana, sudah terdapat Issak. Lia, Anna, Alex, Emma, Lucas dan Elmo. Mereka semua terkecuali Lia sedikit terkejut dengan kehadiran Elmo di rumah itu. mereka baru saja bertemu dengan seseorang yang mengaku menjadi tunangan Lia.
“jadi?” tanya Anna.
“seperti yang kalian dengar sendiri, aku adalah tunangan Lia. dan teman kalian yang kalian panggil Petra itu selalu menangis di jembatan bawah sepanjang hari dan pulang di malam hari. Dia memang cengeng dan tidak pantas menjadi calon suami Lia” jawab Elmo dengan nada sombongnya.
__ADS_1
“berhenti mengolok olok Petra” sahut Lia.
“aku tidak mengolok oloknya. Dia memang tidak pantas untukmu” jawab Elmo.
“aku kira Lia adalah pacarnya Petra, namun ternyata aku salah” ucap Alex.
“iya, kau salah. Aku adalah calon suami Lia dan Lia adalah calon istriku. Petra hanyalah pengganggu dari kita berdua, jadi jangan samakan aku dengan sampah itu” ucap Elmo.
“sudahlah, jangan bahas dia lagi” sahut Lia.
“dimana Petra sekarang? Aku ingin bertemu dengannya di malam nanti” ucap Elmo.
“ada apa mencariku?” sahut Petra seketika berjalan memasuki rumah.
“waahh, umur yang sangat panjang. Aku sedang membicarakanmu” ucap Elmo.
“maaf, tapi aku orangnya sedikit sibuk. Aku tidak ingin mengurus sampah” jawab Petra berjalan ke lantai atas.
“hey tunggu! Itu sangat tidak sopan” sahut Elmo tersulut emosi.
“singa tidak perlu mendengarkan anjing yang menggonggong” jawab Petra seraya meninggalkan semuanya di lantai bawah.
“dia benar benar menyebalkan!” ucap Elmo mengepal tangan dan menahan emosinya.
“aku tidak tau kenapa Petra menjadi sedingin itu” ucap Lucas.
“itulah dia. saat dia berambisi dengan satu tujuan, dia pasti melupakan teman temannya dan bahkan mampu membentak orangtuanya sendiri. manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan murni yang terlahir dari emosinya” jawab Elmo seraya meminum segelas air di atas meja tengah.
“tumben ucapanmu bijak” ucap Issak.
“aku sangat membenci seseorang yang melupakan teman temannya hanya karena ingin menyelamatkan satu orang yang ingin dia selamatkan. Dan menurutku, dia tidak menyelamatkan apa apa dan kehilangan kepercayaan semua temannya. Aku pernah melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Petra, dan aku juga melakuan hal yang sama” jawab Elmo.
Tidak lama setelah itu, Petra berjalan menuruni tangga dan membawa sebuah tas ransel yang begitu berat di punggungnya. Dia berjalan perlahan menuruni tangga dengan kedua kaki yang benar benar kelelahan. Berjalan berkilo kilo meter tanpa istirahat dan sarapan pagi sedikitpun.
“kau mau kemana lagi?” tanya Lucas.
“tidak perlu tau” jawab Petra.
“itulah yang kulakukan bertahun tahun yang lalu. Ketika aku berambisi menyelamatkan jantung Lia, dan aku melupakan semua teman temanku, aku tidak berhasil menyelamatkannya dan malah kehilangan teman temanku. Dan aku melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan. Mungkin Lia tidak tau, tapi aku sudah tau pergerakanmu semuanya. Percayalah, kita berdua menyelamatkan orang yang sama” tutur Elmo.
“kau bilang kalau kau dan aku menyelamatkan orang yang sama?” tanya Petra terhenti berjalan di tengah tangga.
“aku tau semua yang telah kau lakukan. Dan percayalah, aku sudah melakukan hal ini dari dulu hingga sekarang sementara kau masih bergerak di hari hari ini. kau sangat terlambat, Petra” ucap Elmo.
“kau menyelamatkan orang yang sama seperti apa yang ingin kuselamatkan? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Petra balik.
“salah satu lembaran formulirmu sudah kuterima di tanganku melalui anak buahku dirumah” jawab Elmo.
__ADS_1
Hanya menundukkan kepala, Petra berjalan menuruni tangga dan berdiri di hadapan Elmo. Petra menurunkan tasnya yang begitu beratnya dan ia letakkan bersandar di kedua kakinya.
“aku sudah tau siapa kau sebenarnya. Aku tau mengapa kau dan kedua orangtuamu masih bisa selamat saat kecelakaan mobil disaat kau masih kecil. Dan disaat yang bersamaan pula, aku terlahir. Kumohon, jangan berikan milikmu kepada Lia. aku akan mencari sebaik mungkin demi dia. dia tidak perlu menggunakan milikmu, karena milik Lia sangat berbeda. Biarkan aku mencarinya sekali lagi” ucap Petra menundukkan kepala.
“benarkah? Siapa yang memberitahukan itu kepadamu?” tanya Elmo dengan raut wajah begitu terkejut.
“anggap saja, aku sudah tau semuanya semenjak papah kita berdua menyelamatkanku dari kobaran api” jawab Petra seketika membalikkan tubuh dan berjalan menjauhi mereka semua.
Pada akhirnya, Petra keluar dari rumah dan kemudian meninggalkan rumah itu untuk yang kedua kalinya. Berjalan di tengah tengah hujan salju, wajahnya hampir membeku disaat dia berjalan di tengah tengah hujan salju, dan Petra sama sekali tidak memperdulikan hal itu.
Disisi lain, Elmo yang hanya melongo seketika duduk di sofa ruangtengah sambil meminum segelas air putih. Dirinya masih tidak habis fikir dengan apa yang baru saja Petra katakan kepadanya.
