Pena Hitam Di Kertas Putih

Pena Hitam Di Kertas Putih
Chapter 39 [Rencana Esok Hari]


__ADS_3

JUMAT-17 DESEMBER 2010, 07:00 AM


Petra terbangun seperti biasa. Ia beranjak dari ranjang dengan tubuh yang terasa seperti terlahir kembali. semua lelahnya terasa lebih mendingan dan ia merasa segar terbangun di pagi yang dingin.


Petra berjalan ke kamar mandi dan berendam air hangat. setelah itu, ia memakai pakaian tebal dan memakai sepatunya kembali. memakai jaket, syal buatan nenek, kaus kaki dan topi hangat. tidak lupa ia juga memakai penutup telinga.


Selepas itu, Petra mengambil tas kecilnya kembali dan memasukkan salah satu map yang berisi kertas formulir pendonoran jantung untuk Lia. ia mengambil satu map dari delapan map sisanya dan kemudian memasukkannya kedalam tas kecilnya.


Petra keluar kamar dan berjalan kelantai bawah. Di jam sepagi itu, Petra merasa kalau dirinya lebih bisa mendapatkan target yang sesuai dengan apa yang ia fikirkan dan ia butuhkan. Pera merasa kalau ia lebih memiliki waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan kemarin hari.


Seperti biasa, Petra berjalan ke kota selama beberapa jam, membagikannya ke orang orang yang ia rasa menjadi targetnya, dan menghabiskannya hari itu juga. kurang lebih pera menghabiskan 55 lembar di dalam map itu dalam 8 jam berkeliling di kota.


Dan akhirnya, sebelum Petra pulang kerumah, dirinya membeli roti dan susu untuk mengisi perutnya yang keroncongan sepanjang hari. Dirinya belum sempat sarapan dan harus bisa menghabiskan formulir itu kepada orang orang disekelilingnya.


Petra pulang di jam 5 sore dan sampai di rumah di jam setengah delapan malam. seperti biasa, Petra memasuki rumah, menghiraukan perkataan papah Lia dan mamahnya, dan kemudian berjalan menuju kedalam kamar.


Hingga pada akhirnya, Petra melakukan kebiasaan itu berhari hari. Ia melakukan hal itu hingga pada tanggal 23 desember 2010.


Setiap pagi, Petra selalu terbangun, berendam air hangat, berjalan ke kota, menyebarkan formulir, dan kemudian pulang dalam kondisi kelelahan.


KAMIS- 23 DESEMBER 2010, 07:00 AM


Saat Petra hendak keluar dari kamar mengenakan pakaian tebal, ia sempat terkejut karena secara tiba tiba saja Lia berdiri di depan pintu kamarnya dan tidak memperbolehkan Petra keluar kamar.


“entah kenapa. Semenjak kita bertemu dengan Elmo, hubungan kita semakin renggang. Aku tidak ingin terlalu jauh dengan Petra” ucap tegas Lia menatap tajam kedua matanya.


“apa sudah leluconnya? Sekarang bersiaplah. Dua hari lagi kamu harus berangkat ke Chernivtsi untuk menikahi Elmo disana” jawab Petra seraya hendak menerobos Lia yang menghalangi jalannya.


“sebelum itu, izinkan aku mengajakmu untuk yang terakhirkalinya sebelum aku melakukan itu di tanggal 25 desember kelak” jawab Lia.

__ADS_1


“apa?” tanya Petra.


“kelompok kerja kita di kelas. Aku ingin mengisinya di buku album sebelum aku pergi ke Ukraina. Issak sudah memiliki rencana agar besok malam, kita akan pergi ke bukit demi memotret bintang bersama. Dan itu adalah salah satu dokumentasi bersamaku. Setelah itu, tahun depan mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian semua lagi. jadi kumohon, ikutlah dengan kita untuk pergi ke bukit” ucap Lia begitu memohon kepada Petra.


“ajaklah Elmo kesana. Aku sibuk” jawab Petra dengan tatapan dinginnya.


“kumohon, jangan bahas Elmo di hadapanku lagi” ucap Lia menundukkan kepalanya.