“ternyata kau sudah tau, adikku” ucap Elmo sedikit tertawa.
“apa hubunganmu dengan Petra? Dan apa yang kalian bahas baru saja?” tanya Lia.
“apa yang kalian bicarakan?” tanya Alex.
“Petra adalah adik kandungku. Dan aku baru tau kalau dia sudah sadar dan tau bahwa aku adalah kakaknya kakak kandungnya. Sepertinya dia sangat kesal karena aku merebut perempuan yang sangat dia cintai” jelas Elmo.
“hah?” teriak mereka semua dengan begitu terkejut.
“aku akan menjelaskan semuanya disini termasuk jantungmu. Apa kamu tidak keberatan?” tanya Elmo kepada Lia.
“kurasa itu tidak mungkin bisa di tutupi lagi” jawab Lia.
“sebenarnya, Lia memiliki kelainan di jantungnya. Jantung Lia tidak dapat beroperasi dengan baik belakangan ini. dan dia harus transplantasi jantung segera. Mendengar hal itu, papahku yang menjadi dokter harus merawat anak dari orang yang pernah menyelamatkanku dari kecelakaan. Tidak ada yang tau penyakit Lia kecuali keluargaku dan keluarga Lia. namun aku tidak tau darimana Petra mengetahui kondisi jantung Lia” tutur Elmo.
“aku juga berani bersumpah kalau aku sama sekali tidak pernah mengatakan penyakitku kepada Petra. Dan aku juga sangat yakin kalau tidak ada yang memberitahukan penyakitku kepadanya. Aku tidak tau bagaimana Petra bisa tau penyakitku” jawab Lia.
“sekitar 3 hari lalu, bawahanku memanggilku ketika aku sedang berada di supermarket. Bawahanku menerima surat seperti undangan. Dan setelah kubaca, ternyata itu adalah formulir sah penerimaan dari pendonoran jantung untuk atas nama Leuven Christie Natalia. Didalam surat tersebut dijelaskan bahwa siapapun yang mau mendonorkan jantungnya bisa menemui tuan rumah atas nama papah Lia di rumah ini dan malam ini. alasanku datang kerumah ini adalah memastikan apakah benar akan ada orang yang mau mendonorkan jantungnya kepada Lia. namun saat aku datang kemari, nampaknya tidak ada satupun orang yang mau mendonorkan jantungnya. Namun yang lebih membuatku terkejut adalah bagaimana bisa Petra mendapatkan formulir sah pendonoran jantung itu sedangkan saat aku menanyakan mengenai formulir itu kepada papah Lia, dirinya menjawab kalau saja formulir itu ikut terbakar di dalam rumah Petra yang telah terbakar beberapa hari lalu. Kemungkinan besar mengapa Petra memilikinya adalah Petra mengambil formulir itu dari rumahnya yang sedang terbakar dan kemudian meng-copy nya menjadi ratusan lembar. Setelah itu, barulah Petra bagikan di beberapa hari lalu di kota. sama sepertiku, Petra juga ingin menyelamatkan Lia. namun yang lebih membingungkan adalah darimana Petra bisa tau kalau Lia memiliki kondisi tubuh yang seperti ini. saat aku kecil, aku sangat ingin memiliki adik lelaki dan kembar sepertiku. Namun saat kita berdua sudah besar, kita berdua memiliki jalan hidup yang sangat jauh berbeda. Kita berdua berniat di satu hal yang sama. yaitu ingin menyelamatkan Lia. namun usaha kita jauh berbeda. Dia sudah sangat berusaha luarbiasa keras demi bisa mendapatkan jantung untuk Lia. dia berani menerobos api yang membakar rumahnya. Dia juga sudah berkeliling di kota demi mencari seseorang yang mau mendonorkan jantungnya. Maka dari itu, aku tidak bisa mengatakan kalau usahanya sia sia. Dia sudah bekerja jauh lebih berat daripada apa yang kulakkan. Dan sebagai kakaknya, aku sangat mencintainya dan sangat bangga memiliki adik pemberani sepertinya” jelas panjang lebar Elmo sambil memainkan jari jemarinya.
“tapi kenapa kau kesal kepadanya tadi?” tanya Issak.
“karena aku juga pernah di posisinya. Aku berambisi untuk menyelamatkan seseorang yang kusukai, hingga fikiranku terlelap di dalam ambisiku sendiri. aku tenggelam di dalam hasunya keinginan untuk bisa menyelamatkan. Itu adalah hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Petra. Dia sekarang sedang terlelap di dalam ambisinya untuk menyelamatkan Lia. tidak ada satupun yang dia lihat selain keselamatan Lia. dan jika sudah tenggelam di dalam ambisi seperti itu, dia akan rela melakukan apapun seolah olah tidak memikirkan keselamatannya sendiri. dan itu adalah sifat yang sangat kubenci dari seseorang” jawab Elmo.
“jadi? bagaimana bisa kau mendapatkan jantung barumu?” tanya Anna kepada Lia.
“aku juga tidak tau. Sampai hari ini, tidak ada yang mendonorkan jantung satupun kepadaku. Dan papahku hanya bisa menunggu sampai ada jantung baru untuk transplantasi ku esok hari” jawab Lia sedikit menundukkan kepalanya.
“tapi kenapa Petra bisa tau? Apa kau memberitahukan kondisi jantungmu kepadanya?” tanya Alex kepada Lia.
“aku berani bersumpah tidak ada satupun orang yang memberitahukan hal ini kepada Petra” jawab Lia.
“jadi, hari ini adalah hari terakhirmu di desa ini?” tanya balik Alex kepada Lia.
-BERSAMBUNG-
__ADS_1