“aku tidak peduli. Ini hanya seperti ending di cerita komedi” jawab Petra menerobos halangan Lia.


“jadi apa kamu tidak ingin ikut?” tanya Lia.


“dasar merepotkan” jawab Petra berjalan menuruni tangga dan meninggalkannya seorang diri disana.


“terimakasih. Dan maaf” jawabnya seraya meneteskan air matanya.


Malam tepat pada tanggal 23 desember, Petra mendapati jika kembarannya dari masa depan berdiri di hadapannya ketika ia sedang rebahan dan hendak tidur di atas kasur.


Dirinya berdiri di sampingnya dan menatap wajah Petra.


“besok adalah hari pembalasanmu kepada teman temanmu” ucap kembarannya dari masa depan.


“kau benar. Berita yang kau katakan itu sangat benar. Koran yang kau berikan kepadaku benar adanya dan akan terjadi besok hari. Aku sudah mengetahui endingnya seperti apa, dan aku akan memperbaikinya besok hari. Aku harus mempersiapkan belati dan keris” jawab Petra.


“bawalah dua belati di kedua tanganmu. Penggal kepala mereka semua. Dan jika kau kalah, itu akan menjadi kemenangan Lia, namun jika kau kalah, itu juga akan menjadi kemenangan Lia. kau ingin membahagiakan Lia, jadi kau sangat diuntungkan esok hari” ucap kembaran Petra dari masa depan.


“itu benar. Aku sudah sangat mempersiapkan ini. aku takut, tapi aku tidak ingin ketakutanku melebihi rasaku ingin menyelamatkan Lia” jawab Petra.


“bagaimana kabar dari semua orang yang ingin mendonorkan jantung kepada Lia? apakah ada respon?” tanya kembaran Petra dari masa depan kepadanya.

__ADS_1


“di dalam formulir itu sudah dijelaskan jika jantung itu dibutuhkan pada tanggal 25 desember 2010 esok hari. Dan semuanya sudah dipersiapkan matang. Semua yang ingin mendonorkan jantungnya akan berada di rumah ini pagi hari” jawab Petra.


“apakah kau sudah tau kebenarannya?” tanya kembarannya.


“iya aku sudah tau” jawab Petra.


“biar kupastikan. Seberapa jauh yang sudah kau ketahui?” tanya kembaran Petra.


“aku tau kalau tidak ada satupun orang yang mendonorkan jantungnya kepada Lia dan tidak ada satupun orang yang ada di rumah ini di malam hari pada tanggal 24 desember 2010 kelak. Walau terasa seperti tidak akan terjadi apa apa dan usahaku ini sia sia, tapi aku tidak akan tau jika akan ada orang yang benar benar akan mendonorkan jantungnya. Jadi aku memutuskan untuk menyebarkan sisa dari lembaran formulir itu esok hari dan menghabiskannya. Karena aku tau, keajaiban itu nyata” jawab Petra.


“jadi kau sudah tau apa yang harus kau lakukan?” tanya kembaran Petra.


“penggal kepalanya” jawab Petra.


“akhirnya kau mengerti apa yang sebenarnya ingin kulakukan” ucap kembarannya.


“sekarang kau boleh pergi” ucap Petra.


“baik” jawabnya seketika menghilang hanya dalam kedipan mata saja.


Petra hanya menatap ke arah langit langit kamar dan membayangkan esok hari akan menjadi seperti apa. Detak jantungnya tak berhenti berdetak kencang dan masih mengumpulkan keberaniannya untuk esok hari.


“tenang saja, Lia. aku pasti akan menyelamatkanmu dari sekawanan haus darah itu” tegas Petra menatap langit kamar.


Rasa kantuk mulai terasa. Petra menutup kantong kelopak matanya dan mulai terlelap tidur. Petra mulai mengusir lemasnya tubuh di atas kasur. Lelahnya hari ini ia lupakan dengan hangatnya selimut yang menutupi kedua kakinya untuk yang terakhir kalinya.


“dan pada akhirnya, ini adalah hari terakhirku. Semuanya akan kukerahkan esok hari. Dan iya, aku akan melakukan yang terbaik untuk esok hari”


-BERSAMBUNG-

__ADS_1


__ADS_2